
"Mommy ... Mentari pulang!" teriak gadis kecil itu setelah pulang kantor dengan sang daddy.
Gadis kecil tersebut lari menghampiri Catherine yang sedang sibuk menata makan malam di dapur. Sementara Devan hanya tersenyum melihat putrinya yang sangat ceria.
Catherine tersenyum mendengar teriakan buah hatinya. Lalu, ia menoleh seraya merentangkan kedua tangan pada putrinya tersebut. "Sepertinya putri mommy lagi happy?" tanya Catherine tersenyum.
Catherine pun melepaskan pelukannya seraya menatap gadis kecil itu dengan lembut. "Iya, Mom! Mentari happy ... banget!" jawab Mentari ceria.
"Memangnya Mentari habis ngapain, Sayang?" tanya Wanita menatap putrinya seraya mengerutkan kening.
"Aku tadi ikut daddy meeting, Mom! Dan hebatnya aku bisa duduk di sebelah daddy tanpa harus menjauh seperti sebelum-sebelumnya," ucap Gadis kecil itu antusias serta dengan senyum yang mengembang.
Catherine membungkuk dan mensejajarkan tubuhnya pada sang buah hati seraya menatap mata putri kecilnya intens.
"Sayang ... Kamu itu masih kecil, jadi lebih baik kamu main sama teman-temanmu saja dibandingkan ngikuti daddy terus, memangnya Mentari nggak bosen ngikuti daddy?" tanya Catherine seraya menarik kedua sudut bibirnya.
"Mommy kenapa sih? Mentari hanya ingin sukses seperti daddy, supaya Mentari tidak bergantung pada siapapun! Mentari hanya ingin menjadi anak yang mandiri yang bisa berdiri tanpa bantuan orang lain!" jawab gadis itu dengan wajah penuh semangat.
"Tapi sekarang masih bukan saatnya Mentari mikirin urusan orang dewasa, Mentari masih terlalu kecil, Nak! Lebih baik kamu belajar dan bermain saja!" ucap Catherine menasehati putrinya.
"Mentari nggak suka main, bermain hanya membuang-buang waktu, Mom! Lebih baik Mentari belajar berbisnis seperti daddy saja! Mentari ingin mendirikan perusahaan sendiri saat Mentari besar nanti! Mentari nggak mau belajar yang lain selain bisnis!" ucap gadis itu tersenyum.
"Iya, iya! Terserah Mentari saja!" ucap Catherine pasrah. Lalu wanita itu melepaskan pundak putrinya seraya berdiri kembali, melanjutkan menyiapkan makan malam.
Wanita itu tidak habis pikir dengan cara pikir Mentari yang pola pikirnya seperti orang dewasa, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya tersebut.
__ADS_1
"Sayang ... Langit mana? Kenapa kamu di sini tanpa dia?" tanya Devan celingukan karena tidak melihat keberadaan putra kesayangannya tersebut.
"Langit lagi tidur, Sayang! Dia demam tadi, jadi agak rewel sedikit!" jawab Catherine tersenyum seraya menatap suaminya sekilas.
"Sekarang keadaannya bagaimana?" tanya Devan dengan wajah khawatir.
"Demamnya sudah turun! Tadi dia langsung terlelap setelah aku kasih obat penurun panas."
"Kalau begitu, aku lihat keadaannya dulu!" ucap Devan tersenyum.
"Ya sudah, Sayang kamu ganti baju dulu gih sama daddy!" titah Catherine lembut.
"Baik, Mom!" jawab Mentari.
"Dad, gendong Mentari ya!" Gadis kecil itu menatap Devan dengan wajah memohon.
"Daddy sangat menyebalkan, aku tarik ucapanku tadi siang!" ucap Mentari dengan wajah kesalnya.
"Ucapan yang mana?" tanya Devan pura-pura lupa.
"Daddy jelek, yang cantik itu mommy!" ucap Mentari seraya memanyunkan bibirnya.
"Dasar Plin-plan! Katanya Mommy yang jelek!" ucap Devan seraya menggendong tubuh kecil Mentari dari depan dan di bawa lari menaiki tangga hingga membuat Mentari tertawa terbahak-bahak.
Sementara Catherine hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedekatan suami dan putrinya tersebut.
__ADS_1
___________
Sementara di apartemen Regita.
Brata berpamitan pulang pada Desi dan gadis itu, Ia bahagia karena bisa melihat wajah Regina pada sosok gadis tersebut, meskipun ia tidak yakin bahwa itu Regina ~ wanita yang ia cintai, karena ucapan Desi yang bilang padanya, bahwa wanita paruh baya itu merawatnya sejak masih bayi.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Tante, Nona! Maaf merepotkan!" pamit Brata tersenyum.
"Tidak kok, Nak! Lain kali kamu main ke sini lagi ya!" Desi menatap pria itu lembut.
"Pasti Tante!" jawab Brata yakin.
"Hati-hati, Nak!" ucap Desi seraya melambaikan sebelah tangannya.
Sementara Regita hanya menatap wajah pria itu datar sambil bersedekap dada tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Brata pun keluar dari apartemen, menuju tempat parkir mobilnya. Lalu ia melajukan mobil itu, meninggalkan apartemen yang di tempati Regita tersebut.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya Sayang 😘
__ADS_1
Selamat malam, semoga mimpi indah dan sampai jumpa besok, insya Allah ❤️