
Ke esokan harinya
Edward berjalan gontai menyusuri koridor bandara, ia melangkah sendirian karena Sherly dihubungi dadakan, ia kembali ke rumah sakit karena ada pasien yang sangat membutuhkannya.
Saat pria itu melangkah tidak terlalu jauh, tiba-tiba ia dikejutkan dengan pelukan seseorang dari belakang.
"Jangan tinggalkan aku!" ucapnya.
Deg
Edward sangat terkejut mendengar suara orang yang tidak lagi asing baginya, suara yang selalu ia rindukan, suara yang selalu menjadi bayang-bayangnya, bahkan suara yang membuatnya depresi.
"Keyla ... !" gumam pria itu.
Keyla pun melonggarkan pelukannya. Lalu, Edward balik badan, dan menatap wanita yang dicintainya tersebut dengan senyum kakunya.
"Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?" tanya pria itu tersenyum lembut.
"Maafin aku, Edward! Maafin aku! Aku tidak pernah mendengarmu sejak dulu, dan sekarang aku menyesal karena menyia-nyiakanmu!" ucap wanita itu dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkankanmu sebelum kamu minta, sekarang saatnya kau bahagia bersama Brata." Edward tersenyum lembut.
Berbeda dengan Keyla, seketika air mata pria itu terjun bebas tanpa bisa dibendung. Ada perasaan sesak yang tidak dapat ia longgarkan melalui ucapan.
"Tidak, aku hanya mencintaimu. Hanya saja aku dibutakan cintaku, hingga aku sangat membencimu saat melihatmu tidur dengan wanita lain, aku sangat tidak rela milikku disentuh oleh siapapun."
Deg
Jantung pria itu pun berdetak tak karuan, entah ia harus sedih atau bahagia karena perasaan Keyla tidak berubah meskipun takdir memisahkan. Akan tetapi, ia sadar bahwa wanita itu sudah tidak berhak ia cintai karena wanita tersebut kini menjadi adik iparnya.
Edward tersenyum seraya memegang pundak wanita tersebut. Ia menahan segala rasa jenuh di hatinya. "Key, kamu sudah memilih jalan takdirmu untuk bersama adikku, aku mohon jaga dia baik-baik! Jangan lukai perasaannya! Aku yakin, suatu saat kau akan melupakanku dan mencintainya melebihi rasa cintamu padaku saat ini!" ucap Edward dengan senyum lembutnya.
"Percayalah! Adikku sangat baik, kamu coba jalani kehidupan dengan dia, dan sebaliknya aku akan kembali ke negaraku untuk memulai semuanya dari awal!" Pria itu tersenyum seraya melepaskan pundak wanita tersebut.
Keyla menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, kau tidak boleh meninggalkanku Edward! Kau jangan pergi, aku mohon!" ucap Keyla sesegukan.
"Maafin aku, Key! Aku harus pergi." Edward menatap wanita itu dengan senyum sendunya.
Pria itu merasa tidak tega melihat tangisan orang yang dicintainya. Namun, ia tidak berdaya untuk tetap tinggal, karena ia tidak ingin menyakiti orang-orang yang yang ia sayangi.
__ADS_1
"Tidak Edward, jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu, selama ini batinku tersiksa berada jauh darimu! Aku tidak mau jika sampai kamu menjauh dari kehidupanku! Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku mohon!" Keyla menggenggam tangan pria itu. Namun, Edward melepaskannya perlahan dan melangkah menjauh dari wanita itu.
"Maafin aku!" Edward terus melangkah tanpa menoleh pada Keyla, sementara Keyla terus menangisi orang yang dicintainya dengan tangisan yang memilukan.
Dan tanpa disadari keduanya, ada seseorang yang menyaksikan itu secara langsung, ia balik badan dan melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut sebelum ada yang melihatnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya!
Like and komen ❤️
Untuk Kak Nafisah pemenang Give away pertama! Othor tunggu nomor ponselnya yang mau diisi pulsanya.
Thank you 🙏
__ADS_1