Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Aku merindukanmu


__ADS_3

Tok tok tok ...


"Masuk!" titah Brata yang sedang duduk di sofa kamar hotelnya.


"Apakah Anda memanggil saya,Tuan?" tanya Reno menatap bosnya datar.


"Iya, aku mau kau cari tahu tentang Regita! Carilah informasi yang lengkap! Wajahnya mirip dengan orang yang ada di foto ini!"



"Cari tahu juga, apakah dia kembar atau tidak!" titah Brata seraya menyerahkan foto Regina pada Sekretarisnya tersebut.


"Baik, Tuan!" jawab Reno.


"Sekarang kau boleh keluar!" titah Brata dengan wajah yang masih datar tanpa ekspresi.


"Baik Tuan!" jawab Reno sambil membungkukkan sedikit badannya, lalu balik badan, dan melangkahkan kaki, meninggalkan kamar hotel tersebut.


Setelah tubuh Reno menghilang dari balik pintu. Pria itu merebahkan tubuhnya pada tempat tidur dengan lengan yang menjadi bantalan.


Pria itu melamun, seraya mengingat wajah Regina yang selalu tersenyum padanya. ia juga ikut tersenyum dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya.


Lalu Brata mengambil ponselnya dan menatap wallpaper di layar ponsel tersebut, ia semakin melebarkan senyumannya dengan air mata yang tidak bisa menahan kerinduan pada wanita itu.


"Aku sudah lama menunggumu, Re! Sampai kapan kita harus berpisah lagi? Rasanya aku tidak sanggup lagi hidup tanpa kamu."


Brata pun mengeluarkan rasa sesak di dadanya dengan tangisan tanpa suara. Lalu, ia menghapus air matanya setelah puas menangis.


Brata pun mengingat pertemuannya dengan gadis yang mirip dengan wanita yang dicintainya tersebut.


Pria itu tersenyum, lalu ia kembali melihat foto Regina berharap gadis yang ditemuinya adalah benar orang yang yang telah ditunggunya bertahun-tahun.


"Seandainya dia memang Regina, lalu kenapa dia tidak mengenaliku?" gumam Brata dengan wajah sendu.


Setelah itu, Brata mencium layar ponselnya, dengan mata yang terpejam hingga pria itu terlelap dengan kaki yang masih terjuntai ke bawah.


________________


Ke esokan harinya.

__ADS_1


Brata hendak berangkat meeting. Namun, pria itu dibuat mematung kembali saat melihat langkah seseorang yang begitu mirip dengan Regina yang sedang berjalan di area parkiran Hotel bersama seorang perempuan juga.


Gadis itu asyik berbincang-bincang dengan temannya, sesekali tersenyum bahkan tertawa dengan riangnya. Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat gadis itu tertawa lebar.


Gadis itu melewati Brata, ia masih asyik dengan temannya yang hingga ia tidak melihat area sekitar.


"Maaf Tuan, bisa kita berangkat?" tanya Reno yang membuyarkan lamunan pria tersebut.


"Hem ... !" jawab pria itu seraya melanjutkan langkahnya menuju mobil.


Brata pun memasuki mobil di pintu belakang, dan Reno pun yang mengemudi seperti biasanya.


"Apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang Regita?" tanya Brata pada sekretarisnya tersebut.


"Maaf Tuan, sepertinya Nona Regita bukan dari kalangan orang biasa. Data dirinya di rahasiakan hingga kami tidak bisa menemukan informasi apapun, kecuali kabar bahwa ia hanya anak adopsi dari Desi Hutama."


"Ia diambil dari orang tuanya sejak masih berusia 2 bulan. Reno menyampaikan informasi yang ia dapat meskipun belum lengkap.


"Sial!" umpat Brata dengan wajah kesalnya.


"Lalu, apakah dia tidak tinggal di sini lagi dari 7 atau 8 Tahun lalu?" tanya Brata lagi.


"Sepertinya aku mesti cari tahu sendiri," gumam Brata seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Baiklah, aku mau tinggal di sini satu bulan lagi! Kamu urus semuanya!" titah Brata yang masih berwajah datar.


