Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Ketularan Mom Dinda?


__ADS_3

"Daddy ... !" teriak Putri seraya memeluk Ryan dari belakang kursi yang Ryan duduki, lalu mencium pipi pria paruh baya itu dan duduk di sampingnya.


"Kamu harus belajar masak! Nanti kalau kamu menikah biar kamu bisa mengurusi keluargamu seperti mommy!" ucap Ryan menasehati.


Sementara Rani hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Ih nanti aja lah Dad, kata Mom Dinda kita akan pinter sendiri jika kita sudah menikah," jawabnya.


"Jadi Dinda yang mengajarimu males?" tanya Ryan menatap putrinya tajam.


"Dad, Mom Dinda bukan mengajariku males, tapi Dia terlalu baik! Dia menjadi Bestieku selama aku tinggal Di Paris. Apalagi Kak Freya penyayang banget. Aku sangat betah di sana!" ucapnya.


"Tingkah tidak warasnya Anton dan Dinda sepertinya benar-benar nular sama kamu!" ucap Ryan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


- Putri tinggal di Paris dengan Anton dan Dinda sejak lulus SD karena impiannya yang ingin tinggal di dekat menara eiffel.


Pada waktu itu ia di ajak liburan ke Paris. Namun, saat sampai di sana, ia tidak mau pulang dan tinggal dengan Anton dan Dinda. Dinda pun menyayanginya seperti putrinya sendiri.


Putri kembali ke Indonesia saat lulus SMA sederajatnya dan ia pun melanjutkan pendidikannya di Indonesia atas permintaan Rani yang tidak ingin jauh dari putrinya.


"Mom Dinda 'kan sepupu Daddy, jadi wajar dong sikapku mirip dia?" ucap Putri cengengesan.

__ADS_1


"Kamu aja gitu tingkahnya setelah tinggal dengan mereka apalagi putri mereka sendiri!" ucap Ryan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Daddy jangan sembarangan! Kak Freya itu sangat bijak, bahkan disegani orang-orang bukan karena hartanya melainkan karena kebijaksanaannya." Putri menatap daddynya kesal.


"Sudah-sudah! Sekarang kalian lanjutkan sarapannya! Aku akan segera ke butik untuk mengecek keuangan, karena Nyonya Gracia masih ada di Paris."


"Adikmu mana?" tanya Rani.


"Adit sama Regina berangkat duluan, karena mereka masih punya tugas masing-masing!" ucap Putri.


"Tugas?" tanya Rani seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Daddy dan mommy kenapa selalu nuduh putri sih? Putri 'kan anak baik kata Mom Dinda," ucap gadis itu seraya memanyunkan bibirnya.


"Iya kamu baik, cuma sikap kamu itu benar-benar 11 12 sama Dinda," ucap Ryan tanpa menatap putrinya. Pria paruh baya itu sibuk mengolesi rotinya dengan selai cokelat.


"Mom Dinda kenapa? Dia sangat baik, menyayangi Putri sama seperti putrinya sendiri bahkan Mom Dinda lebih sering ngurus aku dibandingkan Kak Freya karena Kak Freya mandiri dan tidak butuh bantuan Mom Dinda," ucap Putri.


"Sudah-sudah! Kamu habiskan sarapan mu dan berangkat ke kampus biar nggak telat. Katanya kamu ada kuliah pagi!" ucap Rani.

__ADS_1


"Kuliah sama Ayang Roy," gumamnya.


"Apa?" Ryan langsung menatap Putri saat mendengar gumaman gadis itu samar-samar.


"Apa sih, Dad?" Putri pura-pura bodoh sambil mengambil rotinya dan memakan roti itu menggunakan dua tangan dengan dua siku yang bertumpu pada meja makan.


"Aku berangkat duluan! Pusing aku lihat kamu Put!" ucap Ryan seraya berdiri dan mengulurkan tangannya pada Rani.


"Sini tangan Daddy! Putri mau salim juga!" ucap Gadis itu mengulurkan tangannya.


"Nggak usah, tanganmu kotor. Lebih baik kau habiskan sarapan mu itu!" titah Ryan.


"Hati-hati, Mas!" ucap Rani tersenyum.


"Daddy sangat menyebalkan!"


...❤❤❤❤❤...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2