Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Masalah yang tidak bisa dijelaskan


__ADS_3

"Dimana Kakak?" tanya Brata lemah.


"Aku di sini!" jawab Edward yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Brata tersenyum saat melihat sang kakak melangkah mendekati dirinya.


"Karena Edward sudah di sini, kami pergi dulu ya, Sayang? Mommy titip adik-adikmu dulu!" ucap Puja tersenyum.


"Baik, Mom!" jawab Brata tersenyum.


"Ayo, Dad!" ajak Puja seraya menarik lengan suaminya. Louis pun mengikuti langkah istrinya, meninggalkan ruangan putranya tersebut.


Sementara tiga saudara itu asyik bercanda setelah Louis dan Puja pergi, hingga beberapa jam kemudian Catherine dijemput oleh Devan dan kini dalam ruangan tersebut hanya tinggal Edward dan Brata.


"Bagaimana keadaanmu, sekarang?" tanya Edward tersenyum.


"Aku baik, Kak!" jawab Brata dengan suara yang masih lemah.


"Kenapa kau harus mengorbankan semuanya demi Kakak?" tanya Edward menatap adiknya penuh dengan rasa bersalah.


"Maksud Kakak apa?" tanya Brata.


Edward menghela nafasnya. "Aku tahu, kamu bukan tipe orang yang pendendam. Jadi tidak mungkin jika kau meninggalkannya hanya demi wanita lain!" ucap Edward seraya menatap adiknya lekat.


"Itu benar adanya, Kak! Aku memang mencintai wanita lain. Aku tidak berniat untuk menghianati Keyla Kak, tapi entah kenapa? Setiap aku melihat Keyla, aku melihat matanya dipenuhi dengan kesedihan, dan aku tahu itu bukan karena sikapku yang menjauhinya!"


"Setiap dia tersenyum, aku merasa bahwa senyuman itu bukan untukku tapi untuk orang lain yang ia lihat pada diriku."


"Cinta itu begitu kuat hingga mungkin sekuat apapun aku mencoba untuk meruntuhkannya, aku tidak akan bisa Kak."


"Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi bayangan jika aku tetap memaksa mempertahankan hubungan ini, aku tidak ingin selalu merasakan luka jika dia membayangkanku menjadi orang lain, Kak!" ucap Brata tersenyum sendu.


"Kenapa kau bilang seperti itu?" tanya Edward lembut.


"Karena aku melihat cinta dari mata wanita lain yang memang hanya untukku, dan tatapannya itu sangat berbeda dengan tatapan Keyla padaku, Kak!" ucap Brata seraya menarik kedua sudut bibirnya.


"Jadi benar kau berselingkuh?" tanya Edward menatap adiknya dengan kening yang mengerut.


"Entahlah, Kak! Dia selalu menganggapku kekasihnya. Tapi aku tidak pernah menghiraukannya. Dia juga tidak percaya kalau aku sudah memiliki istri!" ucap Brata tersenyum.


"Terus?" tanya Edward yang makin penasaran.


"Dia gadis yang polos, Kak! Sikapnya yang konyol membuatku terhibur setiap hari, hingga tanpa aku sadari aku jatuh hati padanya, dan yang lebih parah, aku mencintai gadis SMA kelas 1," ucap Brata tersenyum seraya membayangkan wajah gadis tersebut.


"Apa?" Edward terkejut saat mengetahui bahwa gadis yang dicintai Brata masih kelas 1 SMA."


"Kamu sudah benar-benar tidak waras, Brata!" ucap Edward seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku menyadari itu, Kak!" ucap Pria itu tersenyum.


"Kalau boleh aku minta bantuan Kakak, aku ingin menemuinya sekarang!" ucap Brata tersenyum.


"Tidak, kamu belum pulih, lebih baik kamu istirahat saja, nanti kakak akan antar kamu jika keadaanmu sudah membaik!" ucap Edward dengan tersenyum lembut.


"Aku bisa pake kursi roda, Kak! Aku hanya ingin melihatnya sebentar! Lagi pula ruangannya tidak terlalu jauh dari sini!" ucap Brata dengan wajah memohon.


"Dia sakit?" tanya Edward mengerutkan kening.


"Dia jatuh dari tangga dan itu karena salahku, Kak!" ucap Brata sendu.


"Kenapa salahmu?" tanya Edward yang semakin bingung dengan cerita adiknya.


"Dia baru percaya bahwa aku memiliki istri karena kakaknya adalah Sahabat Keyla!" ucap Brata dengan wajah sendunya.


"Apa?" Edward semakin terkejut.


"Sudahlah, Kak! Kita cerita nanti aja lagi! Aku hanya ingin melihatnya sebentar!" ucap Brata menatap Edward penuh harap.


