Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Larut dalam penyesalan


__ADS_3

"Sayang ... nanti malam kamu nggak perlu repot-repot masak, mommy mengundang kita makan malam!" ucap Devan setelah ia makan siang di kantornya dengan Catherine yang menyuapi pria itu.


Mereka berdua duduk bersebelahan di sofa ruangan tersebut dengan Devan yang selalu memainkan rambut Catherine.


"Baiklah, nanti sore aku siap-siap dan langsung berangkat. Kamu berangkat dari sini saja, Dev! Rumah kita 'kan bersebrangan dengan tempat tinggal daddy dan mommy, kalau kamu jemput aku, nanti kamu bolak balik." Catherine menatap Devan dengan senyum yang merekah.


"Nggak apa-apa, Sayang! Biar nanti aku jemput saja." Devan membalas senyuman Catherine.


Catherine menarik nafasnya. "Baiklah terserah kamu saja!" ucap Catherine.


"Tapi kalau bisa kamu pulang lebih awal ya, Dev! Aku mau bantuin mommy masak!" ucap Catherine tersenyum.


"Baiklah, tapi kamu jangan capek-capek! Di sana banyak pelayan, kamu tinggal nyuruh mereka apa yang kamu butuhkan!" ucap Devan seraya menoyor kepala istrinya.


"Devan, rambutku berantakan!" ucap Catherine memanyunkan bibirnya.


"Jangan menggodaku, nanti kerjaanku nggak kelar-kelar!" ucap Pria itu.


"Siapa yang menggodamu?" Catherine menatap suaminya jengah.


"Ini apa?" Devan menyentuh bibir Catherine dengan jari telunjuknya. Catherine pun memegang jari Devan, lalu menatap pria itu kesal.


Akan tetapi, Devan menatapnya dengan senyum yang mengembang hingga perlahan Catherine juga tersenyum karena terpana dengan senyuman suaminya tersebut.


Tatapan mereka bertemu, menyalurkan rasa cinta yang mendalam di hati mereka masing-masing. Perasaan bahagia yang tidak dapat mereka ungkapkan melalui kata, kini tersalurkan dengan hanya sebuah tatapan.


Saat mereka masih saling tatap penuh Cinta, tiba-tiba ruangan tersebut terbuka dan tampaklah Randa di ambang pintu.


Baik Devan maupun Catherine menoleh ke arah pintu masuk menatap pria itu berbeda. Jika Devan menatap Randa dengan senyum tulusnya, sementara Catherine menatap pria itu datar dengan tatapan tanpa bisa diartikan.

__ADS_1


Randa yang lupa mengetuk pintu, kini ia membungkukkan sedikit badannya. "Maafkan saya, Tuan! Saya lupa mengetuk pintu!" ucap Randa menundukkan kepalanya. Pria itu hendak menutup pintunya kembali, namun Devan mencegahnya.


"Randa, masuk saja!" titah Devan seraya tersenyum.


"Baik, Tuan!" Randa membungkukkan sedikit badannya, lalu masuk dan menutup pintu ruangan itu kembali.


"Silakan duduk!" titah Devan seraya mengulurkan tangannya pada sebuah kursi di seberang meja kerjanya.


"Baik, Tuan!" jawab Randa seraya melangkah dan duduk di kursi tersebut.


"Dev, aku pulang dulu!" ucap Catherine tersenyum.


"Ya sudah. Hati-hati, Sayang!" jawab Devan seraya membalas senyuman Catherine.


Catherine mengangguk sambil tersenyum menatap suaminya tersebut. Akan tetapi, keromantisan keduanya membuat Randa iri dan semakin menyesal karena telah menyia-nyiakan Catherine.


Pria itu pura-pura tidak peduli, sekuat tenaga ia menahan dirinya supaya tidak terlihat menyedihkan.


"Iya, Sayang! Ya udah sana! Bisa-bisa kerjaanku nggak kelar-kelar kalau kamu masih di sini!" ucap Devan dengan senyumnya yang tak memudar.


Catherine tersenyum, lalu melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Sementara Randa, ia sangat terluka dan terus berlarut dalam penyesalan yang mendalam.


Devan beralih menatap Randa setelah bayangan Catherine menghilang dibalik pintu. Pria itu melangkah dan duduk di kursi kebesarannya.


Pria itu tersenyum menatap mantan suami Catherine tersebut, ia tidak menyimpan dendam pada Randa, karena ia sadar diri, bahwa penyebab kehancuran rumah tangga Randa dan Catherine adalah dirinya sendiri. Bahkan ia merasa bersalah akan hal itu.


"Apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Devan tersenyum.


"Tidak, Tuan! Saya hanya ingin minta tanda tangan Anda!" ucap Randa seraya menyerahkan berkas-berkas yang dibawanya.

__ADS_1


"Baiklah, mana berkasnya?" tanya Devan dengan tangan yang bertumpu pada meja kerjanya.


Randa menyodorkan berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan pria itu. Sementara Devan menandatangani berkas-berkas tersebut setelah mengeceknya terlebih dahulu.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰


Jangan lupa jejaknya ya, Sayang! Biar Othor tambah semangat 😍


Insya Allah mulai Besok Othor akan update 3 kali perhari dengan Bab yang lebih panjang 🥰


Like Komen jangan sampai ketinggalan 😘


Untuk vote, thank you banget kalian kasih Othor tanpa Othor minta, dukungan kalian sangat berarti bagi Othor 😍


Sambil nunggu Othor update mungkin ada yang suka fantasi 🥰


Berikut Cover dan blurbnya seperti di bawah ini 👇👇👇



(Karya ini sudah pernah author publish dengan nama pena Rf°Ulin Mustawa25~. Dikarenakan ada masalah dengan akun nya maka author putuskan untuk membuat ulang cerita ini dengan judul yang sama. Mungkin ada sedikit perbedaan dengan yang sebelumnya jadi harap maklum.)


Seorang perempuan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya meninggal di tempat. Seharusnya orang yang telah meninggal akan langsung menuju ke alam baka, tapi tidak untuk seorang gadis yang bernama Alya.


Saat Alya kira sudah meninggal tiba tiba ia terbangun dan mendapati dirinya berada di zaman yang sangat jauh dari kehidupan modern.

__ADS_1


Menempati tubuh seorang putri yang di ketahui meninggal karena di siksa oleh selir ayahnya. Kepergian permaisuri yang penuh dengan misteri membuat Alya penasaran dan berusaha untuk mencari tahu alasan di balik kematian permaisuri.


Mampukah Alya mengungkap semua misteri tersebut?


__ADS_2