Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Melepaskan belenggu


__ADS_3

"Dia pasti punya alasan kenapa dia melakukan itu!" ucap Edward.


"Iya, Karena aku yang menyakitinya terlebih dahulu!" jawab keyla yakin.


"Tidak, aku tahu sifat adikku! Dia bukan tipe orang yang pendendam, apalagi pada orang yang dicintainya!" elak Edward.


"Terus apa alasannya?" tanya Keyla yang beralih menatap pria di sampingnya tersebut.


"Apakah dia tau tentang masa lalu kita?"


Jedduarrr ....


Bagai di sambar petir di siang bolong, Keyla terkejut mendengar pertanyaan Edward. Ia mengingat-ingat tentang semuanya.


"Tapi dari mana?" tanya Keyla dengan suara yang tercekat, wanita itu bingung karena ia tidak pernah bercerita tentang apapun pada suaminya tersebut.


"Entahlah, aku tidak tahu! Yang jelas dia tidak mungkin menyakiti orang yang ia cintai tanpa alasan!" ucap Edward seraya menatap wanita itu lekat.


"Aku pikir dia memiliki wanita lain karena bau parfum dia berbeda saat pulang kantor!" ucap Keyla seraya menundukkan kepalanya.


"Tidak mungkin!" ucap Edward.


"Iya, aku mengambil baju kantornya dia tiap pagi, karena dia selalu pulang larut malam saat aku tidur, dan pergi sangat pagi saat aku belum bangun," ucap Keyla sendu.


"Bersabarlah, mungkin dia butuh waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi, percayalah dia akan kembali."


"Bolehkah aku pinjam bahumu sebentar?" tanya Keyla seraya menatap pria itu penuh harap.


Edward menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lembut. Lalu Keyla menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu.


"Aku merindukan masa-masa seperti ini, tapi aku janji ini yang terakhir kalinya aku melakukannya!" ucap Keyla seraya menatap bulan, lalu menutup matanya kembali seraya mengingat masa-masa indah bersama pria itu. Tanpa terasa air mata wanita itu menetes.


Edward pun mengalihkan tatapannya dari wanita itu. Ia tidak sanggup melihat orang yang dicintainya menangis di hadapannya.


Tanpa terasa air mata pria itu menetes karena mendengar tangisan orang yang dicintainya tersebut.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku akan melepas belenggu yang kuikatkan pada Keyla!"


Jedduarrr ...


Baik Edward maupun Keyla langsung berdiri dan menoleh ke belakang menatap seseorang yang melangkah mendekati keduanya.


"Apa makmudmu, Mas?" tanya Keyla seraya menatap Brata sendu.

__ADS_1


"Mulai malam ini, kau bukan istriku lagi! Aku menjatuhkan talak satu padamu!" ucap Brata tersenyum.


"Brata!" sentak Edward yang menatap adiknya tajam.


Bug ...


Pria itu memberikan bogem mentah pada adiknya tersebut.


Brata pun tidak melawan pukulan sang Kakak. Sementara Keyla langsung lari meninggalkan tempat itu karena sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.


"Edward ... apa yang kau lakukan!" teriak Louis yang tiba-tiba muncul di tempat itu, pria paruh baya itu hendak memukul putra tertuanya tersebut. Namun, Puja melarangnya.


"Lebih baik kita selesaikan masalah ini di rumah Edward! Malu jika sampai ada yang melihat kita seperti ini!" ucap Puja yang memegang lengan suaminya.


Seketika Louis menghentikan pukulannya yang hendak melayang ke arah Edward. Ia menahan amarahnya karena masih ingat kalau di rumah putrinya tersebut masih banyak tamu undangan. "Baiklah, aku tunggu kalian di sana!" ucap Louis yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Puas kamu!" ucap Edward yang juga meninggalkan pria tersebut.


Brata tersenyum, pria itu masih mematung di tempatnya dengan hati yang begitu hancur. "Aku tidak akan pernah puas jika aku belum melihat kalian bersama," ucap Brata yang menatap langkah kakaknya yang menjauh.


_


_


_


"Kenapa kau memukul adikmu?" tanya Louis seraya menatap Edward tajam.


"Maafkan aku, Dad! Tapi Brata menjatuhkan talak pada istrinya tanpa alasan yang jelas!" ucap Edward dengan wajah datar.


Jedduarrr ...


Kedua orang tua mereka sangat syok mendengar kabar itu, mereka tidak percaya bahwa anaknya yang penurut bisa melakukan hal sebesar itu.


