Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Ratuku


__ADS_3

Putri melangkah menaiki tangga dengan Rani yang menatap langkahnya. "Aku tau kamu sedang sedih, Nak!" gumam Rani. Lalu, wanita itu melangkah pergi ke kamarnya juga setelah bayangan Putri menghilang.


Sementara Putri tangisnya langsung pecah saat menutup pintu kamarnya. "Kenapa kau harus bilang mencintaiku jika pada kenyataannya tidak, aku lebih terluka jika seperti ini, Roy! Aku terluka!" teriak Putri.


Putri melangkah menuju meja riasnya lalu memporak porandakan kamarnya dan membuang benda-benda yang ada di kamarnya tersebut.


"Kamu jahat Roy, kamu jahat!"


"Pyar ... "


Suara pecahan kaca menggelegar di kamar wanita tersebut dan mengagetkan Ryan yang baru tiba di rumahnya.


"Putri ... !" Baik Ryan maupun Rani langsung lari ke kamar Putrinya tersebut setelah mendengar suara pecahan-pecahan kaca.


Tok tok tok ...


"Buka pintunya, Put! Kamu ngapain di dalam kamar!" teriak Ryan dari balik pintu.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rani dengan wajah khawatir.


"Pergi Dad, Mom! Putri ingin sendiri!" teriak Putri dari dalam kamarnya.


"Tidak, Sayang! Kami tahu kalau kau sedang punya masalah, cepat buka pintunya!" ucap Rani.


"Pergi Mom, pergi!" teriak Putri.


Ryan yang khawatir dengan kondisi putrinya, ia langsung mendobrak pintu kamar putrinya tersebut.


"Putri ... !" teriak Rani terkejut setelah Ryan berhasil mendobrak pintu kamar itu dan melihat kondisi kamar putrinya yang sudah seperti kapal pecah.


Wanita paruh baya itu lari ke arah putrinya, yang sedang duduk lesehan di lantai dengan luka sobek di tangannya dan menangis terisak-isak.


"Kamu kenapa, Sayang? Kalau kamu ada masalah jangan kayak gini! Cerita sama mommy!" Rani memeluk kepala Putrinya yang sedang menunduk dengan tangisan pilunya.


"Aku tidak ingin membuat Daddy dan Mommy malu, tapi Putri tidak ingin menikah dengan Roy Dad, Mom!" ucap Putri dengan tangis yang mengiris hati orang yang mendengarnya.


"Kenapa, Sayang? Ada apa dengan kalian?" tanya Rani yang semakin bingung.

__ADS_1


Ryan mendekati Putrinya, lalu menarik putrinya tersebut untuk berdiri. "Apakah ini Putri putri Daddy?" Ryan memegang pundak putrinya seraya menatapnya tajam.


"Katakan yang sejujurnya! Kamu tidak akan menyelesaikan masalah hanya dengan mengamuk dan menangis tidak jelas seperti ini!" ucap Ryan yang masih mengguncang tubuh Putri karena tidak mengerti dengan jalan pikiran putrinya.


"Maafin Putri Dad, Putri tidak tahu apa yang harus Putri lakukan saat ini, pernikahan Putri tinggal menghitung hari, tapi Putri tahu bahwa Roy tidak mencintai Putri."


"Dia memiliki cinta dari masa lalunya dan sekarang wanita itu kembali, apakah Putri akan sanggup menikah dengan Pria yang mencintai orang lain, Dad?" Putri menundukkan kepalanya tanpa menatap Ryan.


Ryan melepaskan pundak putrinya seraya mengepalkan kedua tangannya. Sementara Rani hanya bisa menangis melihat putri kesayangannya terluka.


Lalu, wanita paruh baya itu memeluk putrinya erat. Sementara Putri menyandarkan kepalanya pada Rani menyalurkan kesedihan yang menyayat hatinya.


"Lalu apa keputusanmu, sekarang?" tanya Ryan dengan tubuh yang membelakangi putrinya.


"Entahlah, Dad! Aku bingung apa mauku? Seandainya pernikahanku dan Roy belum ditetapkan, aku akan kembali ke Paris dan tinggal sama Mom Dinda untuk melupakan segalanya!" ucap Putri dengan tangis yang terisak-isak.


"Baiklah, jika itu maumu! Aku akan membatalkan pernikahan kalian, besok kau berangkatlah ke Paris!" titah Ryan dengan wajah penuh emosi.


"Tapi Mas ... !" Roy mengangkat tangannya, hingga Rani tidak meneruskan ucapannya.


