
Setelah perdebatan panjangnya, Roy melepaskan tangan Putri perlahan. Wanita itu masih terisak di balik punggung pria itu.
"Lepaskan aku! Aku harap kau bisa merenungi kesalahanmu!" Roy melangkah meninggalkan kamar itu tanpa menoleh pada sang istri karena kemarahan yang membuncah.
Putri pun hanya meluruhkan badannya, dan duduk di lantai setelah Roy menutup pintu kamar tersebut. Wanita itu menangis terisak-isak menyesali ucapannya pada sang suami.
"Kenapa aku begitu egois, aku menjauhkan Brata dari Gina karena aku pikir dia akan melakukan hal yang sama pada Gina seperti apa yang dia lakukan pada Keyla."
"Aku hanya tidak ingin adikku tersakiti, tapi ternyata ucapan suamiku benar, jika aku menginginkan kebahagiaan Regina seharusnya aku tidak menghalangi cinta mereka!" ucap Putri dengan tangisan yang memecah kesunyian di kamar itu.
"Maafin aku, Mas! Maafin kakak, Gina!" ucap Putri dengan tangis yang terisak-isak.
Sementara Roy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena kecewa dengan ucapan istrinya tersebut, hingga di tengah jalan ia hampir menabrak mobil seseorang yang sedang mogok.
Roy pun keluar dengan kemarahan yang membuncah. Akan tetapi, setelah ia melihat seseorang yang di kenalnya, kemarahannya pun mereda.
"Selena?" panggil Roy pada seorang wanita yang sedang sibuk mengecek keadaan mobilnya.
Wanita itu menoleh, menatap seseorang yang suaranya tak lagi asing baginya. "Roy ... ! Kau di sini?" tanya wanita itu tersenyum.
Pria itu semakin mendekati wanita tersebut, lalu berdiri di sampingnya. "Mobil kamu kenapa?" tanya Roy.
"Nggak tau, tadi tiba-tiba saja mogok," jawab Selena dengan senyum lembutnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Roy.
"Aku cuma jalan-jalan saja! Aku hanya ingin mengelilingi kota ini sebelum aku kembali!" jawab Selena.
Roy mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. " Kamu ke sini sendirian?" tanya Roy seraya mengerutkan keningnya.
"Tidak?"
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku ke sini bulan madu dengan suamiku! Hanya saja suamiku lagi ada meeting, jadi aku mengelilingi kota Paris dari pada mengurung diri di hotel!" jawab Selena tersenyum.
Kalau begitu biar aku antar kamu ke hotel. Mobilmu biar aku saja yang urus, aku akan menghubungi orang untuk memperbaikinya!" ucap Roy dengan senyum tipis.
"Okay, baiklah!" jawab Selena membalas senyuman Roy. Setelah itu, Roy mengantar Selena ke hotel tempat ia menginap.
Sesampainya di sana, Selena turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih, pada pria tersebut.
"Lain waktu sebelum aku kembali ke Indonesia, aku ingin mengajakmu makan siang di restoran, sekalian aku ingin mengenalkanmu pada suamiku!" ucap Selena dengan senyum yang mengembang.
"Okay! Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kantor dulu!" ucap pria itu membalas senyuman wanita tersebut.
Roy memutar balik mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di kantor, ternyata pintu ruangannya sudah terbuka dan Putri sudah duduk di sofa ruangan tersebut.
Pria itu melangkah menuju kursi kebesarannya, dan Putri pun mendekati pria itu dan berdiri di sampingnya.
"Kamu dari mana saja, Mas?" tanya Putri.
"Mas ... !" panggil Putri lagi.
"Aku dari luar!" jawabnya tanpa menatap Putri.
"Siapa yang kau temui? Kata sekretarismu, kamu tidak ada jadwal meeting hari ini?" tanya Putri dengan wajah penuh tanya.
"Aku tidak menemui siapa pun!" jawab Roy datar.
"Tapi ... "
"Sudahlah, lebih baik kamu pulang, aku tidak ingin berdebat denganmu di sini! Kita bicara nanti malam saja!" ucap Roy datar.
__ADS_1
"Aku tidak ingin berdebat, tapi aku ingin ... "
"Aku ingin kerja, please jangan ganggu aku!" ucap Roy yang masih sibuk dengan berkas-berkas yang ada di mejanya tersebut.
Putri pun tidak menyela ucapan pria itu lagi, ia langsung melangkah dan pergi dari ruangan itu, sementara Roy mengehentikan kegiatannya dan menatap langkah istrinya yang lari menuju pintu keluar ruangan tersebut.
Roy pun memejamkan matanya, ia tidak ingin menyakiti hati sang istri, tapi ia hanya ingin membuat istrinya sadar bahwa ucapan wanita itu sangat melukai perasaannya.
"Maafin aku, Put! Aku tidak ingin kau mengatakan hal itu lagi! Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kau minta perceraian lagi padaku!" gumam Roy dengan air mata yang menetes tanpa bisa ia cegah. Pria itu menghapusnya, lalu melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.
_______
Malam harinya.
Putri menunggu Roy hingga ketiduran di sofa luar kamarnya. Pria itu pulang begitu larut karena sengaja ingin menghindari sang istri.
Roy melangkah mendekati istrinya tersebut, lalu menggendongnya ala bridal style dan membaringkan tubuhnya perlahan di tempat tidur.
Setelah itu, Roy mengecup kening Putri lembut, lalu membersihkan diri dan tidur di samping istri tercintanya.
Pagi harinya.
Pria itu berangkat sebelum istrinya bangun dan mengecek keadaan anak-anaknya. Ia pun tersenyum setelah melihat buah hatinya tidur nyenyak, ia pun melangkah pergi meninggalkan kamar itu.
Setelah Roy berangkat dari satu jam berlalu, Putri terbangun dari tidurnya, ia meraba ke samping tempat tidurnya dan membuka mata berharap suaminya ada di samping wanita tersebut.
Wanita itu pun meneteskan air mata, rasa kecewa saat suaminya tak ada di sampingnya kini menyeruak ke relung hatinya, bahkan ia sulit untuk menelan ludah karena ia tidak bisa menahan rasa rindu akan senyuman sang suami.
Setiap pagi Roy terbiasa menyambut wanita itu dengan senyuman dan ciuman sebagai tanda kasih sayang. Akan tetapi, pada pagi itu, Putri tidak melihat sang suami di sisinya. Ia duduk lalu menatap ke arah pintu kamar dan menangis sejadi-jadinya.
"Maafin aku, Mas! Maafin aku!" ucap Putri dengan air mata yang mengalir karena menyesali perbuatannya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...