
Flashback On
Setelah putus hubungan dengan Keyla, Edward terpuruk, ia beberapa kali mencoba menjelaskan pada gadis yang dicintainya. Namun, Keyla seakan tuli dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari pria itu.
Pada suatu hari, Edward membawa wanita yang di bantunya untuk menjelaskan. Namun, Keyla tidak percaya dan menuduh keduanya sengaja mempermainkan perasaannya.
Akhirnya Keyla pergi meninggalkan pria itu entah kemana dan membuat Edward terpuruk bahkan pria itu menjadi pendiam dan kejiwaannya pun terganggu hingga ia selalu ingin membunuh wanita yang ditolongnya karena telah membuat Keyla salah paham dengan melihat dirinya tidur bersama wanita itu.
Wanita yang di bantu Edward itu sangat merasa bersalah dengan keadaan pria tersebut, karena sejak putus dengan Keyla, ia menjadi pendiam dan melamun. Ia hidup tapi bagaikan mati. Akhirnya wanita itu membawa Sherly~ sahabatnya untuk mengobati pria tersebut.
Wanita itu memohon pada Sherly untuk membantu Edward karena ia akan dihantui dengan perasaan bersalah jika Edward tidak kembali pulih seperti sebelumnya.
Setelah melihat keadaan Edward membaik, wanita itu pergi menjauh dari kehidupan pria itu, dan Sherly lah yang membantu Edward hingga pria itu kembali pulih meskipun bayang-bayang Keyla masih terus menghantuinya.
Edward dan Sherly begitu dekat. Namun, keduanya tidak memiliki hubungan lebih dari persahabatan hingga akhirnya Edward bertemu dengan Keyla dan mengetahui suatu kenyataan bahwa Sherly dan Keyla saudara sepupu.
Edward pun meminta Sherly untuk pura-pura bertunangan dengannya, Sherly sebagai psikolog sangat tahu dengan ka adaan pria itu hingga ia memilih menerima tawaran Edward dan berpura-pura bertunangan dengan pria itu di hadapan semua orang.
Selain itu, Sherly ingin melanjutkan kariernya hingga Ia tidak perlu khawatir bahwa orang tuanya akan menjodohkan wanita itu dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya.
Sejak saat itu Edward sering mendatangi Sherly hanya untuk memastikan orang yang ia cintai baik-baik saja dengan alasan dia mengantar jemput tunangannya ke rumah sakit.
Akan tetapi, ia mendengar bahwa Keyla akan segera menikah dan membuat pria itu hancur kembali. Namun, Sherly terus menguatkan Pria itu, sebagai sahabat dan dokter ia sangat tahu dengan keadaan pria itu hingga ia pernah mencoba untuk menjelaskan keadaannya pada Keyla. Akan tetapi, pria itu melarangnya karena ia tidak mau terlihat lemah dihadapan orang yang ia cintai.
Saat mengetahui Keyla akan menikah dengan orang lain, Edward jiwanya kembali terguncang hingga ia ingin mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. Namun, hal itu ternyata tidak berhasil, ia hanya terbaring lemah di rumah sakit karena Sherly segera menolongnya.
Setelah kejadian itu, Sherly terus memantau keadaan Edward hingga pria itu membaik dan bisa mengikhlaskan Keyla bersama pria lain, dan pada saat acara pernikahan Keyla dan Brata, ia sangat terkejut saat melihat orang tuanya hadir di acara itu, dan yang lebih mengejutkan lagi, suami dari orang yang ia cintai adalah adiknya sendiri.
Air mata Edward jatuh begitu saja. Namun, ia segera menghapusnya dan berusaha bersikap biasa saja untuk menutupi rasa sakitnya.
Ia tambah terluka lagi saat melihat adik perempuannya mengejarnya. Namun, ia mengingat ucapan Louis yang bilang bahwa ia sengaja mencelakai Catherine karena mereka tidak se ibu, dan Louis juga mengatakan bahwa ia iri pada Brata dan Catherine karena memiliki orang tua yang lengkap.
Edward pun menjauh dan memilih tidak menemui orang tua juga adik-adiknya. Ia tidak mau mengganggu keluarganya karena ia sadar diri bahwa dia hanyalah orang asing yang tidak diinginkan.
Flashback off
_
__ADS_1
_
_
"Sher ... ! Aku punya bukti kalau aku tidak bersalah! Akan tetapi, sekarang itu tidak lagi berguna. Tapi mungkin berguna demi kebaikan adikku." Edward tersenyum seraya menghela nafas berat.
