
"Selamat pagi ... !" ucap Brata tersenyum.
"Pagi ... !" jawab Keyla seraya mengerjap-ngerjapkan matanya.
Wanita itu langsung duduk, lalu beranjak dan pergi menuju kamar mandi tanpa memedulikan Brata yang membawa nampan dan tersenyum kearahnya.
"Dia kenapa? Ah mungkin masih pusing!" gumam pria itu tersenyum.
Sementara di kamar mandi, Keyla memegang dadanya seraya menangis terisak-isak.
"Aku tidak boleh luluh! Aku tidak boleh luluh, aku membenci Edward dan aku pun membenci Brata dan semua keluarga Sunation termasuk Catherine." Keyla mengepalkan kedua tangannya.
Setelah itu, Keyla membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi. Sementara Brata menatap istrinya penuh tanya. "Sarapan yuk, Sayang!" ajak Brata tulus. Namun, tidak ada jawaban dari bibir wanita itu.
"Sayang ... kita sarapan bersama! Aku bawa roti dan susu untuk kita sarapan!" ajak Brata.
Brata menatap Keyla dengan senyum tipisnya.
"Terima kasih, Mas! Tapi aku ada janji sama sahabatku pagi ini, aku buru-buru! Kita sarapan lain kali saja!" Keyla langsung melangkah hendak membuka pintu kamar tanpa menunggu jawaban dari suaminya.
Akan tetapi, suara Brata menghentikan langkah Keyla dan membuat wanita itu berdiri di ambang pintu.
"Apa aku menyakitimu tanpa sadar?" tanya Brata seraya melangkah mendekati istrinya tersebut.
"Jika ada masalah, bicaralah! Jangan hanya diam dan menghindar! Dengan kamu begini kau hanya membuatku bingung."
"Aku tidak ada masalah, Mas! Hanya saja ada janji pagi ini!" ucap Keyla yang hendak melangkah kembali. Namun, Brata memegang pergelangan tangan Keyla hingga wanita itu tidak melanjutkan langkahnya.
"Biar aku antar!" ucap Brata datar.
"Tidak perlu! Aku hanya pergi sebentar, lebih baik Mas ke kantor saja!" ucap wanita itu.
"Hari ini aku cuti, aku akan mengantarmu kemana pun yang kau inginkan!" ucap Brata tersenyum.
__ADS_1
Seketika Keyla menghempaskan tangan Brata kasar. "Lepas, Mas! Apa sih maumu? Aku tidak suka ya diginiin!"
Wanita itu langsung melangkah meninggalkan suaminya, sementara Brata menatap punggung Keyla yang melangkah menjauh.
"Aku tidak tahu kamu kenapa, Key! Tapi aku tahu bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja!" gumam Brata dengan wajah datar.
_
_
_
Devan dan Catherine duduk di sebuah kursi dekat kolam renang, Keduanya duduk bersebelahan dengan Catherine yang menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu.
"Dev, Aku mencintaimu!" Catherine memejamkan matanya menikmati waktu bersama pria tersebut.
"Tanpa kamu katakan pun, aku sudah tahu!" jawab Devan dengan senyum yang mengembang.
"Tapi ucapanku tidak mampu menggambarkan betapa besar rasaku padamu! Sejak mengenalmu, hidupku lebih berwarna, rasanya ada ribuan kupu-kupu yang terbang dari perutku saking bahagianya aku karena memilikimu!" ucap Catherine tersenyum.
"Memangnya apa yang kubayangkan?" tanya Catherine mendongak menatap mata teduh suaminya. Tatapan mereka bertemu hingga keduanya menikmatinya dan tidak rela melepas tatapan yang penuh cinta itu.
"Aku!" jawab Devan tersenyum.
"Percaya diri sekali sih kesayanganku ini!" Catherine duduk lalu mencubit perut suaminya tersebut.
"Awh ... " seru Devan.
"Dasar istri KDRT!" umpat Devan.
"Apa kamu bilang?" Catherine melepaskan pelukannya, lalu melebarkan mata dengan mulut yang menganga.
"Istri KDRT!" Devan lari menjauh dari istrinya, karena ia sangat senang membuat Catherine kesal.
__ADS_1
Sementara Catherine langsung mengejar Devan seperti kebiasaannya. Sepasang suami istri itu lari mengelilingi kolam renang yang ada di tengah-tengah rumah mewah itu.
"Devan tunggu!" teriak Catherine dengan wajah kesal.
"Kejar, ayo kejar!" teriak Devan dari kejauhan sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kamu sangat menyebalkan, Dev!" ucap Catherine yang masih terus mengejar suaminya.
Catherine yang terus mengejar Devan akhirnya kecapean hingga kakinya tersandung kakinya sendiri, Catherine pun terjatuh ke kolam renang sampai membuat Devan terkejut dan langsung lari ke arah sang istri.
"Catherine ...!" teriak Devan yang langsung menyusul istrinya. Pria itu menceburkan diri tanpa membuka pakaiannya.
Setelah Devan mencari keberadaan sang istri, tiba-tiba di dalam kolam renang itu ia melihat Catherine tersenyum ke arahnya, lalu mencubit hidung pria tersebut.
Devan pun membalas senyuman Catherine seraya menarik tubuh wanita itu dalam pelukannya, setelah itu mereka muncul di permukaan untuk mengambil nafas.
Lalu, Devan menarik tangan Catherine dan menggendong tubuh wanita yang selalu menjadi hobinya dalam posisi seperti itu.
"Aku berat, lebih baik turunkan aku!" Catherine memanyunkan bibirnya.
"Kamu terlihat sangat menggoda ketika tubuhmu basah seperti ini, Sayang!" ucap Devan seraya menatap istrinya penuh cinta.
"Mulai deh, Mulai!" ucap Catherine kesal.
"Aku mencintaimu, My wife!" ucap Devan pelan.
"Cintaku padamu melebihi rasa cintamu padaku!" jawab Catherine dengan senyum yang mengembang.
Devan pun membawa Catherine ke kamarnya seraya mengambil baju ganti untuk wanita tersebut.
"Cepat ganti baju! Atau kau ingin ku makan malam ini!" ucap Devan seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar mesum!" Catherine langsung melempar bantal ke arah pria itu. Sementara Devan semakin menertawakan istrinya yang sedang kesal.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...