Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Memastikan kebenaran


__ADS_3

"Hay ... !" Gimana rasanya dikecewakan? Sakit Bukan?" tanya Mikha yang tiba-tiba datang dari balik punggung Catherine.


Wanita itu pergi sebelum acaranya selesai, Mikha yang melihat Catherine pergi dari acara pertunangan Devan, ia langsung mengikuti wanita itu hingga ke taman terdekat dari rumah Devan untuk menyendiri.


Catherine menghapus air matanya, lalu menoleh dan menatap suara yang tak asing lagi baginya. "Kenapa kau selalu menggangguku? Bukankah Mas Randa sudah kau Miliki seutuhnya?" tanya Catherine menatap Mikha datar.


"Dulu kau punya Tuan Devan untuk melindungimu! Sekarang kau sendiri, kau tidak punya siapapun yang memedulikanmu!" ucap Mikha mendekat, lalu wanita itu menarik rambut Catherine.


"Stop! Aku tidak ingin melawanmu karena kamu sedang hamil, jangan sampai aku berbuat nekat hingga kau kehilangan bayimu!" ancam Catherine.


Mikha mengehempaskan rambut Catherine kasar. Lalu, Catherine yang malas untuk meladeni wanita itu, ia pergi menjauh dari Mikha. Akan tetapi, Mikha terus mengejarnya hingga keduanya bertengkar di pinggir jalan.


"Catherine! Kalau orang bicara dengarkan dulu, kamu itu nggak sopan ya! Pantesan saja Mas Randa dan Tuan Devan nggak betah berada di dekatmu!" ucap Mikha dengan wajah penuh kekesalan.


"Sopan ataupun tidak? Itu bukan urusanmu, yang penting aku bukan pelakor kegatelan sepertimu!" ucap Catherine menahan emosi.


"Apa kamu bilang? Pelakor kegatelan? Kamu tuh yang kegatelan, sudah tau punya suami, masih saja selingkuh!" sentak Mikha.


"Aku selingkuh dengan orang yang bukan milik orang lain, berbeda denganmu yang sengaja mengambil suami orang lain karena nggak laku!" ucap Catherine tersenyum sinis.


Mikha yang mendengar ucapan Catherine emosinya tak tertahan lagi, hingga saat ia melihat mobil yang melaju hampir mendekat, Mikha langsung mendorong tubuh Catherine kejalanan, hingga tubuh wanita itu terpental karena tabrakan mobil yang begitu keras.


"Catherine ... !" teriak seorang dari kejauhan.


_


_


_


Falshback On


Catherine tiba di Indonesia sehari sebelum acara pertunangan Devan dan Putri. Wanita itu menyewa hotel karena ia tidak punya tempat tinggal lagi di Indonesia.


Setelah mengajukan surat gugatan perceraian ke pengadilan. Catherine mengunjungi butik untuk mengundurkan diri. Ia berencana kembali ke London tempat ia dibesarkan dan menetap di sana untuk melupakan masa lalunya yang begitu rumit.

__ADS_1


Perasaannya memang sudah pudar pada Randa. Namun, sakitnya masih melekat di hati wanita itu.


Catherine percaya bahwa cintanya dan Devan sangat kuat dan tak 'kan terpisahkan, Catherine juga percaya bahwa Devan akan menjemputnya seperti apa yang pria itu ucapkan padanya.


Sesampainya di butik, Catherine memanggil asistennya dan menanyakan Rani, karena di hari Rabu biasanya wanita paruh baya itu datang untuk mengecek butik.


"Apakah Bu Rani datang ke butik hari ini, Tar?" tanya Catherine pada sekretarisnya.


"Tidak, Nona! Bu Rani menitipkan ini pada Anda. Semua orang besok di undang ke pertunangan Tuan Devan dan Nona Putri," jawab Tari seraya menyodorkan kartu undangan di atas meja kerja Catherine.


Jedduarrr ...


Bagai disambar petir di siang bolong, Catherine terkejut dan mengambil kartu undangan itu dengan tangan gemetar.


"Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya Tari yang melihat atasannya itu berwajah pucat setelah mendengar kabar tentang pertunangan orang yang dicintainya itu.


"Enggak apa-apa kok, Tar!" jawab Catherine tersenyum kaku.


"Kalau begitu aku permisi dulu, Nona!" pamit Tari.


Catherine langsung menjatuhkan air matanya tanpa suara setelah bayangan Tari menghilang di balik pintu.


Catherine mengambil undangan itu, lalu melihat nama yang tertera dalam undangan tersebut untuk memastikan kebenarannya.


"Tidak! Devan tidak mungkin tega menyakitiku, Devan pria yang sangat menyayangiku dan menerimaku apa adanya. Devan tidak mungkin melakukan ini!" ucap Catherine sambil menangis sesenggukan.


"Besok aku harus datang untuk memastikan kebenarannya, aku yakin Devan tidak akan pernah meninggalkanku, dia berjanji untuk menjemputku ke London." Catherine masih sesegukan.


Catherine menangis sepanjang malam di hotel tempat ia menginap, tanpa tidur, matahari sudah menampakkan sinarnya.


Catherine bersiap dan berdandan secantik mungkin, ia juga memakai kacamata untuk menutupi matanya yang bengkak.


Wanita itu keluar dari kamar hotel menuju gedung, tempat digelarnya acara pertunangan Devan dan Putri. Saat ia tiba di gedung itu, Catherine semakin terluka saat melihat nama yang terpampang nyata di gedung tersebut.


Namun, ia tetap melanjutkan langkahnya seraya berjalan di tengah keramaian para tamu undangan. Ia mencari seseorang yang ia rindukan. Namun, wanita itu tak kunjung melihatnya.

__ADS_1


_


_


_


Setelah beberapa saat ia berada di gedung itu, tiba-tiba MC membuka acaranya dan mengundang dua keluarga yang bersangkutan untuk menaiki pentas.


Catherine menjatuhkan air matanya kembali saat melihat seseorang yang ia rindukan juga menaiki pentas dengan Putri di sampingnya.


Saat sudah memasuki acara pertukaran Cincin. Catherine membuka kaca matanya dengan kelopak mata yang terus mengeluarkan cairan bening.


Ia menatap Devan sendu. Akan tetapi saat Devan hendak memasukkan cincin pada jari telunjuk Putri, Devan tak sengaja menatap wanita itu hingga pria itu diam mematung, Catherine pun membalikkan badan dan pergi meninggalkan tempat itu.


Flash Back Off


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Terima kasih atas dukungan kalian, Love you 😘


Sambil menunggu Othor update, mampir Yuk ke karya Adik kandung Othor, dengan Judul 'Mafia Cantik penakluk Gus Tampan'


Napen 'Ido Fawaiz'


Kisah Gadis Mafia dan Putra Kyai


Bagaimana kisahnya, silakan mampir biar nggak penasaran 😂🤭🙈


Covernya seperti di bawah ini 👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2