"Maksud Anda, Tuan?" tanya Reno.


"Kamu pulang ke Indonesia besok! Kamu urus semuanya! Dan jika ada meeting, kita bisa meeting Online!" ucap Brata yang masih menatap sekretarisnya tanpa ekspresi.


"Baik, Tuan!" jawab Sekertaris Reno pasrah.


________


Sementara di tempat lain, ada seseorang yang tersenyum menatap foto seorang pria dengan air mata yang menetes karena menahan kerinduan selama bertahun-tahun. Ia berdiri di jendela kamarnya dengan memandangi foto pria yang dicintainya tersebut.



"Apa kabarmu sekarang Kak Brata? Apakah kau masih mengingatku?" tanya gadis itu tersenyum seraya menatap wajah tampan orang yang dicintainya tersebut.

__ADS_1


"Meskipun kau tidak di takdirkan untukku, tapi boleh 'kan jika aku mengenangmu sebagai, Kakak?"


"Aku sekarang sudah punya tunangan, semoga kau juga bahagia bersama Kak Keyla di sana!" ucap gadis itu seraya mengusap air matanya yang menetes karena mengingat tentang masa lalunya tersebut.


"Maafin aku, karena aku harus membakar fotomu agar pikiranku tidak selalu tertuju padamu, Kak!" ucap Regina dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ia bendung.


"Selamat tinggal, Kakak!" Regina menyalakan korek api untuk membakar foto pria tersebut.


Wanita itu pun menangis terisak-isak saat apinya mulai menyala, dan saat api itu hendak membakar wajah Brata. Regina pun segera memadamkan apinya dengan kedua tangannya hingga tangannya terkena api.


Wanita itu menangis terisak-isak bukan karena panas di tangannya, tapi karena sakit hati tidak bisa memiliki pria yang ia cintai.


Dan tanpa sengaja Adit menyaksikan kejadian itu, hingga membuat pria itu terkejut dan lari ke arah adiknya tersebut. "Apa yang kau lakukan, Gina? Kenapa kau bertindak bodoh?" sentak Adit seraya memeluk adik kandungnya itu erat.


Regina pun semakin menangis terisak-isak dalam pelukan kakaknya tersebut. "Aku sudah bertunangan dengan orang lain kemarin, Kak! Tapi kenapa hatiku masih tidak rela untuk melupakan Kak Brata!" ucap Wanita Itu dengan tangisan yang memilukan.


Adit yang tidak tega mendengar suara tangisan sang adik, ia hendak memberitahukan segalanya pada Regina bahwa Brata sudah lama bercerai dengan Keyla, dan pria itu juga tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun lagi.


Akan tetapi, tiba-tiba Putri datang dan memotong ucapan Adit.


"Gin ... Sebenarnya Kak Brata ... "


"Brata sudah hidup bahagia dan sekarang saatnya kau juga bahagia!" ucap Putri yang mendekati adik-adiknya.


Adit mengepalkan kedua tangannya karena Putri selalu menghalanginya untuk memberitahukan pada sang adik.


"Lebih baik besok kau ke Singapore saja dengan Adit! Regita dan Tante Desi merindukanmu. Tapi, mereka tidak bisa datang ke Paris karena keadaan Tante Desi tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh. Ia baru selesai operasi usus buntu, dan harus rajin cek up." Putri menatap kedua adiknya dengan senyum tipis.


"Baiklah, Kak! Aku juga merindukan Gita!" jawab Regina seraya menghapus air matanya.


Putri sengaja melarang seluruh keluarganya untuk memberitahukan segalanya pada Regina, karena ia tidak mau Regina di cap sebagai penyebab rusaknya pernikahan sahabatnya dengan pria itu.


Hingga wanita itu mengajak keluarganya untuk menetap di Paris hanya untuk menjaga sang adik agar tidak mengetahui kabar tentang Brata.


Ryan pun menuruti Sang anak, ia juga membuka usaha di negara Paris, dan menjual aset-asetnya di Indonesia. Kecuali Rumah dan Danau tempat favoritnya Regina itu. Sementara Roy membuka usaha di Paris dari hasil kerjanya dengan Devan.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2