
Seusai makan malam Anton, Dinda, David, Devan, Catherine, Freya, Putri dan Roy berbicara di meja makan tersebut dengan duduk di samping pasangan masing-masing.
"Dad, Mom! Aku akan kembali ke Indonesia malam ini! Pernikahanku dengan Kak Roy akan tetap digelar seperti sebelumnya, Putri harap Daddy, Mommy, Kak David dan Kak Freya hadir di pernikahan Putri. Aku juga harap Kak Devan dan Kak Catherine Kembali ke Indonesia, bulan madunya lanjutkan nanti saja!" ucap Putri dengan senyum yang mengembang.
"Kita pasti hadir, Sayang! Kita berangkat bersama besok pagi!" ucap Dinda tersenyum.
"Iya 'kan, Kanda?" tanya Dinda menatap Anton dengan senyum cerianya. Anton pun mengangguk dengan senyum lembutnya.
"Tumben kamu jawabnya benar, Kanda?" Dinda menatap Anton aneh.
Anton tersenyum seraya menatap Dinda tanpa arti. "Bukan aku yang aneh Adindaku tersayang ... , tapi kamu!" ucap Anton menekan ucapannya.
"Cie ... Swit swit ... !" Putri tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Anton pada sang istri.
"Diam kamu!" ucap Anton dan Dinda bersamaan.
"Ish ... ! Padahal tadi udah romantis, sekarang menyeramkan lagi!" gerutu gadis itu.
"Sudah diam, Sayang!" bisik Roy di telinga gadis itu.
"Kenapa tadi Kanda bilang Dinda Aneh?" tanya Dinda menatap Anton tajam.
"Ya Aneh, giliran kanda jawabnya bener kamu bilang aneh, kalau aku ngasal kamu marah! Kamu atau kamu yang aneh, Sayang?" tanya Anton tersenyum seraya menatap istrinya dengan senyum menyebalkan.
__ADS_1
"Iya, ya?" ucap Dinda tersenyum aneh.
"Jangan macem-macem!" Freya menatap David dengan mata tajamnya ketika pria itu hendak memeluknya.
"Sifat kamu itu kebalikannya Daddy dan Mommy ya, Sayang? Kamu itu nggak ada romantis-roamantisnya sama sekali!" ucap David kesal. Namun, Freya masih datar tidak memedulikan suaminya yang menurutnya aneh.
"Ha ha ha .... " Putri tertawa terbahak-bahak melihat David dengan wajah kesalnya.
"Rasanya aku ingin melemparmu dengan sendok ini!" ucap David seraya memutar-mutar sendok ditangannya.
"Eh, Kak Devan tumben kalem ya?" Putri menoleh menatap ke arah tempat duduk pria itu. Begitu pun dengan Anton, Dinda David, Freya dan Roy.
"Pantesan kalem!" ucap Putri menatap Devan yang sedang tertidur seraya menyandarkan kepalanya pada kursi yang didudukinya. Sementara Catherine hanya tersenyum kaku melihat semua orang yang menatap ke arahnya juga Devan.
"Kami pasti hadir, selain itu aku harus kembali ke Indonesia karena pernikahan kakakku juga akan di gelar di sana, aku juga harus membantu mempersiapkan semuanya karena daddy dan mommy bukan berasal dari Indonesia, jadi mereka tidak terlalu tahu bagaimana cara mengatur acara pernikahan di Indonesia."
"Mereka tetep nikah, Kak?" tanya Putri seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Iya, bukankah kamu teman dekatnya, Nona?" tanya Catherine menatap Putri penuh tanya.
"Entahlah, aku merasa dia berubah. Aku merasa dia menjauh dariku, sebabnya apa, aku kurang tahu!" jawab Putri.
"Palingan karena kamu sibuk godain Roy, makanya kamu di jauhi teman-temanmu!" ucap Devan Yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kamu itu tidur atau gimana sih, Kak Dev?" Putri menatap pria itu kesal.
"Aku duduk, siapa yang bilang aku tidur!" ucap Devan.
"Nggak kebayang kalau kalian beneran jadi suami istri, pasti seru!" ucap David seraya melirik Devan dan Putri bergantian.
"Apalagi si cerewet jodoh sama Kakak, pasti rumah akan runtuh dalam semalam!" ucap Devan seraya membuka matanya.
"Apa Kak Devan bilang?" Putri menatap Devan dengan wajah merah padam.
"Apa?" tanya Devan balik.
"Sudah sudah ..., lebih baik kalian bereskan barang-barang kalian! Kita ke Indonesia bersama besok pagi!" ucap Dinda.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa jejaknya, nanti malam insya Allah Othor sempatkan update kembali.
Jangan lupa jejaknya, ya!
__ADS_1
Thank you 😘