Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Bangunlah untukku!


__ADS_3

Randa menemui Mikha di penjara. Mereka duduk bersebrangan dengan Randa yang menatap Mikha tajam.


"Aku kecewa padamu! Apa yang masih kurang darimu? Semua sudah kuberikan! Kenapa kau masih nekat?" tanya Randa menatap Mikha penuh kekecewaan.


Mikha hanya bisa menundukkan kepalanya dengan tangis yang terisak-isak, wanita itu tidak menjawab Randa sama sekali, hanya tangisan yang terdengar dari wanita itu.


"Aku sudah mencoba mencintaimu seutuhnya, tapi kalau seperti ini, bisakah aku tidak membencimu?" tanya Randa.


"Sekarang aku sadar, aku yang salah karena menyia-nyiakan Catherine, hingga hidupku berantakan seperti ini!" ucap Randa dengan wajah penuh kemarahan. Namun, pria itu menahannya karena ia sadar bahwa wanita itu sedang mengandung anaknya.


Tangisan Mikha pun semakin menjadi saat mendengar ucapan Randa. "Maafin aku, Mas! Aku khilaf."


"Maaf tidak akan mengembalikan semuanya, dan maaf tidak akan bisa mengeluarkan kamu dari sini!" ucap Randa penuh penekanan.


"Setelah anak kita lahir, kita pisah! Aku tidak mau memiliki istri berhati iblis sepertimu!" ucap Randa seraya berdiri dan hendak pergi. Namun, Mikha langsung mengejarnya dan memeluk pria itu dari belakang.


"Maafin aku, Mas! Aku mohon jangan tinggalin aku!" ucap Mikha menangis di balik punggung pria itu.


"Jam besuk sudah habis!" ucap Seorang polisi yang tiba-tiba datang di antara mereka. Mikha pun melepaskan pelukannya, sementara Randa langsung melangkah tanpa menoleh, meninggalkan Mikha yang sedang berdiri mematung menatap kepergiannya dengan air mata yang terus mengalir.


_


_


_


"Ngapain kamu datang ke sini!" Devan menatap Randa tajam.


"Aku hanya ingin melihat keadaan Catherine, Tuan!" ucap Randa dengan wajah sendunya.


"Kau pikir aku akan mengizinkan kamu untuk menjenguk adikku?" ucap Brata yang tiba-tiba keluar dari ruangan Catherine.


Wanita itu sudah dipindahkan ke ruangan VIP atas perintah Devan. Orang tua Catherine pun sudah tiba di Indonesia dan sedang melihat kondisi putrinya.


"Aku mohon, izinkan aku untuk menjenguk Catherine, Kak!" ucap Randa dengan wajah memohon.


"Lebih baik kamu pergi sebelum aku kehilangan kesabaran!" ucap Brata menatap Randa tajam.


"Tapi Kak ... !"


"Pergi!" sentak Brata.


Randa pun hanya bisa pasrah dan balik badan seraya melangkah perlahan meninggalkan tempat itu.


_

__ADS_1


_


_


Sementara di ruangan itu, Catherine masih memejamkan matanya. Baik Louis maupun Puja terpukul melihat keadaan putrinya yang masih dalam keadaan koma.


Puja pun menangis terisak-isak karena tidak tega melihat putri tubuhnya yang dipenuhi dengan alat-alat medis.


"Kita bawa Putri kita ke London!" ucap Louis dengan wajah sendu.


"Tidak, Pa! Aku takut terjadi sesuatu jika Catherine kita bawa dalam perjalanan jauh!" Puja menolak keinginan Louis.


"Biarkan Catherine di sini! Aku akan menjaganya dengan sangat baik, aku juga akan membawa dokter terbaik untuk menyembuhkan Catherine!" ucap Devan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Tapi kami tidak bisa terlalu lama di sini karena kami punya kerjaan yang tidak bisa kami tinggalkan di London!" ucap Louis.


"Jika kalian tidak percaya padaku, di sini ada Brata yang akan terus menjenguk dan memastikan bahwa Catherine akan selalu baik-baik saja!" ucap Devan.


"Iya, benar Pa! Brata 'kan kerja di negara ini! Aku juga akan tetap di sini untuk menemaninya! Nanti aku akan pulang ke apartemen Brata jika aku butuh istirahat!" ucap Puja.


"Baiklah, jika itu keinginanmu! Besok aku kembali ke London! Dan aku akan datang ke negara ini tiap bulan jika Catherine belum pulih juga!" ucap Louis.


