
Malam harinya
"Aku menunggumu di luar!" ucap Devan di seberang telpon.
"Okay, aku keluar sekarang!" jawab Catherine seraya beranjak dan mengambil dompetnya. Setelah sampai di depan pintu pagar rumah tersebut, ia langsung masuk ke dalam mobil Devan, dan Devan pun menyalakan mesin mobilnya serta melajukan mobil tersebut, meninggalkan pekarangan rumah
"Dev, bolehkah aku bersandar padamu?" tanya Catherine tersenyum.
"Kenapa tidak? Aku bahagia kau dekat-dekat denganku," ucap Devan. Catherine pun menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu setelah mendengar ucapan pria tersebut.
"Dev, seandainya kita terpisah karena sesuatu yang tidak bisa kita tebak, apakah kau akan tetap mencintaiku?" tanya Catherine.
"Kenapa kau masih meragukanku? Bukankah aku sudah bilang bahwa aku hanya mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi!" ucap Devan.
Catherine tersenyum. "Sekarang aku hanya merasa memilikimu, aku sendiri dan terluka, hidupku penuh kesedihan jika kau tidak datang padaku," ucap Catherine.
Devan tersenyum. "Maafkan aku!" ucap Devan sendu.
"Kenapa kau harus minta maaf? Aku beruntung di pertemukan dengan pria yang sangat baik sepertimu," ucap Catherine.
"Apakah kau akan tetap bilang begitu jika mengetahui semuanya?" batin Devan.
"Aku juga sangat beruntung karena akhirnya, aku bisa dekat denganmu, meskipun cintamu masih bukan milikku," ucap Devan.
_
__ADS_1
_
_
Setelah beberapa saat, akhirnya mobil mereka sampai di sebuah taman yang sudah dihiasi dengan begitu indah, lampu kelap kelip pun mengelilingi meja dan bangku yang akan mereka duduki, lilin-lilin kecil pun bertebaran di mana-mana, suasana romantis mendominasi taman pada malam itu.
Devan menggandeng tangan Catherine mesra. Keduanya melangkah menuju tempat yang sudah Mark siapkan.
"Tempat ini begitu indah? Aku sangat menyukai tempat romantis seperti ini," ucap Catherine dengan senyum yang mengembang.
"Jika kau menyukainya, kita bisa dinner di sini tiap malam!" jawab Devan.
"Lebay ah, masak kita dinner kayak gini tiap malam?"
"Kenapa tidak? Jika kau menyukainya. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu merasa nyaman dan senang," ucap Devan.
"Iya," ucap Devan seraya mengambilkan kursi untuk ratu hatinya tersebut. Lalu ia juga duduk di seberang Catherine dan menatap wanita itu penuh cinta.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Catherine salah tingkah.
"Enggak apa-apa, sekarang kita makan saja!" ucap Devan.
Lalu, pria itu bertepuk tangan tiga kali dan munculah beberapa pelayan membawa nampan yang berisi berbagai macam menu makanan. Pelayan-pelayan tersebut menyajikan makanan yang spesial untuk Devan dan Catherine.
Setelah itu, mereka membungkukkan sedikit badannya dan melangkah pergi meninggalkan Devan dan Catherine berdua.
__ADS_1
Devan berdiri dari tempat duduknya, lalu mengambilkan makanan untuk wanita yang ia cintai. "Terima kasih," ucap Catherine tersenyum dengan mata yang memancarkan kebahagiaan karena Devan tahu segalanya tentang Catherine termasuk makanan favoritnya.
Devan membalas senyuman wanita itu, lalu duduk kembali seraya mengambil beberapa makanan untuk dirinya sendiri dan mereka pun makan dalam keheningan. Setelah mereka selesai makan, pelayan datang kembali untuk membawa sisa-sisa makanan Devan dan Catherine.
"Aku punya kejutan lagi untukmu," ucap Devan tersenyum.
"Apa?" tanya Catherine tersenyum.
Devan berdiri seraya mengulurkan tangan pada Catherine, lalu Catherine pun menerima uluran tangan Devan.
Wanita itu juga berdiri dan mengikuti langkah Devan yang menuntunnya mendekati air mancur yang ada di tengah-tengah taman tersebut.
"Kita ngapain ke sini?" tanya Catherine lembut.
"Lihatlah!" titah Devan dengan jari telunjuk yang mengarah pada langit dan bersamaan dengan kembang api yang terus bermunculan dan bertuliskan 'I love you'. Catherine pun terharu melihat tulisan tersebut hingga wanita itu meneteskan air mata dan mengucapkan sesuatu yang membuat Devan terkejut dan mematung menatap wanita yang ia cinta.
"I love you too, Devano Brian Galaxy, Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap Catherine sesegukan sambil menatap langit dengan cahaya kembang api yang tidak berhenti mengeluarkan kelap kelipnya.
"Apakah aku tidak salah dengar?" tanya Devan memastikan.
Catherine menoleh, lalu memeluk orang yang sedang mematung menatapnya penuh cinta. "Tidak, aku mencintaimu meskipun aku tahu bahwa aku tidak berhak mencintaimu," ucap Caterine.
Devan pun mengangkat tangannya dan membalas pelukan wanita itu. "Aku menantikan momen ini, sekarang aku sangat yakin untuk merebutmu dari suamimu!" ucap Devan tersenyum seraya memejamkan matanya perlahan menikmati pelukan hangat wanita tersebut.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...TBC...