Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Bersatu sampai di keabadian


__ADS_3

Wanita itu berdiri dan hendak menjauh dari suaminya tersebut. Namun, ucapan Devan langsung menghentikan langkahnya.


"Jika kau tidak maafin aku! Maka aku akan menebus dosaku dengan ini! Aku akan mengakhiri hidupku, agar orang yang kucintai tidak lepas dariku karena talak. Melainkan kita dipisahkan karena ajal," ucap Devan tersenyum.


Catherine langsung balik badan dan membuang pisau yang ada di genggaman Devan. "Kamu jangan bodoh! Kau kenakan, apa dengan mengakhiri hidupmu kau pikir aku akan bahagia? Aku masih ingin menikmati kebahagiaanku bersamamu, tapi kenapa kau malah mau membuatku mengulangi penderitaanku karena kesepian?" teriak Catherine seraya menatap Devan dengan air mata yang mengenang di pelupuknya.


"Apa artinya hidupku tanpamu? Untuk apa aku hidup jika kau hanya akan membenciku." Devan menatap Catherine dengan senyum lembutnya.


"Kau sangat menyebalkan ya, Dev!" Catherine melangkah mendekati suaminya kembali, lalu menjewer telinga pria itu dengan gigi yang terkatup rapat karena kekesalan yang membuncah pada suaminya tersebut.


"A ha ha ha ... " Devan tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan Catherine.


"Devan ... !" teriak Catherine dengan wajah merah padam.


"Iya, Sayang kenapa?" tanya Devan seraya menarik tubuh Catherine hingga wanita itu duduk di pangkuannya. Devan pun memeluk tubuh wanita itu dari belakang dengan dagu yang bertumpu pada bahunya.


"Aku tidak ingin melihatmu melakukan tindakan bodoh seperti tadi!" ucap Catherine cemberut.


"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, karena aku tahu kau tidak akan membiarkanku pergi!" ucap Devan tersenyum.


"Tadi aku hanya ingin tahu, lebih besar mana, antara cinta dan kebencianmu padaku?" Devan tersenyum.


"Apakah sekarang kamu tahu?" tanya Catherine menaikkan sebelah alisnya.


"Tanpa kau jawab sekarang aku tau bahwa cintamu tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi!" ucap Devan.


"Jadi selama ini kau meragukanku?" tanya Catherine kesal.


"Aku tidak pernah meragukanmu, hanya saja kesalahanku yang besar membuatku ragu apakah kau bisa memaafkan ku atau tidak?" ucap Devan.


"Sekarang apakah kau pikir aku bisa memaafkanmu?" tanya Catherine menarik sebelah sudut bibirnya.


"Tidak? Tapi aku yakin suatu saat nanti kau bisa memaafkanku karena cinta kita yang begitu kuat, hingga aku sangat yakin bahwa kita akan menyatu sampai di keabadian nanti!" ucap Devan yang tidak pernah berhenti menerbitkan senyum.


"Oh, ya?" tanya Catherine tersenyum seraya mencebikkan bibirnya.


"Iya, My sweetie honey bunny!" Devan mencium pipi Catherine sekilas dari samping.


"Ya sudah, aku mau ganti baju dulu!" Catherine hendak berdiri dari pangkuan sang suami. Namun, Devan langsung menarik tubuh wanita kembali hingga wanita itu kembali ke posisi semula.


"Kamu tidak perlu mengganti baju karena malam ini aku yang akan menjadi selimutmu!" bisik Devan tepat di telinga Catherine.

__ADS_1


Seketika bulu kuduk Catherine merinding mendengar ucapan suaminya. "Apaan sih, Dev!" Catherine pura-pura bodoh.


Devan membaringkan tubuhnya seraya menarik tubuh Catherine hingga wanita itu tidur di atas dada bidangnya.


Lalu, Devan membalik tubuh Catherine dan menimpanya supaya dapat melihat wajah Catherine dengan jelas.


Helaian rambut Catherine menutupi wajah cantik wanita itu, dan Devan pun menyingkirkannya perlahan dengan jari-jemarinya. Catherine pun memejamkan mata, pasrah dengan apa yang akan dilakukan Devan selanjutnya.


Setelah itu Devan mencium kening istrinya, Ciuman itu semakin turun, beralih pada pipinya. Lalu, turun kembali dan berhenti tepat di bibir wanitanya.


Dan pada malam itu, Catherine menjadi milik Devan seutuhnya.


Maaf Othor singkat, karena dua Bab Setelah ini baru ditolak kemaren karena mungkin terlalu Vulgar 🙏


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰


Maafin Othor, karena Bab sebelumnya sangat hancur hingga mungkin membuat kalian bingung bacanya 🙏


Kemaren Othor ada halangan makanya nggak bisa nulis siang, karena Othor tidak ingin dianggap libur sama Admin maka Othor usahain update meskipun akibat dari nulis sambil ngantuk akan seperti apa?


Jangan pernah lelah dan pergi meninggalkan karya Othor yang hancur 🙏


Terus dukung dengan Like dan komen


Thank you ❤️


Sambil nunggu karya Othor update, mungkin ada yang berkenan mampir ke karya teman Othor yang pastinya juga tak kalah keren dari karya Othor


Berikut Cover dan cuplikan Babnya 👇👇👇



Harus menikah dengan orang yang tak dikenal? Orang yang membencinya sejak pertama kali bertemu?


