Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Selesaikan masalahmu!


__ADS_3

"Putri kamu kenapa, Sayang? Bangun, Nak! Jangan Kayak gini!" Rani menangis karena tidak tega melihat putrinya tidak sadarkan diri.


"Pokoknya kita harus membatalkan pertunangan anak kita, Mas! Aku tidak mau melihat Putri bertidak konyol kayak gini lagi!" ucap Rani sendu.


Sementara Ryan, Adit dan Regina hanya diam menatap Putri yang di periksa oleh dokter. "Bagaimana keadaan putriku, Dok?" tanya Ryan pada sang dokter setelah memeriksa keadaan putrinya tersebut.


"Nona Putri hanya kecapean dan masuk angin saja, Tuan! Nanti demamnya akan reda sendiri, jangan khawatir!" ucap sang dokter tersenyum.


"Terima kasih, Dok!" ucap Ryan membalas senyuman dokter itu.


"Ya sudah, kalau begitu aku permisi dulu, Tuan!" ucap dokter seraya mengulurkan tangannya pada Ryan.


"Silakan!" jawab Ryan seraya mengulurkan tangannya.


"Biar aku dan Regina yang mengantar dokter ke depan, Dad!" pamit Adit.


Ryan mengangguk, lalu Adit dan Regina pun mengantar sang dokter dengan mengikuti langkah dokter tersebut.


_


_


_


"Kamu harus bicara sama Tuan Brian, Mas! Aku tidak mau putri kita tersiksa karena keegoisan kita, aku yakin Tuan Brian dan Nona Gracia pasti akan mengerti!" ucap Rani dengan air mata yang pecah tanpa permisi.


"Kita bicarakan ini nanti! Biarkan putri kita istirahat dulu!" titah Ryan. Lalu pria itu keluar dari kamar putrinya tersebut. Sementara Rani tidur di samping putri kesayangannya.

__ADS_1


_


_


_


London


"Selamat pagi, Mom!" ucap Catherine dengan senyum yang mengembang. Wanita itu terlihat lebih ceria dari biasanya.


"Pagi, Sayang!" jawab Puja membalas senyuman putrinya.


"Daddy mana, Mom?" tanya Catherine seraya melangkah menuju meja makan. Ia menanyakan Louis karena ia hanya melihat mommynya sibuk menata makanan, ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Louis.


"Aku di sini!" jawab Louis tersenyum seraya melangkah mendekati istri dan putrinya tersebut. Pria itu muncul dari arah belakang Catherine.


_


_


_


Selesai sarapan, Louis, Puja dan Catherine duduk santai di dekat kolam renang yang ada di tengah-tengah mansion, Ketiganya berbincang-bincang untuk melepaskan rasa rindu karena lama tidak berjumpa.


"Dad, Mom! Kak Brata di mana? Dari kemaren aku tidak melihatnya?" tanya Catherine mengerutkan kening.


"Brata? Kamu tidak ketemu dia di Indonesia?" tanya Puja yang juga mengerutkan kening.

__ADS_1


"Tidak! Tapi ada seseorang yang mengaku akan bertunangan dengan Kak Brata. Dia memesan gaun di butik tempatku bekerja!" ucap Catherine.


"Terus?" tanya Puja.


"Aku tidak sanggup untuk menemui kakak, karena aku terlalu malu untuk muncul di hadapannya," ucap Catherine.


"Chat ... ! Apakah kamu sudah resmi bercerai dengan Randa di pengadilan agama?" tanya Louis menatap putrinya datar.


"Belum, Dad!" jawab Catherine seraya menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu, kau harus kembali ke Indonesia! Selesaikan masalahmu! Kau ajukan surat gugatan cerai terlebih dahulu! Setelah itu, kamu kembali lagi ke negara ini. Dan kau kembali lagi ke Indonesia jika ada panggilan sidang dari pengadilan!" titah Louis.


"Tapi, Dad!" ucap Catherine.


"Tidak ada tapi-tapian! Kau harus segera menyelesaikan masalahmu!" titah Louis.


"Baiklah, Dad! Aku akan segera kembali ke Indonesia!" ucap Catherine seraya menundukkan kepalanya.


"Apakah kamu sudah punya pengganti Randa di hatimu, Nak?" tanya Puja lembut. Wanita itu duduk di seberang Catherine menatap wanita itu penuh kelembutan.


"Sudah, Mom! Hanya saja aku merasa tidak pantas bersanding dengannya, dia terlalu sempurna bagiku!" ucap Catherine tersenyum.


"Apakah dia menolakmu?" tanya Puja.


"Tidak, Mom! Dia selalu membantuku, tapi aku malah menyakitinya sebelum aku kembali ke sini!" ucap Catherine seraya menundukkan kepala.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2