
"Ada perlu apa kau mendatangiku? Bukankah kau masih libur sementara?" tanya Devan mengerutkan kening.
"Tadi Mark menghubungiku dan memberitahukan apa yang terjadi di sini, Tuan," jawab Roy.
"Terus, kamu mau apa? Kamu tidak akan bisa mengembalikan apa yang terjadi! Jika kau mau minta kebebasan untuk wanita itu, jangan harap aku akan mengabulkannya!" ucap Devan menatap Roy tajam.
"Tidak, Tuan! Saya hanya ingin minta maaf kepada Tuan dan Nona Catherine karena kecerobohanku, Nona Catherine diperlakukan semena-mena!" jawab Roy dengan perasaan bersalah.
"Aku hanya heran saja pada sekretaris penggantimu itu, padahal jelas-jelas di sini banyak foto istriku, kenapa dia bisa tidak mengenalinya?" tanya Devan menaikkan sebelah alisnya.
"Mungkin dia tidak terlalu memperhatikan, Tuan! Karena dia masih baru, jadi dia belum teliti dengan wajah Nona Catherine," jawab Roy santai.
"Baiklah, sekarang kamu tidak boleh cuti lagi! kamu diperbolehkan cuti seminggu sebelum pernikahan dan 3 hari setelah pernikahanmu! Khusus bulan madu terserah kamu, tapi kamu harus menyiapkan orang yang mampu menghandle pekerjaanmu dengan baik dan bisa menjaga sopan santun selama kamu cuti!" titah Devan seraya menyilangkan jari-jarinya dan duduk bersilang di kursi kebesarannya.
"Baik, Tuan!" jawab Roy datar.
"Kalau begitu, sekarang kau boleh keluar!" titah Devan dengan wajah yang masih kesal.
"Baik, Tuan!" jawab Roy lagi.
Roy beranjak, lalu melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
-
-
-
"Dev, aku pulang dulu!" pamit Catherine tersenyum.
"Biar aku antar!" Devan menawari untuk mengantar wanita itu ke mobil. Namun, Catherine malah menolaknya karena tidak ingin merepotkan suaminya tersebut.
"Tidak usah, dibawah 'kan ada bodyguard! Jika kau masih khawatir, kau bisa mengawasiku lewat CCTV!" ucap Catherine dengan senyum yang mengembang.
"Baiklah! Tapi kamu janji akan baik-baik saja untukku!" ucap Devan tersenyum.
"Iya!" jawab Catherine membalas senyuman suaminya.
Catherine mendekati Devan, lalu mencium pipi kanan kiri Devan, dan yang terakhir wanita itu mencium bibir suaminya sekilas, setelah itu Catherine kabur menuju pintu keluar dan menutup pintunya dengan keras.
"Awas kamu ya!" ancam Devan dengan senyum yang terukir di bibirnya.
Catherine pun lari sambil tertawa terbahak-bahak. Ia menertawakan Devan yang terkejut karena ulahnya.
__ADS_1
Namun, saat dirinya hendak sampai di pintu lift, tiba-tiba tubuhnya terpental karena menubruk tubuh seseorang, beruntung orang tersebut segera menangkapnya sebelum tubuh wanita itu jatuh ke lantai.
Catherine terkejut hingga ia melebarkan mulutnya setelah melihat siapa orang yang sedang menangkap tubuhnya tersebut.
"Mas Randa!" gumam Catherine.
Dalam beberapa saat, pandangan mereka bertemu, Randa tersenyum saat melihat wajah orang yang ia cintai berada dalam dekapannya.
Sekelebat bayangan Randa yang menyiksa dirinya kini kembali diingatan wanita itu hingga ia merasakan sakit di kepalanya. Catherine terus menatap Randa mencoba mengingat apa yang terjadi padanya selama menikah.
"Kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanya Randa tersenyum.
"Tidak, aku tidak baik-baik saja!" ucap Catherine dengan wajah panik karena merasa takut pada pria tersebut.
"Aku membencimu dengan sangat!" ucap Catherine yang masih menatap Randa, mencoba mengingat semuanya.
Wanita itu memegang kepalanya karena rasa sakit itu tiba-tiba datang saat melihat pria tersebut.
Keduanya berdiri berhadapan dengan jarak yang tidak jauh. Randa pun semakin merasa bersalah saat mendengar ucapan Catherine.
"Tapi, aku mencintaimu dengan sangat!" ucap Randa menatap Catherine sendu.
"Tidak boleh ada seorang pun yang berhak mencintai istriku kecuali aku, dia milikku dan aku tidak ingin dia ditatap siapa pun termasuk kamu!" ucap Devan yang tiba-tiba melangkah mendekati Randa dan Catherine.
