Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Extra Part 1


__ADS_3

Malam harinya setelah Resepsi pernikahan, Brata dan Regina kini memasuki kamar pengantinnya.


Kamar itu dipenuhi dengan taburan bunga hingga membuat Regina menerbitkan senyumnya, lalu melangkah menginjak bunga-bunga yang bertebaran di lantai kamar tersebut. "Kamar ini Kakak yang nyiapin?" tanya Regina dengan senyumnya yang tak memudar.


Brata mengangguk sebagai jawaban, ia juga mengembangkan senyumnya melihat wajah ceria sang istri, lalu menarik pergelangan Regina menuju tempat tidur setelah mengunci pintunya.


Pasangan suami-istri itu duduk di pinggiran tempat tidur dengan Brata yang menggenggam erat kedua tangan Regina.


"Sayang ... Selama 7 tahun ini aku bagaikan mayat hidup tanpamu!" Brata terus menggenggam tangan Regina dengan menatap tangan istrinya. Lalu, setelah itu ia beralih menatap mata sang istri penuh cinta.


"Aku sangat bahagia bisa memilikimu." Brata menghela nafas.


"Jika dipikir dengan logika, rasanya sangat tidak mungkin aku mencintaimu sangat dalam, karena kebersamaan kita hanya sekilas."


"Namun, pada kenyataannya aku tidak bisa mencintai wanita lain selain kamu! Hidupku rasanya sangat hampa tanpa kamu di sisiku!" ucap Brata dengan air mata yang mengenang.


Regina pun merasa tersentuh mendengar ucapan sang suami, ia mengangkat tangannya, lalu menghapus air mata Brata yang mulai menetes. Akan tetapi, tetesan air matanya sendiri lebih deras daripada air mata pria itu.


"Selama berpisah denganmu, aku hanya bisa menatap sekelilingku kosong, aku tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang ku alami. Yang aku tahu, aku merindukanmu hingga rasanya ingin mati!"


"Aku ingin pergi untuk menemuimu, tapi yang aku tahu kamu masih memiliki istri. Seandainya saja aku tahu jika kamu sudah bercerai dengan Kak Keyla, mungkin saja aku sudah mengajakmu kawin lari jika keluarga kita tidak merestui!" ucap Regina dengan tawa dan air mata yang terus membanjiri wajah wanita itu.


"Aku pun begitu, jika saja aku tahu kalau kau tidak pernah tiada, aku pasti akan berusaha untuk membawamu kembali dalam pelukanku, tapi aku sangat bodoh hingga aku berusaha mempercayai bahwa kamu memang pergi untuk selamanya, meskipun sebenarnya hati ini benar, bahwa kamu masih hidup!" ucap Brata seraya menghapus air mata orang yang sangat dicintainya.


"Berjanjilah padaku, bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku lagi apapun yang terjadi!" pinta Regina dengan wajah memohon.


"Tanpa kau minta pun, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji, hanya akan ada kebahagiaan di rumah tangga kita, tidak akan ada orang ketiga atau apapun itu yang membuatmu meneteskan air mata!" ucap Brata tersenyum lembut.


"Terima kasih, Kak! Aku sangat mencintaimu, sa ... ngat mencintaimu!" Regina memeluk Brata erat.


Brata pun terus mengembangkan senyumnya, lalu membalas pelukan istrinya lembut seraya memejamkan mata menikmati pelukan hangat sang istri.


"Aku juga mencintaimu melebihi yang kau tau, istriku!" ucap Brata dengan kebahagiaan yang membuncah.


Setelah itu, Regina menjauhkan tubuhnya perlahan, lalu menatap mata sang suami yang juga menatapnya penuh cinta. "Aku beruntung memilikimu, Kak!" ucap Regina tersenyum.


"Aku lebih beruntung!" ucap Brata yang tak kunjung memudarkan senyumnya.

__ADS_1


Setelah itu mereka terdiam cukup lama, hingga akhirnya Brata membuka percakapan kembali, yang membuat hati Regina berdebar-debar.


"Sayang ... apakah kamu sudah siap malam ini menjadi istriku yang seutuhnya?"


Deg


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Othor : Siap nggak ya? 😂


Bagiamana lanjutan kisahnya kita tunggu di Extra part 2 🥰


Oh Iya, Othor mau Promosi karya baru mungkin ada yang berkenan mampir dan mendukung Othor di karya selanjutnya berikut Cuplikan bab dan Covernya 👇👇👇


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Love Rain Bab 1


"Tidak, kau tidak boleh pergi meninggalkanku, Sayang! Aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, jika kau pergi, maka aku akan mengakhiri hidupku!" teriak pria yang bernama Sky saat ia harus menerima kenyataan bahwa istrinya telah meninggal setelah kecelakaan tragis yang menimpa istrinya.


"Please … bukalah matamu! Jangan tinggalkan aku! Jangan tinggalkan aku! Aku sangat mencintaimu, dan ingatlah putri kita, dia masih sangat kecil, dia masih sangat butuh kasih sayangmu!"


Pria itu terus berteriak histeris hingga akhirnya ia jatuh terkapar tidak sadarkan diri.


"Hah, hah, hah … !"


