Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Berhasil memberiku kejutan


__ADS_3

"Devan ... !" teriak Catherine kembali saat wanita itu dibawa paksa oleh kedua scurity kantor atas perintah wanita itu.


"Lepaskan!"


Suara bariton yang menggelegar di lantai itu mengagetkan semua orang yang ada di sana termasuk dua scurity yang membawa paksa Catherine menuju lift.


"Maaf, Tuan! Kami tidak bermaksud untuk mengganggu kenyamanan Tuan Devan, tapi wanita ini memaksa untuk masuk!" ucap Sekretaris itu.


"Plak ... " Sebuh tamparan keras mendarat di pipi wanita itu.


Deg


Wajah sekertaris itu pias seketika. Ia langsung menyadari kesalahannya hingga ia memilih bungkam.


"Lepaskan istriku!" Sentak Devan seraya menatap kedua Scurity yang masih menahan Catherine.


Catherine pun lari ke arah Devan, lalu pria itu memeluk istrinya dan menatap tajam semua orang yang memperlakukan Catherine semena-mena.


Devan melepaskan pelukan Catherine, lalu melihat wajah istrinya seraya menangkup pipi wanita itu dengan kedua tangannya. "Sayang, kemana bodyguard yang menjagamu?" tanya Devan. Pria itu menghapus darah yang mengalir dari sudut bibir wanita itu.


"Aku menyuruhnya menunggu di mobil, Dev!"


Devan langsung mengambil ponselnya dengan wajah penuh amarah. "Ke ruanganku sekarang!" titah Devan. Lalu pria itu menutup ponselnya.


"Siapa yang berani membuat istriku seperti ini?" tanya Devan dengan gigi yang terkatup.


Semua orang yang ada di lantai itu menundukkan kepalanya tanpa berani membuka suara. Sementara sekretaris itu sudah gemetaran karena takut, ia pun semakin menundukkan kepalanya.


"Jawab!" Hardik Devan hingga membuat sekretaris dan dua scurity itu terlonjak kaget.


"Maafkan saya, Tuan!" jawab sekretaris itu dengan suara bergetar.


Plak ...


Devan menampar pipi wanita itu lagi dengan keras hingga wanita itu terpental dan sudut bibirnya pun juga sobek hingga mengeluarkan cairan merah.


Devan hendak menampar wanita itu lagi, tapi Catherine memegang lengan Devan hingga pria itu menghentikan aksinya.


"Stop, Dev! Kau sudah cukup membalasnya! Aku hanya ingin menemuimu, bukan untuk membuat keributan di sini!" cegah Catherine.


"Tapi dia sudah membuatmu terluka seperti ini, dia hanya pengganti sementara, tapi dia sudah berbuat lancang dengan membuatmu terluka!" ucap Devan seraya menatap sekretaris itu penuh amarah.


"Ada apa, Tuan?" tanya Mark yang tiba-tiba datang di lantai itu.


"Kamu pecat bodyguard yang bertugas menjaga istriku! Carilah pengganti yang lebih hati-hati agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi!" titah Devan.


"Tidak! Kau tidak boleh memecatnya, aku yang salah, ponsel dia saja aku ambil karena aku ingin memberikanmu kejutan." Catherine mencegahnya dengan wajah panik. Wanita itu merasa bersalah karena dialah yang mengancamnya.

__ADS_1


"Iya, kamu berhasil memberiku kejutan, aku sangat terkejut melihatmu seperti ini!" ucap Devan penuh amarah.


"Jika kau tetap memecatnya, maka aku tidak akan mau bicara lagi denganmu!" ancam Catherine menatap Devan dengan wajah kesalnya.


Akhirnya Devan diam, pria itu mengalah dan menuruti keinginan istrinya. "Baiklah, tapi kamu jangan pernah melarang aku untuk menghukum mereka!" ucap Devan.


"Terserah! Asalkan balasanmu tidak menghilangkan nyawa seseorang!" jawab Catherine.


"Mark!" panggil Devan.


Mark yang mengerti maksud Devan, ia langsung mengangkat tangan hingga datanglah beberapa bodyguard yang langsung membawa sekretaris itu dan kedua scurity tersebut.


Devan pun menggendong tubuh Catherine ala bridal style, pria itu masuk ke ruangannya dan menuju sofa yang ada di ruangan tersebut. Lalu, Devan duduk dengan Catherine yang tidur di pangkuannya.


Tidak lama kemudian datang seorang karyawan wanita membawa kotak P3K atas perintah Mark.


"Biar aku sendiri yang mengobati luka istriku!" ucap Devan datar.


"Sekarang kau boleh keluar!"


"Baik, Tuan!" jawab karyawan itu seraya membungkukkan sedikit badannya.