Catherine masih trauma dengan penyiksaan Randa hingga Wanita itu merasa takut pada pria tersebut. Namun, Catherine menahannya agar dia tidak kelihatan lemah.
"Maaf, pak! Saya ingin ke ruangan Anda karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. Namun, saya tidak sengaja bertabrakan dengan Nona Catherine di sini!" jawab Randa tersenyum kaku.
"Ya sudah, kamu ke ruanganku duluan! Aku ingin mengantar istriku ke bawah sebentar!" ucap Devan.
"Baik, Tuan!" jawab Randa membungkukkan sedikit badannya.
Devan pun menggandeng tangan Catherine dengan mesranya menuju pintu lift, sementara Catherine menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu, Randa yang melihat kemesraan keduanya langsung merasa iri dan hatinya dipenuhi dengan perasaan penuh penyesalan.
Pria itu menatap Catherine berbeda, ia melihat Catherine penuh rona kebahagiaan, berbeda ketika menjadi istrinya yang selalu berwajah muram dan dipenuhi dengan kesedihan.
Setelah pintu liftnya tertutup sempurna, Randa melangkah menuju ruangan Devan dengan perasaan hampa.
Randa membuka ruangan atasannya, Pria itu semakin terluka saat melihat suasana kantor Devan yang dipenuhi dengan Foto Catherine.
Randa mengambil Foto Mesra Devan dan Catherine yang ada di nakas di belakang kursi kebesaran Devan.
Pria itu Menatapnya intens dan tak terasa setitik air matanya jatuh saat melihat foto itu, ia merasa sangat menyesal karena menyia-nyiakan orang yang dicintainya.
__ADS_1
Lalu, Randa meletakkan foto itu dan mengambil foto Catherine yang ada di atas meja kerja Devan. Ia tersenyum sendu dengan air mata yang terus mengalir penuh penyesalan.
"Sebesar itukah Tuan Devan mencintaimu? Kenapa aku buta hanya karena satu kesalahan? Padahal selama kau menikah denganku, kau melayaniku dengan baik, meskipun kau selalu ku sakiti setiap saat. Aku bodoh, dan sekarang aku menyesal."
Pria itu meletakkan foto Catherine kembali, lalu Pria itu melangkah dan duduk di seberang kursi kebesaran Devan.
Pria itu menatap Foto Catherine dan Devan yang ada di dinding tepat di belakang kursi kebesaran Presdir Galaxy corp tersebut.
"Aku mencintaimu, Catherine! Kenapa aku bodoh? Kenapa aku bodoh? Sekarang aku tidak bisa lagi memilikimu!" ucap Randa penuh penyesalan.
"Sekarang aku sadar kenapa kau lebih memilih Tuan Devan dibandingkan aku, kamu benar, kebahagiaan bukan karena harta tapi kebahagiaan adalah saling mengerti dan saling percaya, bisa memaafkan dan juga bisa menerima kekurangan."
"Sekarang aku sadar bahwa cintaku padamu tidak sebesar cinta Tuan Devan untukmu! Dulu kau meninggalkan orang tuamu hanya untukku tapi aku melupakan hal itu karena satu kesalahanmu! Maafkan aku Cath ... Maaf ... !" Randa menundukkan kepalanya penuh penyesalan.
"Istriku pasti sudah memaafkanmu! Hatinya lembut dan tidak memiliki dendam pada siapapun yang pernah menyakitinya, hanya saja dia trauma hingga dia takut saat melihatmu!" Devan tiba-tiba datang dari balik pintu ruangan tersebut.
Dengan segera Randa menghapus sisa-sisa air matanya, saat mendengar suara Devan dari balik punggungnya.
Devan duduk di kursinya seraya menatap Randa dengan senyum yang mengembang. "Jujur saja, aku sangat muak melihat wajahmu, karenamu istriku celaka dan hampir kehilangan nyawanya!" ucap Devan.
"Maafkan saya, Tuan!" ucap Randa dengan perasaan bersalahnya.
"Awalnya aku berpikir, bahwa aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu sampai kapan pun! Tapi setelah ku pikir kembali, kenapa aku harus membencimu? Padahal aku tahu bahwa kamu nggak salah, hanya saja istrimu tidak bisa mengontrol emosi hingga ia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, dan maaf, untuk saat ini aku belum bisa mengeluarkannya dari penjara," ucap Devan menatap Randa datar.
"Tidak apa-apa, Tuan! Mungkin takdirnya memang harus melahirkan dipenjara!" ucap Randa tersenyum kaku.
"Dan terima kasih atas pengertiannya, Tuan!" ucap Randa.
"Oh, iya! kamu bisa kembali kerja di kantor ini, biar nanti kutukar posisi kamu dengan manager kantor ini!" ucap Devan tersenyum.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan pernah lupa jejaknya, biar Othor makin semangat buat nulis 🤭😂
__ADS_1