Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Jangan harap aku kembali


__ADS_3

"Aku datang ke sini baik-baik hanya untuk mengajakmu pindah, karena aku harus kerja di tempat yang cukup jauh dari rumah ini! Tapi kau malah mengabaikan kedatanganku!" ucap Randa dengan nada tinggi.


"Kenapa Mas Randa mesti mengajakku? Lebih baik Mas Randa ajak istri muda Mas untuk pindah dan mengikuti Mas Randa kemana pun Mas Randa pergi!" jawab Catherine memutar bola matanya malas. Lalu wanita itu pun merebahkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur.


"Iya, aku juga akan mengajak Mikha untuk tinggal bersama kita, nanti!"


"What!" teriak Catherine. Wanita itu terkejut dan langsung duduk kembali dengan melebarkan kedua matanya seraya menatap Randa tajam.


"Seharusnya kau senang, karena aku masih mau mengajakmu, tapi reaksimu malah seperti ini," ucap Randa menatap Catherine malas.


"Aku ingin memperbaiki hubungan kita, tetapi sepertinya kau tidak berniat untuk menjalani hubungan yang lebih baik denganku," ucap Randa penuh kekesalan.


"Okay, aku akan ikut Mas Randa pindah, dengan syarat Mas Randa tidak mengajak Mikha ikut tinggal dengan kita juga," ucap Catherine tersenyum tipis.


"Kau tidak punya hak untuk melarangku!" sentak Randa dengan nada tinggi.


"Kalau begitu aku juga tidak mau ikut, aku akan tetap tinggal di sini meskipun tanpa kamu, lagi pula aku sudah terbiasa diperlakukan tidak adil oleh suami kejam sepertimu!" teriak Catherine dengan mata yang memerah karena emosi.


Pyarrrr ...


Catherine memegang pipinya, lalu mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Suami kejam? Aku bukan kejam, tapi aku hanya ingin membalas rasa sakit hatiku karena penghianatanmu!" ucap Randa dengan gigi yang terkatup rapat seraya menarik rambut Catherine hingga Catherine mendongak saking kuatnya tarikan Randa pada rambut wanita malang itu.


"Lepas!" teriak Catherine dengan suara penuh amarah.


"Kamu hanya bisa menyakitiku saja, selama ini aku pikir kamu pria paling baik yang pernah kutemui. Namun, pada kenyataannya bukan seperti itu. Aku kecewa dan aku menyesal karena pernah mengenalmu!" ucap Catherine dengan air mata yang mengalir tanpa permisi.

__ADS_1


Rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit hati yang Randa berikan pada wanita itu. Orang yang harusnya menjaga dan melindunginya ternyata malah menyakiti dirinya lahir batin.


"Baiklah, jika itu maumu! Aku akan pergi dengan Mikha, jangan harap aku kembali lagi ke rumah ini, dan ingat! Sampai kapan pun, aku tidak akan menceraikanmu!" sentak Randa seraya menghempaskan rambut Catherine dengan kasar hingga kening wanita itu membentur dinding kamar dan darah segar pun mengalir karena benturan yang cukup keras.


Randa pun melangkah pergi tanpa menoleh pada Catherine, pria itu meninggalkan kamar tersebut dengan amarah yang membuncah.


Catherine balik badan, lalu melangkah tertatih-tatih menuju cermin, air matanya pun mengalir deras menahan rasa sakit hati yang Randa berikan.


Setelah itu, Catherine duduk di depan cermin menatap dirinya yang acak-acakan dengan luka di bibir dan kepala karena ulah suaminya sendiri.


Catherine meluapkan rasa sakit hatinya dengan menangis dan menatap dirinya yang terlihat sangat memperihatinkan.


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ponselnya berdering dan ada VC masuk, Catherine pun mengangkatnya dan menatap seseorang dari layar ponsel diseberang telpon sana.


Pria itu terkejut saat melihat wajah wanita itu, ia langsung mematikan ponselnya dan menghilang dari bayangan yang ada di ponsel wanita itu


_


_


_


"Devan!" ucap Catherine dengan senyum yang mengembang.


"Iya, ini aku!" jawab Devan.


Pria itu melepaskan pelukannya, lalu menggendong tubuh Catherine dan mendudukkan tubuh wanita itu di sisi ranjang. Kemudian, Devan keluar kamar dan setelah beberapa saat, Devan kembali dengan membawa kotak P3K di tangannya.

__ADS_1


Devan melangkah mendekati Catherine, pria itu duduk di sisi Catherine dengan menatap wanita itu lembut. "Apa ini sakit?" tanya Devan seraya mengusap darah yang mengalir di sudut bibir wanita itu.


Catherine menggeleng pelan. Ia menatap Devan dengan senyum yang terukir manis di bibirnya.


Devan mengambil kapas dan alkohol untuk mengobati luka-luka di wajah wanita pujaannya itu. Catherine pun meringis saat Devan mengobati luka yang ada di sudut bibir wanita itu.


Devan pun menatap wajah Catherine dengan jarak yang begitu dekat, tatapan mereka bertemu yang menggetarkan jantung keduanya. "Terima kasih," ucap Catherine tersenyum.


Devan pun memiringkan kepalanya seraya memejamkan mata, lalu ia mengecup sesuatu yang terasa menjanggal, Devan pun membuka mata, lalu ia terkejut saat melihat apa yang ia cium.


"Nakal ya!" ucap Devan seraya menyentil hidung wanita itu.


Catherine tersenyum, ia sengaja menghalangi bibir Devan dengan menutupi pipinya dengan telapak tangan wanita itu. Sementara Devan melanjutkan kegiatannya, ia membersihkan luka-luka Catherine dan menempelkan perban di kening sebelah kanan Catherine Lalu, Devan mengompres luka lebam yang membiru di pipi wanita tersebut.


"Aku mencintaimu, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik hingga kamu terluka sampai seperti ini, tapi percayalah, aku akan membalasnya melebihi lukamu saat ini," ucap Devan mengangkat sebelah sudut bibirnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰


Maaf ya Readersku, Sayang 🥰


Aku menyayangi kalian semua tanpa pilih kasih, hanya saja Othor belum sempat balas komen kalian. Tapi Othor baca semuanya Kok, dan Alhamdulillah, di karya Othor yang ini tidak ada komen yang menyakiti Othor.


Terima kasih, atas dukungan kalian

__ADS_1


love you


love you All ... Muachhh 😘


__ADS_2