Lalu, ia balik badan dan melangkah menuju pintu keluar, meninggalkan Devan dan Catherine berdua di ruangan tersebut.


_


_


_


"Lain kali jangan bandel!"


"Jika kau masih tidak mendengarku! Maka aku akan memecat semua orang yang sudah kutugaskan untuk menjagamu!" ucap Devan.


"Lagian kamu lebay banget sih, Dev! Seharusnya kamu nggak perlu menyewa bodyguard segala. Aku merasa terkurung dengan kehadiran mereka!" ucap Catherine kesal.


"Kenapa terkurung? Kamu bebas mau pergi kemana pun, asalkan pamitan padaku dan membawa mereka kemana pun kau pergi!"


"Bagiku kau segalanya, aku punya banyak musuh, aku tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk padamu! Contohnya tadi," ucap Devan.


"Percayalah, Dev! Aku akan baik-baik saja!" rengek Catherine.


"Terus apakah ini yang dikatakan baik-baik saja?" tanya Devan seraya menyentuh luka di sudut bibir Catherine.


"Kamu menyebalkan!" ucap Catherine.


"Kamu menggemaskan!" ucap Devan seraya mencubit hidung wanita itu yang berhasil membuat senyum Catherine terbit dari bibirnya.

__ADS_1


"Sudahlah, aku mau tidurdi pangkuanmu! Aku sangat nyaman berada di posisi seperti ini!" ucap Catherine tersenyum seraya memejamkan matanya. Sementara Devan membelai kepala istrinya penuh kasih.


"Oh iya, apakah makanan yang berserakan di luar tadi masakanmu?" tanya Devan lembut.


"He'em ... tadinya aku ingin makan siang denganmu, aku ingin memberimu kejutan dengan membawa makanan hasil masakanku sendiri, tapi rencanaku malah gagal karena sekretarismu itu," ucap Catherine seraya memanyunkan bibirnya.


"Makanya aku menyewa bodyguard untuk menjagamu agar kejadian seperti tadi tidak terjadi." Devan mencubit hidung istrinya.


"Tapi aku tidak nyaman, Dev!"


"Nyaman ataupun tidak, kau tetap harus mendengarkanku!" ucap Devan.


"Iya, iya!" ucap Catherine seraya memanyunkan bibirnya.


"Kalau begitu, aku pesan makanan saja! Kita makan di sini!" ucap Devan.


"He'em," ucap Catherine seraya memejamkan matanya.


Devan yang melihat istrinya mulai terlelap, ia meletakkan kepala Catherine pada sofa. Lalu, menggendong tubuh istrinya menuju ruangan khusus yang ada di ruangan itu, tempatnya beristirahat ketika lelah.


Devan membaringkan tubuh Catherine di ranjang, lalu pria itu juga tidur di samping istrinya seraya memandangi wajah Catherine yang menjadi kebiasaannya sejak menikah.


"Wajahmu sangat damai ketika tidur seperti ini, aku tidak bisa mengungkapkan rasa bahagiaku karena bisa memilikimu Cath! Aku tidak membutuhkan apa-apa lagi karena kamu telah menjadi milikku," ucap Devan seraya tersenyum penuh kebahagiaan.


Devan mendekatkan wajahnya pada wajah Catherine, perlahan pria itu menempelkan bibirnya pada bibir sang istri, lalu melum'tnya perlahan, hingga membuat wanita itu menggeliat.


Devan yang masih belum terbiasa dengan hubungan yang seperti itu, ia langsung menjauhkan tubuhnya seraya balik badan berharap istrinya tersebut tidak menyadari perbuatannya saat wanita itu sedang tidur.


"Apa tadi aku mimpi, ya?" gumam Catherine. Lalu wanita itu memejamkan matanya kembali, sementara Devan menahan tawa Mendengar gumaman Catherine.


Setelah Catherine terlelap, Devan pergi ke kamar mandi. "Sial! Kenapa kamu pake bangun-bangun segala? Aku 'kan tersiksa jadinya!" ucap Devan kesal.


"Tombakku yang malang!" Devan mengelus pusakanya supaya tidak mencari mangsa.


"Ah ... Kenapa kamu nggak patuh sih!" ucap Devan frustasi.


Akhirnya Devan melakukan ritual untuk membuat tombaknya tidur. Setelah se jam di kamar mandi, akhirnya pria itu bisa membuat tombaknya tidur. Lalu, pria itu membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi tersebut.


"Aku di mana, Dev?" tanya Catherine seraya melihat sekelilingnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Mungkin ada yang berkenan mampir di karya Bestieku Gengre Romantis komedi 🥰

__ADS_1


Dijamin bikin perut bergoyang 😂🤭



__ADS_2