
Devan dan Catherine kini sudah berada di ruang keluarga di tempat tinggal Catherine, keduanya kini berpelukan mesra. Setelah itu, Catherine beranjak untuk membuatkan Devan minuman. Namun, Catherine tersandung pada kaki Devan dan jatuh pada pangkuan pria tersebut.
Tatapan mereka bertemu, keduanya saling menatap penuh cinta. Senyuman Catherine pun membuat Devan tergoda melihat bibir sexy wanita itu.
Devan semakin mendekatkan kepalanya seraya memegang tengkuk wanita tersebut. sementara Catherine memejamkan matanya. Namun, sebelum bibir mereka tersentuh, Devan merasakan bogem mentah dari seseorang yang tiba-tiba datang di tengah-tengah keromantisan mereka.
"Kurang ajar!" umpat Randa berapi-api. Sedangkan Devan hanya menyunggingkan sudut bibirnya dan menatap Randa sinis.
"Jadi ini alasanmu memindahkan dan menaikkan jabatanku?" tanya Randa dengan nada tinggi.
"Sudahlah, Mas! Aku 'kan sudah bilang padamu, kalau penghianat itu selamanya akan menjadi penghianat, kamu sih bandel aku bilangin!" ucap Mikha yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Diam kamu!" ucap Catherine seraya menunjuk wajah Mikha dengan jari telunjuknya.
Randa yang tidak terima istri keduanya dibentak, ia langsung mengangkat tangannya untuk menampar Catherine. Namun, dengan sigap Devan menangkap tangan Randa dan menghempaskannya hingga Randa hampir jatuh terjengkang.
"Kamu pikir aku takut meskipun kamu Presdir? Tidak, aku tidak takut! Mulai besok aku berhenti bekerja di kantormu," ucap Randa lantang. Sementara Devan hanya tersenyum tipis tanpa menjawab ucapan Randa.
"Tidak, Mas! Jika kau berhenti bekerja, bagaimana dengan nasib anak kita nanti!" ucap Mikha.
"Anak?" ucap Catherine terkejut.
"Iya, anak! Aku dan Mikha sebentar lagi akan menjadi orang tua dan memberikan kabar bahagia ini padamu, tapi ternyata kau malah berselingkuh dengan orang yang lebih kaya dariku, dasar wanita gila harta!" umpat Randa.
"Apa kamu bilang, Mas? Jika aku gila harta, maka aku tidak akan bertindak bodoh dengan meninggalkan orang tuaku dan kekayaannya. Aku kehilangan segalanya hanya demi kamu, Mas! Hanya demi kamu, tapi kamu tidak pernah berterima kasih dengan pengorbananku selama ini," ucap Catherine dengan wajah merah padam.
"Kamu pikir aku ikut bahagia kamu akan punya anak? Tidak, aku tidak bahagia. Yang bahagia itu kalian bukan aku!" ucap Catherine.
__ADS_1
"Selama ini hanya penderitaan yang kudapatkan darimu, lantas kenapa harus bahagia dengan kebahagiaan kalian? Jika saja aku tahu rasa cintamu padaku hanya seujung kuku, maka aku tidak akan memilih jalan sesat dengan memilihmu sebagai pendampingku!" teriak Catherine.
"Jadi kamu menyesal menikah denganku?" tanya Randa dengan nada tinggi.
"Iya, aku sangat menyesal menikah denganmu, bukan hanya itu, aku juga menyesal karena pernah mengenal dan mencintaimu!" teriak Catherine.
"Menyesal? Ya sudah kalau kamu menyesal, aku juga menyesal telah menikahimu! Dan mulai sekarang kamu pergi dari rumah ini, kujatuhkan talak 3 sekarang juga dan mulai sekarang kau bukan Istriku lagi!" sentak Randa.
Jedduarrr ...
Catherine terkejut dengan ucapan Randa, meskipun cintanya sudah untuk Devan, tapi walau bagaimanapun pria itu pernah singgah di hatinya.
Baik Devan maupun Mikha tersenyum, mendengar pernyataan Randa pada Catherine.
"Baiklah, semoga kau bahagia dengan keluarga barumu, Mas!" ucap Catherine dengan air mata yang mengalir tanpa permisi.
Namun, sebelum Devan membisikkan sesuatu di telinga Randa sebelum keluar hingga pria itu mengepalkan kedua tangannya.
_
_
_
Catherine melangkah meninggalkan rumah tersebut, tak memedulikan panggilan Devan dari belakang.
Devan yang melihat Catherine melamun, ia terus mengejarnya dan menarik tangan wanita itu ketika Devan dekat dengan Catherine hingga wanita itu jatuh dalam pelukan pria tersebut.
__ADS_1
Catherine pun melepaskan pelukan Devan perlahan, ia menatap Devan sendu. "Jauhi aku untuk saat ini! Aku tidak mau kau mendapatkan masalah karenaku!" ucap Catherine.
"Tidak! Seperti janjiku padamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi," ucap Devan.
"Please ... ! Aku mohon, pergilah! Jika kita memang ditakdirkan untuk bersama, maka kita pasti akan dipertemukan kembali!" ucap Catherine.
"Tapi kamu mau kemana?" tanya Devan sendu.
"Aku akan kembali ke London malam ini juga!" ucap Catherine.
"Tapi ... " ucap Devan sendu.
"Please ... mengertilah, kita akan bersatu jika jodoh!" ucap Catherine.
"Baiklah! Kalau begitu, biarkan aku mengantarmu ke Bandara!" ucap Devan tersenyum sendu.
Catherine hanya mengangguk, lalu Devan menarik tangan Catherine menuju mobilnya, sementara Catherine mengikuti langkah pria tersebut.
Dalam perjalanan hanya keheningan yang terjadi, baik Catherine maupun Devan membisu. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sesampainya di Bandara, Devan memeluk Catherine erat, sebelum keluar dari mobil pria tersebut.
"Tunggulah aku, aku akan menjemputmu!" ucap Devan.
Catherine hanya tersenyum kaku, lalu turun dari mobil setelah Devan melepaskan pelukannya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...TBC...