"Meskipun kata dokter kemungkinan Catherine sadar sangat kecil, aku percaya bahwa putriku akan sembuh kembali," ucap Puja.


_


_


_


"Maafin aku Cath! Sekarang nyawamu berada diujung tanduk karena kesalahanku! Aku menyesal karena telah menyia-nyiakanmu! Aku tahu, penyesalanku tidak lagi berguna, tapi aku masih mengharapkan maafmu!" ucap Randa menangis penuh penyesalan.


Pria itu duduk di pinggiran kolam renang. Ia menatap sekelilingnya mengingat siksaan demi siksaan yang ia lakukan pada wanita itu. Kenapa aku begitu bodoh! Kenapa .... !" teriak Randa.


_______________________


6 bulan berlalu.


Catherine sudah resmi bercerai dengan Randa. Wanita itu pun masih setia memejamkan matanya. Devan, Brata, Louis dan Puja berada di ruangan dokter.


"Dok, apakah adikku akan tetap begini?" tanya Brata.


"Apa yang harus kita lakukan agar Putriku bisa kembali seperti semula, Dok?" tanya Louis.


"Kami tidak tega melihatnya terus tersiksa seperti itu!" ucap Puja.

__ADS_1


Sementara Devan hanya mendengarkan, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Dokter yang menangani Catherine menghela nafas. "Kami sudah melakukan berbagai macam cara agar Nona Catherine bisa kembali seperti sedia kala. Namun, kami rasa Nona Catherine tidak akan pernah bisa bangun kembali! Kami menyarankan agar kalian bisa ikhlas dan melepaskan alat-alat yang menempel di tubuh pasien. Alat-alat itu hanya membantu Nona Catherine memperpanjang umurnya. Namun, tidak dapat mengembalikan Nona Catherine Kembali seperti sedia kala," ucap sang Dokter.


Devan yang mendengar ucapan sang dokter langsung mengepalkan kedua tangannya dan menghampiri sang dokter serta menarik kerah kemejanya.


"Apa kamu bilang? Aku membayarmu mahal-mahal hanya untuk menyembuhkan dia. Tapi kenapa kau malah bilang seperti ini!" sentak Devan dengan wajah merah padam.


"Dev! Stop!" cegah Brata.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan siapapun untuk melepaskan alat-alat itu!" ucap Devan dengan emosi yang membuncah.


"Tapi kasian Catherine, Nak! Dia pasti kesakitan jika terus seperti ini, aku tidak tega melihatnya!" ucap Puja dengan tangis yang terisak-isak.


"Lebih baik kita ikhlaskan saja! Dari pada putriku menderita lebih lama lagi!" ucap Louis sendu.


"Tidak!" ucap Devan.


"Jika kalian sudah bosan merawat putri kalian, kalian bisa pergi! Aku akan menikahi Catherine malam ini juga! Setelah dia menjadi istriku dia akan menjadi hak ku! Dan kalian tidak ber hak ikut campur terhadapnya!" ucap Devan seraya pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut.


_


_


_


Devan memasuki ruangan Catherine. Lalu pria itu mendekat, dan duduk di sampingnya, Devan mengambil tangan Catherine, lalu mencium tangan Catherine.


"Kenapa kamu belum bangun, hah! Apakah kau tidak merindukanku?"


"Kau tahu, meskipun semua orang mengikhlaskan kamu pergi, tapi sampai kapanpun, aku tidak akan pernah rela membiarkan kamu meninggalkanku!" ucap Devan.


"Bangunlah! Malam ini aku akan menikahimu! Dan selamanya kau akan menjadi milikku. Kamu akan menjadi istriku, apakah kamu tidak mau melihat pernikahan kita? Kita akan bersatu dalam hubungan yang diridhai! Bukan hubungan perselingkuhan seperti sebelumnya," ucap Devan menatap Catherine dengan senyum sendu.


"Peri cantikku, bangunlah! Aku merindukan senyum ceriamu, apakah kau tega membuatku terus tersiksa seperti ini? Aku percaya kau akan bangun untukku! Meskipun semua orang mengatakan tidak!" ucap Devan tersenyum.


Air mata Catherine pun mengalir mendengar ucapan Devan, sementara Devan semakin melebarkan senyumnya melihat reaksi wanita itu. "Kau mendengarku, tapi kenapa kau tak kunjung bangun? Bangunlah, Bidadariku!" ucap Devan membelai rambut wanita itu penuh kasih.


......❤️❤️❤️❤️❤️......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Jangan bosen buat dukung Othor ya!

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya 😍


Muachhh 😘


__ADS_2