Sky terbangun dari tidurnya. Nafasnya pun tersengal saat mimpi buruk itu terus menghantui pria tersebut.


"Papa … apakah Papa mimpi mama lagi?" tanya gadis kecil yang berusia 7 tahun yang telah duduk di sisi ranjang pria itu dengan senyum manisnya.


Gadis kecil tersebut sudah siap dengan seragam sekolah dan nampan yang berisi sarapan untuk sang papa. Lalu, ia menaruh sarapan itu di atas nakas dan semakin mendekati papanya tersebut.


"Aku juga sangat merindukan mama, Pa. Tapi Pelangi tidak ingin membuat mama sedih karena kita tidak merelakan kepergiannya!" ucap gadis kecil itu tersenyum menatap papanya yang juga menatap gadis kecil itu dengan senyuman tipis.


Sky pun mengangkat tangannya, lalu membelai rambut sang putri dengan lembut. "Iya Sayang, papa tidak sedih. Papa hanya mimpi," jawab Sky pada putri kecilnya tersebut.


"Pa, boleh nggak Pelangi minta sesuatu dari Papa?" tanya Pelangi menatap pria itu penuh harap.

__ADS_1


Sky pun tersenyum mendengar ucapan putrinya, ia tahu apa yang ingin diminta Pelangi, dan ia tidak bisa memberikan apa yang Pelangi inginkan.


"Sayang … Pelangi boleh minta apapun sama Papa, tapi Please … jangan minta Papa buat menikah lagi, Papa tidak bisa Sayang!" jawab Sky lembut.


Pria itu selalu menolak permintaan sang putri. Namun, Pelangi seakan tidak ada kata lelah untuk menanyakan lagi dan lagi, hingga membuat Sky rasanya tidak tega untuk menolaknya.


"Aku sudah lelah sama Papa, aku hanya ingin punya mama seperti teman-teman Pelangi, tapi kenapa Papa tidak mau menuruti keinginan Pelangi, sekali ini .... saja. Pelangi hanya menginginkan itu, Pa! Pelangi tidak ingin apa-apa lagi!" ucap gadis kecil itu sendu.


Sky yang melihat wajah sedih putrinya pun tidak tega untuk menolak keinginannya, ia semakin terluka saat melihat anaknya bersedih.


"Sayang … Papa tidak ingin menikah lagi! Papa tidak ingin Pelangi merasa dilupakan atau di anak tirikan jika Papa menikah dan punya anak kembali. Bagi Papa, Pelangi adalah hidup Papa, Papa sudah merasa cukup bahagia hidup dengan Pelangi tanpa orang lain!" ucap Pria itu tersenyum.


"Jika Papa sudah cukup mempunyai Pelangi, lalu kenapa selama Papa tidur, Papa tidak pernah tidur dengan tenang?" tanya Pelangi menatap wajah sang papa intens.


"Mungkin bagi Papa, Papa merasa cukup kita hidup berdua, tapi bagi Pelangi, hidup Pelangi masih kurang tanpa kehadiran seorang ibu, Pa. Aku butuh sosok mama di samping Pelangi Pa, aku butuh sosok mama!" Pelangi menekan kan kata-katanya sambil menatap Sky sendu dengan air mata yang mengenang dipeluknya.


Pria itu langsung menarik kepala putrinya, dan membawa dalam pelukan hangatnya. "Maafin Papa, Sayang! Tapi apakah kamu akan benar-benar bahagia jika Papa menikah kembali?" tanya Sky seraya menjauhkan kepala Pelangi perlahan dari dada bidangnya sambil menatap mata Pelangi dalam.


"Iya, Pa! Pelangi akan bahagia jika Pelangi punya mama lagi, meskipun Pelangi tahu, kasih sayang mama tidak akan ada yang bisa menyamainya." Pelangi menatap sang Papa dengan mata berbinar.


Sky menghela nafas dan membuangnya kasar. "Baiklah, jika Pelangi bahagia Papa menikah lagi, Papa pasrahkan calon mama Pelangi pada Pelangi dan Oma pelangi!" ucap Sky menyelntil hidung gadis kecil itu dengan senyum yang di paksakan.


"Beneran, Pa?" tanya pelangi berbinar setelah mendengar jawaban sang Papa.


Sky mengangguk. "Bener dong, Papa kan tidak pernah membohongi Pelangi!" jawab Pria tersebut untuk meyakinkan putrinya.


"Terima kasih, Pa! Aku mencintai Papa." Pelangi mencium pipi Sky, lalu beranjak dan lari menuju pintu keluar dengan wajah penuh kegembiraan.


Sementara Sky tersenyum sendu setelah kepergian putrinya. "Maafin aku, Vriska! Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa melihat putri kita bersedih. Aku janji padamu, aku tidak akan menyentuhnya, aku ingin menikah hanya untuk memberikan ibu pada anak kita," ucap Sky tersenyum sendu seraya menatap Foto sang istri yang terpampang di dinding kamar pria tersebut.


Setelah itu, ia langsung melangkah menuju kamar mandi dan meremdam tubuhnya untuk menghilangkan beban yang dipikulnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


__ADS_1


__ADS_2