Putri semakin menangis terisak-isak di


"Kamu yakin, Nak? Apa kamu akan benar-benar menjauhi Roy? Terus bagaimana dengan perasaanmu, Sayang?" tanya Rani dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.


"Apa yang harus Putri lakukan, Mom? Apakah Putri akan sanggup melihat Roy mencintai orang lain meskipun dia menjadi milik Putri. Diantara mereka Putrilah orang ketiganya, jadi yang harus pergi itu Putri bukan wanita itu!" ucap gadis itu dengan tangisan yang menyayat hati.


"Baiklah, Nak! Semoga setelah ini kamu bahagia!" ucap Rani seraya membelai kepala Putrinya.


_


_


_


"Ayo berangkat!" ajak Devan. Pria itu kini sudah menyelesaikan ritual mandi keduanya dan melangkah mendekati Catherine yang sedang berdiri seraya membelakangi dirinya. Wanita itu menatap kolam renang dari arah jendela kamarnya.


Catherine menoleh saat mendengar langkah kaki Devan yang mendekati dirinya. "Baginda sudah selesai mandi?" tanya Catherine tersenyum.

__ADS_1


Tanpa kata Devan menggendong tubuh istrinya ala bridal style keluar dari kamarnya tersebut. Sementara Catherine mengalungkan tangannya pada leher Devan dengan pancaran kebahagiaan yang tidak bisa dijabarkan melalui kata.


"Kenapa kau menggendongku, Dev?" tanya Catherine dengan senyum yang mengembang.


Devan membalas senyuman Catherine seraya menatapnya penuh cinta. "Aku hanya mencari jalan aman!" jawab Devan seraya melangkah menuruni tangga.


Pelayan yang melihat pasangan suami istri itu dibuat takjub dengan keromantisan majikannya. Bukan hanya itu, mereka tampak sangat serasi dengan ketampanan dan kecantikan keduanya.


Devan menurunkan tubuh istrinya tersebut begitu sampai di halaman rumahnya. Pria itu membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya. "Silakan masuk, Ratuku!" Devan tersenyum lembut.


"Terima kasih, Rajaku!" Catherine mencubit hidung Devan seraya masuk dan duduk di kursi samping kemudi.


Devan mengitari mobilnya setelah Catherine menutup pintu mobilnya dengan pria itu yang duduk di kursi kemudi.


Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Catherine pun menyandarkan kepalanya pada bahu Devan, membuat pria itu merasa ada yang aneh pada Istrinya tersebut.


"Kamu kenapa sih, aneh banget dari tadi." Devan melirik istrinya sekilas.


Catherine tersenyum mendengar pertanyaan suaminya. "Tadi aku nonton film romantis, Dev! Terus aku melihat si istri menyandarkan kepalanya pada si suami kayak gini! Kelihatannya sangat romantis banget deh, Dev! Aku hanya ingin mencobanya dan merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaan mereka di film itu!" jawab Catherine tersenyum seraya membayangkan film romantis yang ia tonton.


"Ha ha ha ... " Devan kembali tertawa mendengar ucapan sang istri.


"Kamu itu semakin hari semakin aneh ya, Sayang! Kau benar-benar bukan Catherine yang kukenal!" ucap Devan seraya tertawa terbahak-bahak.


"Kamu merusak suasana romantis aja deh, Dev! Padahal tadi udah keren, kayak di film yang aku tonton. Seharusnya kamu itu bilang 'I love you, Catherine Sayang.' Eh ... istrinya cerita malah diketawain, jadi ambyar deh hayalanku," ucap Catherine memanyunkan bibirnya seraya menjauhkan kepalanya dari Devan.


"Sayang, aku nggak nyangka nikah sama kamu itu membuatku punya hiburan. Tadinya aku pikir hidupmu itu penuh ke seriusan, tapi ternyata kau sangat lucu!" ucap Devan yang masih menertawakan Istrinya tersebut.


"Tuh, kan! Kamu makin ngeselin Dev, aku bukan mau ngelawak tapi mau keromantisan kayak di TV," ucap Catherine seraya memanyunkan bibirnya, lalu mengalihkan tatapannya dari Pria itu.


"Apakah kamu pengen romantis seperti ini!" Devan mengehentikan mobilnya, lalu menarik kepala Catherine seraya melumt bibir wanita itu hingga Catherine tidak bisa bernafas karena terkejut.


"Devan ... !" teriak Catherine.


Wanita itu mengatur nafasnya yang tersengal, lalu memukul pundak pria itu dengan wajah penuh kekesalan.


Devan mengambil tisu, lalu mengelap bibir wanita itu perlahan, seraya menatapnya penuh cinta.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


__ADS_2