Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Kebahagiaan Devan dan Catherine


__ADS_3

"Bagaimana dengan keadaan istri saya, Dok?" tanya Devan dengan wajah khawatir. Pria itu duduk di samping istrinya yang masih setia memejamkan matanya.


Dokter itu tersenyum mendengar pertanyaan pria itu. "Kenapa Anda tersenyum? Jangan coba-coba mempermainkan saya ya, Dok!" sentak Devan seraya berdiri dari kursinya menatap sang Dokter yang juga berdiri di seberangnya.


"Istri Anda baik-baik saja, Tuan!" jawab sang Dokter yang masih dengan senyum yang tak memudar.


"Kamu bilang istri saya baik-baik saja? Lihat istri saya, lihat! Jika dia baik-baik saja, tidak mungkin dia sampai pingsan seperti ini!" sentak Devan dengan muka merah padam.


"Dev ... !" panggil Catherine yang merasa terganggu dengan suara Devan yang menggelegar.


"Kamu kenapa marah-marah?" tanya Catherine lemah. Wanita itu memegang tangan Devan dan menggenggamnya erat.


Sementara Devan langsung duduk kembali setelah mendengar suara orang yang dicintainya itu.


"Kamu nggak apa-apa 'kan Sayang? Apanya yang sakit?" tanya Devan seraya menatap istrinya sendu.


Catherine hanya menggeleng lemah, dengan senyum tipisnya. "Maafin aku, ya! Jangan tinggalkan aku!" ucap Catherine yang kemudian menangis saat mengingat kemarahan Devan sebelum pingsan.


Devan langsung memeluk wanita itu erat. Ia semakin merasa bersalah saat mendengar ucapan istrinya tersebut. "Tidak, seharusnya aku yang minta maaf! Tidak seharusnya aku membentakmu tadi! Cepatlah sembuh! Aku akan menuruti keinginanmu!" Devan.


"Entah kenapa akhir-akhir ini aku tidak bisa menjauh darimu, Dev! Tiap kamu jauh dariku, maka pikiranku akan membayangkan kamu akan meninggalkanku dan menemukan cinta yang lain, aku percaya padamu! Tapi pikiranku yang membuatku tersiksa!" ucap Catherine dengan tangisan pilunya.


Dokter yang menangani Catherine pun tersenyum melihat pasangan suami istri itu. Ia merasa terharu dengan kasih sayang keduanya yang begitu besar.


"Hal seperti itu wajar terjadi bagi seseorang yang sedang hamil Tuan, Nyonya! Bahkan ada yang lebih parah dari Nyonya Catherine," ucap dokter itu dengan senyum yang mengembang.


Baik Devan maupun Catherine terkejut mendengar penuturan sang dokter, keduanya pun menoleh menatap dokter itu seakan mengisyaratkan untuk menjelaskannya Kembali.

__ADS_1


"Iya Tuan, Nyonya! Selamat karena kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua!" ucap sang dokter tersenyum.


"Dokter tidak bercanda 'kan?" tanya keduanya bersamaan.


"Tidak Tuan, Nyonya! Di rahim Nyonya Catherine memang sudah ada keturunan kalian!" jelas sang dokter.


"Jadi istri saya tadi pingsan karena hamil, Dok?" tanyanya lagi.


"Iya, Tuan!"


Devan pun langsung memeluk istrinya kembali, ia menciumi seluruh wajah Catherine dengan penuh kebahagiaan.


"Kita akan punya anak Sayang! Kita akan punya anak!" ucap Devan yang tidak hentinya mengembangkan senyum. Rasa bahagia Devan yang tidak cukup di jabarkan dengan kata, tanpa sadar air matanya jatuh tak terbendung lagi.


Catherine mengangkat tangannya dan menghapus air mata suaminya tersebut. "Jangan menangis!" ucap Catherine.


Sementara Catherine hanya bisa tersenyum lemah karena keadaan tubuhnya yang terasa begitu lemas. Devan duduk di samping wanita itu kembali dan tak hentinya mengucapkan syukur.


"Oh iya, Tuan! Selama trimester pertama, saya harap Anda dan Nyonya Catherine tidak melakukan hubungan suami-istri dulu! Soalnya masih rawan terjadi keguguran!" jelas dokter tersebut.


"Apa?" Devan pun menatap wajah dokter itu tajam seakan hendak ingin menerkam. Sementara dokter itu membalasnya dengan senyuman.


"Sayang ... ! Jangan pasang wajah galakmu itu, ini demi kebaikan buah hati kita!" bujuk Catherine lembut.


Seketika Devan melunak mendengar ucapan sang istri, pria itu tersenyum meskipun ia tidak sanggup membayangkan hari tanpa menyentuh Catherine. "Okay ... ! Sekarang tinggalkan kami berdua!" titah Devan.


"Oh ya! Terima kasih, Dok!" ucap Devan tersenyum seraya menoleh pada sang dokter.

__ADS_1


"Sama-sama, Tuan! Kalau begitu, saya permisi ke ruangan yang lain dulu! Masih ada beberapa pasien yang kebetulan harus dikontrol sekarang."


"Silakan!" jawab Devan.


Pria itu menatap istrinya penuh cinta, lalu ia mengangkat tangannya dan mengelus perut datar sang istri penuh kasih. "Terima kasih telah hadir di sini, Sayang!" ucap Devan tersenyum.


Dokter itu pun pergi meninggalkan ruangan, sementara pasangan suami istri itu menikmati kebahagiaannya yang kian membuncah.


"Sayang ... ! Baik-baik ya di sini! Jangan seperti tadi lagi yang membuat Daddy khawatir!" ucap Devan mencium perut datar sang istri.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Jangan lupa jejaknya ya! 😂🤭🙈


Love you All ... Thank you 😘


Biasanya kalau Othor kalau update malem banyak Typonya 😂🤭


Bantuin Othor nemuin typo itu ya! Komen di part yang ada TYPO biar Othor langsung Revisi 🙈


Cie ... Othor manja banget ya! 🤣🤭🙈


Selamat malam, mimpi yang indah dan jangan lupa mandiin Othor juga 🤭

__ADS_1


__ADS_2