Kebencian pada wanita yang hampir melenyapkan nyawa adik sepupunya dalam insiden kecelakkaan membuat Dani melakukan hal nekat menyekap Emely pada sebuah rumah di desa terpencil. Warga Desa menggrebek keduanya dan meminta mereka menikah.


Lalu bagaimana nasib pernikahan Rakhayla Emely Pradikta dengan Ardani Rahardian Wijaya tersebut nantinya, jika sebenarnya Emely sudah menentukan tanggal pernikahan dengan kekasih yang dicintainya?

__ADS_1


💃💃💃💃


Angin pagi berhembus dengan tenang, bersemilir kesana-kesini memberikan kesejukan. Rakhayla Emely Pradikta, gadis berusia dua puluh tiga tahun tengah berdiri di balkon ruang kantor miliknya dengan tegak.


Wanita yang menggeluti bisnis kuliner, bisnis Fashion dan Colection yang semuanya berlebel "RE Pradikta" itu menghela napas panjang sambil memegang telepon genggamnya. Rambut panjang terurai kesana kesini karna terpaan angin.


"Jadi bagaimana? Apa nanti kita bisa bertemu Honey? Acara pernikahan kita tinggal satu bulan, semuanya sudah terencana dengan baik. Akan tetapi kita belum sama sekali fitting baju pengantin," ucap wanita yang saat ini sedang bercengkrama dengan Raymon kekasihnya.


"Kita bertemu nanti, Em Cantik. Aku akan mengirimkan alamatnya kepadamu," ucap Raymon dengan lembut dari seberang sana.


"Nanti? Benarkah? Kau tidak akan berbohong lagi?" tanya wanita yang kini tampak bahagia itu. Pertemuan sebelumnya, Raymon membatalkan rencana mereka karena pertemuan bisnis mendadak.


"Aku tidak berbohong untuk kali ini, aku akan benar-benar datang menemuimu. Tidak seperti kemarin yang akan ada pertemuan mendadak," ucap Raymon lagi.


"Aku tunggu kedatanganmu, Sayang," ucap Emely sambil tersenyum.


"Hem, tunggu aku. Sekarang aku akan pergi dulu, sampai jumpa," ucap suara di sebrang sana kemudian memutus panggilan.


Emely menutup ponselnya dan memandang ke bawah sana, mengamati lalu lalang mobil yang kesana kesini melewati jalanan.


Emely menghela napas panjang, senyum indah merekah di bibirnya. Pernikahan tinggal sebulan lagi? Tak sabar dirinya merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Wanita cantik, putri ke tiga dari tiga bersaudara itu tersenyum indah. Ingin rasanya cepat cepat dia melakukan fiting baju pengantin di butik Sheyna Bontique. Bayangan keindahan di dalam pernikahan membuat senyumannya terus mengembang.


"Raymon," Lirih Emely sambil menatap ke bawah sana.


Raymon adalah putra dari rekan bisnis Papa Emely yang siap dijodohkan dengan wanita cantik itu. Mereka bertemu sekali kemudian saling berkomitmen.


"Nona, maaf mengganggu," ucap salah seorang wanita yang kini berdiri di belakang Emely. Emely menoleh dan menatap ke arah karyawan yang tampan panik memandang ke arahnya.


"Iya, ada apa Lel?" tanya Emely pada bawahanya yang bernama Lelita.


"Maaf Nona, hari ini kita sudah menyiapkan segala sesuatu untuk pesanan cetering dan bingkisan atas Nama PT. ARW grup dari minggu lalu, akan tetapi mereka tiba-tiba saja membatalkannya dan saat ini tidak bisa di hubungi. Sedangkan Limaratus pesanan bingkisan yang mereka pesan di RE collection sudah tersedia juga, ini bagaimana Nona Em? Saya ke alamat yang tertera juga tidak bisa bertemu, mereka bilang tak ada pesanan dari PT tersebut." Leli panjang lebar menjelaskan pada atasannya. Emely tampak terdiam, memenangkan hatinya.


Emely mencoba tetap tenang, menghela napas panjang dan mengeluarkan dengan pelan.


"Bisa kirimkan alamat ke nomorku? Aku yang akan datang kesana," ucap Emely kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya yang nyaman itu. Lelita mengirimkan alamat pada Emely kemudian mengikuti langkah Big Bos keluar dari ruangan.


Emely melewati beberapa karyawan dan karyawati yang tengah sibuk merapikan meja restauran mewah miliknya. Semua mata memandang ke arahnya, mereka berdiri tegak memberi hormat pada Big Bos cantik mereka yang terkenal tegas dan sangat bertanggung jawab.


Emely berjalan ke arah mobilnya dan masuk ke dalam kemudi. Netranya melihat ke arah Lelita yang berlari ke arah mobilnya.

__ADS_1


"Lelita, kau tetap di tempat. Biar aku sendiri yang menemui Pimpinan ARW Group," ucap Emely dengan tegas yang sanggup menghentikan langkah Lelita. Lelita berhenti, ditatapnya mobil mewah milik Big Bos yang keluar dari parkiran RE restauran itu.


__ADS_2