"Kenapa, Nak?" tanya Puja dengan air mata yang terus menetes tiada henti.


"Aku mencintai orang lain, Mom!" ucap Brata santay.


"Itu bukan alasan, Brata!" sentak Louis penuh emosi.


"Itu alasan, Dad! Aku tidak bisa menjalani rumah tangga dengan orang yang tidak aku cintai!" jawab Brata yang masih memasang wajah datar.


"Kamu bilang, kau tidak mencintainya? Tapi jika itu benar adanya, lalu kenapa kamu menikahi dia dulu?" tanya Edward yang juga menyerang Brata dengan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


"Brata, katakan pada mommy! Apa yang membuat kau memilih menghancurkan rumah tanggamu, Nak?" Puja tak hentinya terus menangis karena tidak sanggup mendengar kabar tentang pernikahan putranya yang hancur.


"Apa kesalahan Keyla hingga kau meninggalkannya, coba kau bayangkan sayang jika Mommy dan Catherine yang menjadi Keyla!" ucap Puja dengan tangisan pilunya.


"Cukup, Mom! Kalian tidak berhak mengaturku. Aku tau apa yang terbaik dan tidak dalam rumah tanggaku! Jadi Please, kalian tidak perlu ikut campur!" ucap Brata seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Apa begitu caramu bersikap pada orang tua?" tanya Louis yang menatap Brata tajam dengan menahan emosi.


"Maafkan aku, Dad! Aku capek ingin beristirahat." Pria itu yang melangkah meninggalkan rumah Edward.


Sementara Edward menatap langkah adiknya sendu. "Aku tau kau melakukan ini untukku, tapi bukan kehancuranmu yang kuinginkan! Semoga apapun keputusanmu, itu memang jalan terbaik, semoga kau selalu dilimpahi kebahagiaan adik ku!" Batin Edward seraya menatap langkah Brata yang menghilang dari balik pintu rumahnya.


______


Sesampainya Brata di rumah yang ia tempati, ia berpapasan dengan Keyla yang sudah membawa koper besar, yang bersiap untuk pergi dari rumah tersebut.


Namun, Brata memegang pergelangan tangannya hingga membuat wanita itu semakin menangis terisak.


"Jangan pergi dari rumah ini, rumah ini aku beli memang untukmu dan atas namamu! Jadi aku yang akan pergi!" ucap Brata tersenyum, saat Keyla hendak melewatinya.


Keyla balik badan seraya menatap wajah tampan pria itu. "Kamu hanya salah paham, aku tidak ada hubungan apapun lagi dengan Edward. Aku mohon maafkan aku!" ucap Keyla dengan mata yang terus mengeluarkan cairan bening.


Barata pun membalas tatapan wanita itu dan memegang pundaknya. "Maafkan aku, selama ini aku selalu menyakiti perasaanmu, tapi percayalah kalau kau akan bahagia setelah ini!" ucap Brata dengan senyum lembutnya.


"Brata aku mohon, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita, aku mohon!" ucap Keyla dengan tangisan pilunya.


"Aku bisa saja memberikan kesempatan, Key! Tapi aku bukan hanya menyakitimu jika aku memaksakan pernikahan kita, jadi sebelum kau benar-benar mencintaiku, lebih baik kembalilah pada seseorang yang lebih mencintaimu dari pada aku!" ucapnya tersenyum.


"Tapi Edward sudah mengikhlaskan kita untuk bersama Brata! Perceraian itu adalah hal yang besar dan perlu kau tahu bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah mainan."


"Aku tahu itu, tapi aku tidak akan pernah rela jika kakakku kembali depresi karena keegoisanku, Key! Mengertilah dan kembalilah padanya. Selain itu, aku mencinta orang lain, di hatiku tidak ada kamu lagi!" ucap Brata.


"Jika menang benar kau mencintai orang lain, lalu siapa wanita itu?" tanya Keyla dengan air mata yang mengalir tiada henti.


"Suatu saat kau akan tahu siapa gadis itu!" ucap Brata tersenyum.


"Kembalilah ke kamarmu! Biarkan aku pergi!" titah Brata.


"Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" tanya Keyla sendu.


Brata pun merentangkan kedua tangannya. Lalu memeluk wanita itu seraya memejamkan matanya. Keyla pun menangis terisak-isak dalam pelukan pria tersebut.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...TBC ...


__ADS_2