Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Bukan Hak


__ADS_3

"Kenapa kau bisa menyakitinya, Nak?" tanya Puja mengerutkan kening.


Catherine menghela nafas. "Ceritanya panjang, Mom!" jawab Catherine tersenyum menatap orang yang melahirkankannya tersebut.


"Daddy tidak akan memaksamu lagi untuk memilih pendamping hidup, yang penting kamu bahagia dan tidak main kabur-kaburan lagi!" ucap Louis.


"Catherine janji tidak akan kabur lagi Dad, sekarang Catherine pasrah dengan jalan takdir Catherine, percuma Catherine mencoba mengejar kebahagiaan, tapi pada kenyataannya penderitaan yang Catherine dapatkan!" ucap Catherine tersenyum.


"Catherine akan ke Indonesia 3 hari lagi Dad! Catherine ingin mengajukan surat gugatan perceraian, Catherine juga akan menemui Kak Brata, aku sangat merindukannya." Catherine menatap Daddynya dengan senyum yang mengembang.


"Mommy sangat bahagia kamu kembali, Nak! Mommy harap kamu tidak akan meninggalkan mommy lagi" ucap Puja tersenyum.


"Catherine juga bahagia mendapatkan maaf dari Daddy dan Mommy!" ucap wanita itu.


_


_


_


"Kamu sudah bangun, Nak?" tanya Rani tersenyum di samping Putri.


Gadis itu tersenyum, lalu mencoba untuk duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidurnya.


"Makan dulu, Sayang!" Rani menyodorkan sesendok bubur pada gadis itu. Lalu Putri pun melebarkan mulutnya menerima suapan dari mommynya tersebut.

__ADS_1


Gadis itu makan tanpa bicara dengan disuapi Rani sampai habis. Gadis itu pun tersenyum lemah saat melihat seseorang yang baru saja masuk ke kamarnya.


"Bagaimana keadaanmu, sekarang?" tanya Ryan datar.


"Baik, Dad!" jawab Putri.


"Daddy mau bicara denganmu!" ucap Ryan tersenyum kaku. Pria itu tidak tega melihat putrinya berwajah sendu, gadis yang biasanya selalu ceria penuh kebahagiaan.


Namun, setelah dipaksa bertunangan dengan seseorang yang tidak dicintainya, kebahagiaan itu seakan menghilang berganti dengan wajah sendu yang selalu menahan air mata.


"Aku juga mau bicara dengan Daddy dan Mommy!" ucap Putri tersenyum sendu.


"Kamu mau bicara apa, Nak? Katakan apapun yang ingin kau katakan! Kami tidak akan memaksamu lagi untuk bertunangan dengan Tuan muda Devan jika kau tidak menginginkannya!" ucap Rani.


"Aku menerima perjodohanku dengan Kak Devan, tidak ada alasan lagi bagiku untuk menolak pertunangan itu, Mom!" ucap Putri tersenyum kaku.


"Jika kamu merasa tersiksa dengan pertunangan ini, kami tidak akan memaksanya lagi!" ucap Ryan datar.


"Aku akan mencoba mencintai Kak Devan, Dad! Meskipun aku belum tahu hasilnya akan seperti apa?" ucap Putri pasrah.


_


_


_

__ADS_1


"Aku tidak akan mengecewakanmu! Aku akan mencoba menggagalkan pertunangan ini, aku sangat yakin bahwa Roy mencintai Putri, aku akan berusaha meyakinkannya."


"Hanya dia satu-satunya harapanku agar pertunanganku dengan Putri batal, aku percaya kamulah jodohku! Aku hanya ingin bersanding denganmu, dengan restu orang tua kita!" ucap Devan tersenyum seraya membelai bingkai Foto Catherine.


Tok tok tok ... !


"Devan ... ! Sarapan dulu, Nak!" panggil Garacia dari balik pintu.


"Iya bentar, Mom!" jawab Devan seraya beranjak dan meletakkan foto Catherine di nakasnya. Biasanya pria itu meletakkan foto Catherine di dalam lemarinya karena ia tidak ingin seorangpun tahu tentang Catherine termasuk keluarganya.


Devan sadar bahwa Catherine bukan hak nya. Tapi cintanya yang begitu besar pada wanita itu membutakan segalanya.


Devan pun menutup pintu kamarnya menyusul Garacia ke ruang makan.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Terima kasih sebanyak-banyaknya 😍


Kalian selalu memberi dukungan pada Othor ❤️


Kalian memberi Othor Vote tanpa Othor minta 🥰 Kalian baik banget sih, Othor terharu punya Readers kayak kalian 😢

__ADS_1


Kalian semua baik


love you all and Thank you very much ❤️


__ADS_2