Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Pilih Catherine atau Putri?


__ADS_3

"Hai, Dev!" sapa Adrian yang tiba-tiba datang ke kantor pria itu. Ia membuka pintu ruangan Devan tanpa permisi dan duduk di kursi seberang pria tersebut.


"Tumben kamu ke sini? Biasanya kau selalu sibuk dengan istri bawelmu itu," ucap Devan seraya mengerutkan kening.


"Aku iseng aja mampir ke sini, kita pulang bareng aja. Raya ada di rumahmu, dia bilang ingin menemui Tante Gracia untuk melepas Rindu!" jawab Adrian.


"Ya sudah, ayo!" ajak Devan seraya melangkah mendahului Adrian.


"Kamu aja yang mengemudi! Aku lagi banyak pikiran," ucap Devan.


"Okay!" jawab Adrian.


"Kedua pria tersebut melangkah keluar dari ruangan Devan menuju lift, para karyawan yang di lewati keduanya membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat, tak lupa pula bisikan para karyawan wanita yang sangat mengagumi kedua sosok pria tersebut.


_


_


_


"Dev, apa benar dengan kabar yang kudengar?" tanya Adrian seraya melirik sahabatnya sekilas.


"Kabar apa?" tanya Devan datar.


"Kamu tidak perlu pura-pura bodoh!" ucap Adrian. Bukankah kau sahabatku sejak dulu? Lalu kenapa kau sekarang tidak percaya padaku?" tanya Adrian tanpa menoleh pada sahabatnya sekilas.

__ADS_1


"Catherine adalah wanita yang sama dengan wanita di Bali dua tahun lalu!" ucap Devan datar.


Seketika Adrian menghentikan mobilnya. "Kamu bercanda?" tanya Adrian.


Ia tahu betul wanita yang dimaksud sahabatnya tersebut, karena Devan pergi ke Bali bukan hanya dengan Roy dan Mark tapi dengan Adrian juga.


"Iya, aku yang menghancurkan hidupnya, karena aku Catherine menderita, ia dibenci suaminya karena aku telah merusaknya, entah apa yang akan terjadi jika sampai tahu semua ini," ucap Devan lesu.


"Tapi, bukankah wanita yang kau tiduri itu memang wanita malam? Dan kau juga membayarnya dengan harga yang cukup fantastis?" tanya Adrian.


"Jalankan mobilnya sebelum polisi datang!" titah Devan. Adrian pun melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang.


"Dia wanita malam 'kan?" tanya Adrian lagi.


"Bukan, dia mabuk karena tidak biasa minum," jawab Devan dengan tatapan kosong. Dia tersesat ke kamarku karena kita satu hotel, sedangkan wanita yang kalian sewa pada malam itu tidak jadi datang!" jawab Devan.


"Mana ku tahu? 'Kan kalian yang menyewa wanita itu!" ucap Devan.


"Seharusnya kalian panggil dokter waktu itu, bukan malah mencari seorang wanita untuk menghilangkan pengaruh obat sialan itu!" ucap Devan.


"Maaf, maaf! Bukankah Mark yang mengatur semuanya? Kenapa dia nggak bilang kalau wanita itu tidak jadi datang?" tanya Adrian.


"Dia memberi tahu Roy, tapi Roy malah hanya mengirimiku pesan dan aku nggak baca pesan itu karena efek obat itu membuatku melupakan segalanya," ucap Devan.


"Sudahlah, jangan bahas itu lagi! Aku semakin merasa bersalah ketika mengingat semuanya," lanjutnya.

__ADS_1


"Jadi bagaimana keputusanmu sekarang? Kamu lebih memilih Putri atau Catherine?" tanya Adrian menatap Devan sekilas.


"Kamu tahu betul jawabanku, tapi kenapa kau masih menanyakannya?" tanya Devan balik.


"Jika kau tidak mencintai Putri, kenapa kau menerima perjodohan itu?" tanya Adrian.


"Aku tidak tega melihat mata sendu mommy! Aku tidak ingin melihatnya menangis, jika aku memang ditakdirkan untuk Catherine, maka aku harus mendapatkan restu dari kedua orang tuaku!" ucap Devan.


"Jika Om Brian dan Tante Gracia tetap tidak merestui, maka apa yang akan kamu lakukan?" tanya Adrian.


"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan restu dari orang tuaku!" ucap Devan.


"Aku tahu, sekeras apapun orang tuaku menekanku, hati mereka lembut dan aku yakin mereka tidak akan tega melihatku tersiksa!" ucap Devan datar.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Update bonus untuk kalian 😂


Seneng banget karena kalian sangat baik telah meninggalkan jejaknya untuk Othor 🥰


Thank you ❤️

__ADS_1


Love you All 😘


__ADS_2