Pria itu menatap lurus ke depan dengan Sherly yang masih menatapnya dari samping. Edward membuka cincin pertunangannya, lalu menoleh dan membalas tatapan wanita itu.
"Besok aku akan kembali ke London. Aku ingin mengembalikan cincin ini padamu dan maaf aku hanya bisa merepotkanmu!" ucap Edward seraya mengambil tangan Sherly dan meletakkan cincin itu di tangannya.
"Aku tidak merasa repot! toh kamu menggajiku tiap bulan di atas rata-rata! Mengenai pertunangan, kau tidak perlu khawatir, keluargaku bukan berasal dari kota ini, jadi nanti aku bisa jelaskan setelah aku menemukan pelabuhan cintaku," ucap Sherly seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar matre!" Edward mengusap wajah Sherly kasar hingga kepala wanita itu mundur sedikit ke belakang.
"Aku akan mengantarmu besok ke Bandara!" ucap Sherly tersenyum.
"Terima kasih," ucap Edward.
"Sama-sama!" jawab Sherly.
"Siap Bos! Aku akan main ke mansionmu nanti kalau aku bulan madu ke sana!" Sherly mengangkat tangannya hormat.
"Bulan madu? Punya pacar aja belum bagaimana mau bulan madu?" Edward menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan salah, aku tidak ingin pake tunang-tunangan apalagi pacaran segala, aku nanti langsung nikah biar nggak ribet!" ucap Sherly.
"Oh ya?" Edward menaikkan sebelah alisnya.
"Iya dong ... ! Masak enggak!" jawab Sherly menaik turunkan alisnya.
"Terserah kamu saja!" ucap Edward.
"Oh iya! Aku juga ingin menitipkan ini padamu! Setelah aku pergi, berikan ini padanya! Aku tidak ingin dia menyakiti adikku karena ku!"
"Apa ini?" tanya Sherly seraya mengerutkan kening seraya melihat kotak yang Edward titipkan.
"Itu rekaman CCTV dan itu bisa membuktikan bahwa aku tidak melakukan apapun dengan wanita itu."
__ADS_1
"Kenapa kau tidak memberikan bukti ini sejak dulu Edward?" tanya Sherly heran.
Edward tersenyum mendengar pertanyaan Sherly. "Bukankah kamu sudah tahu keadaanku yang sebenarnya? Dulu sebelum keadaan mentalku terganggu, aku lupa kalau di kamarku ada CCTV karena aku hanya fokus ingin menjelaskan saja! Tanpa memikirkan bukti." jawab Edward.
"Aku titip surat itu dan rekamannya! Berikan bukti itu pada Keyla setelah aku pergi! Aku ingin melihat mereka bahagia tanpa ada dendam lagi pada dirinya," ucap Edward tersenyum.
Sherly menatap sahabatnya sendu. "Apa kamu yakin akan pergi? Kenapa kau tidak memberikan ini langsung pada Keyla? Kenapa harus melewati aku?" Sherly menyerang Edward dengan beberapa pertanyaan.
"Aku tahu bagaimana adikku!" Edward tersenyum seraya mengingat wajah adiknya.
"Jika dia sampai tahu tentang masa laluku dengan Keyla, aku yakin bahwa dia akan melepaskan segalanya demi aku! Aku tidak ingin merebut segalanya dari dia!" ucap Edward tersenyum sendu.
Sherly tersenyum mendengar ucapan sahabatnya tersebut. Ia menatap Edward penuh kekaguman, ia terlalu penyayang pada orang yang ia cintai hingga ia akan melakukan hal apapun demi melihat orang yang ia cintai bahagia.
"Carilah kebahagiaanmu di sana! Aku sangat yakin bahwa orang yang tulus sepertimu, akan mendapatkan kebahagiaan yang utuh." Sherly tersenyum.
"Terima kasih, Sher!" ucap Edward membalas senyuman sahabatnya.
"Sama-sama!" jawab wanita itu.
"Kalau begitu kita langsung berangkat saja! Nanti kamu terlambat!" Edward beranjak terlebih dahulu.
"Okay baiklah!" Sherly juga beranjak.
Edward melangkah meninggalkan taman itu dengan Sherly yang mengikuti langkahnya dari belakang.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Selamat pagi ☺️
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya! Like and Komen Thank you ❤️
Muachhh 😘
__ADS_1