Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Harga diri


__ADS_3

Catherine menangis sepanjang malam, kasih sayang seorang suami hanyalah hayalan baginya kerena ia tidak pernah mendapatkan hal itu.


Ke esokan harinya. Catherine bangun dengan mata bengkak. Ia mandi dan cuci muka. Wanita itu memebersihkan diri, lalu bersiap untuk berangkat kerja.


Setelah itu Catriene pun keluar kamar dengan badan yang sudah fresh. "Aku tidak boleh sedih lagi!" ucap Cathrine menyemangati dirinya sendiri. Lalu melangkah menuju dapur untuk sarapan.


"Kamu tidak masak?" tanya Randa tiba-tiba keluar dari pintu dapur.


"Kita sarapan roti aja pagi ini," jawab Catherine datar.


"Kenapa kamu nggak masak? Padahal kamu tahu bahwa istriku sedang masuk rumah sakit!" ucap Randa emosi.


"Kenapa kau terlihat marah, Mas? Aku tidak wajib melayani istrimu, bahkan aku berhak mengajukan gugatan perceraian, karena kamu tidak pernah memberiku nafkah batin dan menikah lagi tanpa seizinku!" ucap Catherine meluapkan emosinya.


Plak


Randa menampar pipi Catherine hingga sudut bibirnya berdarah. "Dasar istri durhaka!" umpat Randa dengan emosi yang meledak-ledak.


"Ternyata kalau ja*lang akan tetap menjadi ******!" Pria itu menatap Catherine dengan wajah merah padam.


"Hah ... Durhaka?" ucap Catherine tersenyum sinis sambil memegang pipinya yang terasa panas. Lalu menatap pria itu dengan pancaran kemarahan.


"Sudah cukup baktiku padamu selama ini! Aku mencintamu dengan buta hingga aku rela meninggalkan orang tuaku hanya demi suami kejam sepertimu!" ucap Catherine sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.

__ADS_1


"Aku pikir cintamu sebesar cintaku hingga takkan goyah meskipun sebesar apapun rintangannya. Namun, sekarang aku sadar bahwa kamu bukan pangeran impianku, dan kamu tidak pernah mencintaiku," ucap Catherine.


"Hah, pangeran impian?" Randa tersenyum sinis dengan menarik sebelah sudut bibirnya.


"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah menemukan pria yang mencintaimu seperti aku,"


"Karena hanya pria bodoh yang bisa mencintai wanita ja*lang sepertimu!" sentak Randa sambil mengelilingi tubuh wanita itu.


"Kalau begitu, ceraikan aku! Akan kubuktikan bahwa aku bisa mendapatkan orang yang lebih menghargaiku dibandingkan kamu!" pinta Catherine menatap lurus ke depan tanpa menatap Randa yang masih memutari tubuhnya.


"Percaya diri sekali kamu!" ucap Randa berdiri tepat di hadapan wanita itu.


"Usahalah untuk lepas dariku! Karena sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskanmu! Aku tidak akan pernah puas menyiksamu, sebelum melihat batinmu benar-benar terluka," ucap Randa.


"Randa yang kukenal adalah Randa yang mampu melindungiku dari segala marabahaya, Randa yang ku kenal adalah Randa yang tidak pernah bicara kasar sekalipun aku marah-marah tanpa alasan, dan Randa yang kukenal adalah Randa yang tidak pernah tega melihatku tergores lahir apalagi batin. Namun, semua itu bukanlah sikap Randa Suamiku. Aku merindukan Randa sebelum kita menikah, aku benci Randa suamiku!" ucap Catherine dengan mata yang memerah karena kemarahan.


"Aku semakin yakin untuk mengajukan surat gugatan perceraian ke pengadilan, karena aku tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam pernikahan ini," ucap Catherine.


"Silakan saja, maka aku akan bilang pada semua orang bahwa kamu seorang jal*ng yang tidak punya harga diri, dengan begitu orang tuamu akan tambah kecewa dan mungkin tidak akan pernah menerimamu lagi sebagai anak!" ancam Randa.


"Keterlaluan!" Catherine hendak melayangkan tamparannya untuk Randa. Namun, tangannya langsung ditangkap oleh pria itu dan dihempaskan secara kasar.


"Kamu yang keterlaluan. Aku sangat mencintaimu tapi kenapa kau membuatku terluka, hah?" teriak Randa.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu mengingatnya, Mas? Padahal kamu tahu bahwa aku tidak ingin berhianat." Catherine juga berteriak.


"Sudah, cukup! Jika kau ingin bercerai berusahalah semampumu, aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku tidak akan pernah melepasmu sampai kapanpun!" ucap Randa.


Lalu pria itu melangkah pergi meninggalkan Catherine yang masih menatapnya tajam.


"Aku tidak akan membuang-buang air mataku lagi hanya demi orang sepertimu, Mas!"


"Percuma aku menjadi istri yang baik. Namun, pada kenyataanya kau tak pernah menoleh padaku!" gumam Catherine setelah bayangan Randa menghilang dari balik pintu.


...❤❤❤❤❤...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 😍


Terima kasih atas dukungan kalian, love you 😘


Aku tahu sebagian pembacaku ini dapet Rekomendasi dari Bestie-bestieku, iya 'kan? 🙈


Terima kasih ya sudah berkunjung ke karya recehan seperti karyaku


love you All 😘

__ADS_1


__ADS_2