
"Kalau begitu, kita aku dulu Kak!" pamit Putri.
"Aku juga, Kak!" ucap Keyla tersenyum.
"Silahkan!" jawab Catherine seraya tersenyum. Lalu Putri dan Keyla melangkah meninggalkan ruangan wanita itu.
Setelah kepergian kedua gadis itu, seketika air mata Catherine tak lagi bisa dibendung. Catherine meluruhkan air matanya.
"Aku sangat merindukanmu, Kak! Tapi aku malu untuk menemuimu, aku menderita karena membantah kalian," ucap Catherine dengan tangisan pilu.
"Tok tok tok ... "
Seketika tangisan Catherine terhenti saat mendengar suara ketukan pintu. Wanita itu pun langsung menghapus air matanya dan berusaha mengatur nafasnya kembali.
"Masuk!" titah Catherine.
Sekretaris Catherine pun masuk, lalu melangkah mendekati wanita itu dan membungkukkan sedikit badannya.
"Ada apa, Tar?" tanya Catherine tersenyum.
"Di depan ada Tuan Devan! Menunggu Anda. Beliau ingin menemui Anda langsung dan melihat hasil Desain Anda."
"Devan?" tanya Catherine seraya mengerutkan keningnya.
"Iya, Putra dari pemilik butik ini Nona, Nyonya Rani hanya sekretaris Bu Gracia. Pemilik sebenarnya adalah Nona Garacia Istri dari Tuan Brian Alaska Galaxy pemilik Galaxy corp."
Deg
"Devan," batin Catherine.
"Apakah dia orang yang dijodohkan dengan Nona Putri?" tanya Catherine dengan suara yang tercekat.
Wanita itu dapat menebak bahwa Devan yang dimaksud Putri adalah orang yang sama dengan Devan yang ia kenal.
__ADS_1
"Betul, Nona! Selain Nyonya Gracia dan Nyonya Rani sahabatan, Tuan Brian dan Tuan Ryan juga bersahabat dekat," jawab Tari.
"Kenapa hatiku sakit, saat tahu bahwa Devan dijodohkan dengan Nona Putri, padahal aku bukan siapa-siapa. Tidak, perasaan ini salah, aku tidak mungkin mulai menyukai Devan," batin Catherine.
"Nona!" panggil Tari saat melihat atasannya itu melamun.
"Eh, iya!" jawab Catherine dengan suara gelagapan.
"Tuan Devan menunggu Anda, Nona!"
"Baiklah, biarkan dia masuk ke ruanganku!" titah Catherine dengan senyum kakunya.
"Baik, Nona!" jawab Tari membungkukkan sedikit badannya, lalu wanita itu keluar dari ruangan tersebut.
_
_
_
Pria itu muncul dari balik pintu setelah beberapa saat Tari keluar dari ruangan wanita itu.
Catherine memutar bola matanya malas."Ngapain kamu kesini?" tanya Catherine mengerutkan kening.
Devan mendekati Catherine, lalu duduk di seberang wanita itu dengan menatap Catherine tanpa arti. Pria itu terus mengembangkan senyumnya hingga membuat Catherine salah tingkah.
"Kamu kenapa, sih?" tanya Catherine menaikkan sebelah alisnya
Devan masih terus tersenyum tanpa menghiraukan pertanyaan Catherine yang menatapnya penuh tanya.
"Hey, kamu kesambet di mana, sih?" tanya Catherine frustasi melihat tingkah aneh pria itu.
"Aku kesambet di hatimu, aku tersesat dan tak bisa kembali lagi," ucap Devan.
__ADS_1
"Apaan sih? Kamu semakin ngawur saja," ucap Catherine menatap Devan jengah.
"Kamu ngapain sih, kesini?" tanya Catherine kembali, wanita itu tidak mengalihkan tatapannya dari Devan.
"Bukankah kamu sudah tahu tujuanku datang kemari?" tanya Devan balik.
"Enggak, aku nggak tahu," ucap Catherine bingung.
"Kamu sengaja 'kan pura-pura lupa?" tanya Devan sambil bersandar pada kursi di seberang Catherine dengan tangan yang berlipat di dada.
Catherine tidak menjawab pertanyaan Devan, wanita itu pun kembali mengerjakan desain-desainnya.
"Padahal aku sudah menyempatkan diri ke sini hanya untuk menjemputmu, suamimu pasti masih sibuk karena besok harus pindahan," ucap Devan santai.
Seketika Catherine menghentikan gerakannya, lalu menatap Devan penuh tanya. "Maksudmu apa?"
"Aku menaikkan jabatan suamimu, tapi di kantor cabang," ucap Devan santai.
Catherine menghela nafas. "Aku harap kau tidak mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan masalah pribadi," ucap Catherine menatap Devan tajam.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya Guys 🙈
Tinggalkan jejak Like and komen 🤭
Thank you 😍
Sambil nunggu Othor update mampir ke karya Bestie Othor yuk!
__ADS_1