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke sana!" jawab Edward tersenyum lembut.


________


Sesampainya di ruangan Regina, Edward mengerutkan kening. "Ini 'kan ruangan anaknya Tuan Ryan?"


"Benar Kak, gadis yang kumaksud memang Regina putrinya Om Ryan!" ucap Brata tersenyum.


Edward menundukkan kepalanya seraya menatap adiknya sendu. "Lebih baik kita kembali ke ruanganmu saja! Dia sudah tidak ada di sini!" ucap Edward tersenyum kaku.


"Apakah Regina sudah sembuh, Kak?" tanya Brata tersenyum dengan mata yang berbinar.


Edward pun tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. "Pria itu mendorong kursi roda adiknya kembali ke kamar tersebut.


"Iya, dia sudah pulang!" jawab Edward yang mencoba menetralkan diri.


"Syukurlah ... !" jawab Brata tanpa bertanya panjang lebar.


Saat sampai di kamarnya, Brata di bantu oleh Edward untuk mengistirahatkan tubuhnya kembali. Pria itu menuruti kakaknya, lalu memejamkan matanya.


Setelah memastikan pria itu tidur, Edward melangkah ke kamar mandi dan menumpahkan air matanya yang ia bendung karena tidak sanggup jika harus mengatakan yang sesungguhnya pada sang adik.


"Maafkan aku Brata, aku tidak mungkin mengatakan sesungguhnya saat ini! Mungkin lebih baik kamu tahu sendiri setelah keadaanmu pulih!" gumam Edward.


____

__ADS_1


"Sayang ... ! Kamu tahu sesuatu nggak?" tanya Catherine seraya menatap suaminya lekat.


Mereka berdua makan siang di restoran mewah, di mana hanya ada mereka berdua di ruangan VIP.


"Tahu apa, Sayang?" tanya Devan pura-pura bodoh.


Catherine mengerdilkan bahu. "Entahlah, sepertinya aku merasa tidak ada yang beres dengan keluargaku," ucap Catherine sambil mengunyah makanannya.


"Sudah, lebih baik kamu jangan pikirkan yang macem-macem!" ucap Devan tersenyum.


"Aku merasa ada yang aneh saja, Sayang!"


"Aneh kenapa?" tanya Devan tersenyum lembut.


"Apa alasan Kak Brata menjatuhkan talak pada Kakak ipar, aku yakin Kak Brata punya alasan untuk itu. Aku sangat mengenalnya!" ucap Catherine bingung.


"Ya mungkin ada masalah yang tidak bisa mereka katakan pada kita!" jawab pria itu santay.


"Alasannya itu lo yang bikin aku penasaran!" ucap Catherine yang masih terus membuat wanita itu terus berpikir.


"Sayang, lebih baik kamu mikirin buah hati kita! Kamu jangan terlalu banyak berpikir! Kasian dia loh jika kamu begitu!" ucap Devan yang mencoba membujuk istrinya agar tidak memikirkan sesuatu yang berat.


"Kak Brata aneh, apakah dia yang salah ya! Karena kalau kakak ipar yang bikin kesalahan, tidak mungkin dia memberikan rumahnya dan pergi dari rumah yang ia beli dengan jerih payahnya!" ucap Catherine yang masih terus memikirkan Brata tanpa mendengar ucapan Devan.


"Sayang ... !" panggil Devan lembut.


"Habisnya aku kesal, Sayang! Biasanya Kak Brata cerita padaku tentang hal se kecil apapun, tapi sekarang seolah-olah dia menganggapku orang lain!" ucap Catherine seraya memanyunkan bibirnya.


"Mungkin dia masih butuh waktu untuk menceritakan semuanya padamu, Sayang!" ucap Devan tersenyum.


Catherine mengehela nafas. "Baiklah ... ! Aku tidak akan menanyakan apapun padanya sampai dia yang cerita sendiri padaku!" ucap Catherine pasrah.


"Makan yang banyak, jangan biarkan Baby kita kelaparan!" ucap Devan yang masih tidak mengalihkan tatapannya dari wanitanya tersebut.


"Iya, Sayang! Iya!" jawab Catherine seraya mengunyah makanannya dengan Devan yang terus memandangi wanita yang dicintainya dengan senyum yang mengembang.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Maafin jika alur tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, tapi bukankah Othor pernah bilang bahwa pemeran utamanya Brata dan Regina?


Jadi Edward, Keyla dan lainnya hanya tambahan dalam Season2 ini ya, Sayang 🙈

__ADS_1


Kalau Othor jodohkan Brata sama Keyla berarti Othor harus ngubah alur lagi. Kalau Othor ubah lagi dan lagi, takutnya berantakan dan jadinya nanti malah nggak nyambung 🙏🙈


__ADS_2