
"Aku selingkuh dengan orang yang bukan milik orang lain, berbeda denganmu yang sengaja mengambil suami orang lain karena nggak laku!" ucap Catherine tersenyum sinis.
Mikha yang mendengar ucapan Catherine emosinya tak tertahan lagi, hingga saat ia melihat mobil yang melaju hampir mendekat, Mikha langsung mendorong tubuh Catherine ke jalanan hingga tubuh wanita itu terpental karena tabrakan mobil yang begitu keras.
"Catherine ... !" teriak seorang dari kejauhan.
Seketika pria itu lari mendekati Catherine yang bersimbah darah, dan mengambil kepala wanita itu, meletakkan pada pangkuannya. "Sayang, bangun!"
Catherine yang kesadarannya belum menghilang sepenuhnya. Ia mengangkat tangannya perlahan dan menyentuh pipi Pria yang dicintainya seraya tersenyum lembut.
"Jika mencintaimu adalah kesalahan dan dosa, maka dosa terindahku adalah kamu! Aku mencintaimu, Devan!" ucap Catherine lemah.
Devan mengambil tangan Catherine yang menempel di pipinya. Lalu, mencium tangan itu dengan air mata yang tak bisa dibendung.
Setelah beberapa saat, tangan Catherine jatuh dari tangan Devan. Kesadarannya pun menghilang seiring dengan air mata Devan yang tidak berhenti mengalir.
"Cath ... bangun! Kau tidak boleh seperti ini! Bangun, Cath! Bangun ... !" teriak Devan.
"Kau tidak boleh meninggalkanku begitu saja, kau harus hidup untukku, aku tidak bisa hidup tanpamu! Kau nyawaku! Bangunlah Cath! Bangun!" teriak Devan.
Mikha yang terkejut karena kehadiran Devan, ia langsung lari dan menghilang. Devan yang khawatir, langsung menggendong tubuh Catherine ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.
_
_
_
Catherine kini berada di ruang ICU, wanita itu koma karena benturan yang cukup keras tepat di kepalanya.
Devan pun hanya bisa menatap Catherine dengan wajah sendu. Ia menghubungi keluarga Catherine, memberitahu tentang keadaan wanita itu.
"Kenapa dia bisa seperti ini?" tanya seseorang yang tiba-tiba Masuk ke ruangan Catherine.
__ADS_1
Devan menoleh, menatap arah suara di belakangnya. "Kita bisa bicara di luar?" tanya Devan.
Pria itu itu mengangguk, lalu Devan pun beranjak dan melangkah menuju pintu keluar setelah mendapat jawaban dari pria itu. Pria itu pun mengikuti langkah Devan.
_________
Kedua pria itu duduk bersebrangan di cafe dekat rumah sakit. Keduanya pun memesan minuman sambil duduk santai.
Devan membuka percakapan terlebih dahulu. "Kita belum kenalan! Aku Devan Brian Galaxy!" ucap Devan seraya mengulurkan tangannya.
"Wilson Brata Sunation!" Brata menerima uluran tangan Devan. "Sekarang katakan, apa yang terjadi!" ucap Brata menatap Devan datar.
Devan menghela nafasnya. "Catherine di dorong seseorang, aku tidak tahu pasti kejadiannya seperti apa? Yang jelas, dia di dorong istrinya Randa."
"Aku sudah menugaskan seseorang untuk menangkap dia dan menyerahkan pada pihak yang berwajib!" lanjutnya.
Brata mengepalkan kedua tangannya mendengar cerita Devan. "Apakah Randa itu suami adikku?" tanya Brata dengan wajah menahan emosi.
"Jadi adikku sudah bercerai sekarang?" tanya Brata lagi dengan wajah terkejut.
"Iya! Catherine menderita hidup dengannya. Selama 1 tahun dia diperlakukan tidak adil, bahkan Randa menikah lagi. Catherine yang tidak tahan dengan perlakuan suaminya, ia menerima tawaranku untuk menjadikanku selingkuhannya!" jawab Devan tanpa menutupi kebenaran.
"What?" Brata melebarkan mulutnya mendengar pernyataan Devan.
"Ini bukan lelucon! Aku tau kamu itu orang yang berkuasa di negara ini! Tapi kamu tidak berhak mempermainkan adikku!" sentak Brata menatap Devan tajam.
"Aku tidak mempermainkan Catherine, cintaku tulus padanya! Aku hanya mencintai Catherine, hanya mencintainya!" ucap Devan membalas tatapan Brata tak kalah tajamnya.
"Jika kamu mencintai Catherine, lalu kenapa kau bertunangan dengan Putri?" tanya Brata yang masih menatap Devan tajam.
"Putri tidak bertunangan denganku tapi bertunangan dengan sekretarisku 'Roy!" jawab Devan.
"Kau masih mengelaknya, aku diundang ke acara pertunangan kalian, hanya saja aku tidak bisa datang karena ada meeting dadakan, apakah kau masih mau mengelaknya?" tanya Brata dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Carilah informasi tentang pertunangan tadi jika kau masih meragukanku!" ucap Devan kesal.
"Baiklah, aku percaya!" ucap Brata datar.
"Apakah kau benar-benar mencintai adikku?" tanya Brata menatap Devan penuh tanya.
"Apa yang perlu kubuktikan jika aku mencintainya?" tanya Devan datar.
Brata tersenyum tipis. "Nikahi adikku!" titah Brata tersenyum tipis.
"Kau tidak perlu menantangku, Kakak ipar! Tanpa kau suruh pun aku memang akan menikahinya!" jawab Devan tersenyum tipis.
"Buktikan, jangan cuma pandai membual!" ucap Brata.
"Seandainya Catherine sudah resmi bercerai. Sekarang pun, aku siap menikahinya," ucap Devan datar.
"Aku akan menagih janjimu! Sekarang aku mau menjenguk adikku dulu!" ucap Brata seraya berdiri.
"Okay ... aku juga menunggu saat itu tiba!" jawab Devan santai.
Brata pun melangkah meninggalkan kafe tersebut. Sementara Devan hanya menatap kepergian Brata.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa jejaknya ya, Guys 🥰
Thank you untuk kalian semua ❤️
Love you, Muachhh😘
__ADS_1