
Rona bahagia terpancar dari sepasang kekasih yang akan melangsungkan acara ijab kabul. Roy berada di depan penghulu dengan Putri di sampingnya. Acara ijab kabul pun berjalan dengan lancar, setelah para tamu undangan yang menghadiri pernikahan mereka, berteriak 'Sah.'
Putri pun meneteskan setitik air matanya, ia tidak menyangka bahwa orang yang menjadi pujaan hatinya bertahun-tahun kini telah sah menjadi pendamping hidupnya.
Setelah itu, Roy memasangkan cincin pernikahan pada Putri, begitu pun sebaliknya. Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan dari keduanya. Yaitu rasa bahagia yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.
Setelah itu, Putri menyalimi tangan Roy, dan Roy pun mencium kening wanita itu dan membaca doa. Setelah itu, ia meniupkan ke ubun-ubun wanita yang telah sah menjadi istrinya.
Suara tepuk tangan pun bergemuruh saat melihat keromantisan keduanya. Namun, tanpa disadari, ada seseorang yang terluka menyaksikan pernikahan itu.
Ia memaksakan senyumnya, ia juga senang melihat orang yang ia cintai bahagia bersama pilihan hatinya. Namun, tidak bisa di pungkiri bahwa ia juga terluka, luka yang tidak berdarah.
_
_
_
Pesta pun di gelar dengan meriahnya, ia melangkah menuju pelaminan dengan senyum yang mengembang. Saat sampai di depan Roy, ia mengulurkan tangan dan memeluk tubuh pria itu seraya mengucapkan selamat.
Setelah itu, ia bergantian menatap Putri dengan senyum yang di paksakan. "Selamat! Semoga bahagia, jadilah istri yang baik!" Irvan menyerahkan sebuket bunga mawar putih untuk wanita tersebut.
"Ini apa?" tanya Putri dengan senyum kaku.
"Ini hadiah pernikahan dan persahabatan dari aku!" ucap Pria itu tersenyum.
Putri membalas senyuman Irvan, lalu mengambil bunga tersebut dengan senyum lembutnya. "Terima kasih, Panda!" ucap Putri tersenyum.
Pria itu mengangkat jari kelingkingnya di depan wajah Putri, hingga wanita itu pun tersenyum mengingat masa kecilnya, lalu Putri mengaitkan jari kelingking tersebut pada Irvan dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Sahabat!" ucap Irvan dan Putri bersamaan setelah keduanya membalikkan tangan dan menempelkan jari jempolnya.
"Kalian ngapain?" tanya Roy mengerutkan kening melirik keduanya.
Setelah itu, Irvan melangkah meninggalkan pelaminan itu dengan mengusap sudut matanya sebelum cairan bening lolos dari pelupuk matanya, sementara Putri menatap punggung sahabatnya sendu, ia tau betul bagaimana perasaannya.
Mata teduhnya memancarkan kesedihan yang mendalam. Namun, pria itu tetap tersenyum hingga membuat Putri tidak tega melihatnya
"Jangan cemburu! Mereka sudah dekat saat masih SD!" ucap David yang membuyarkan lamunan pria itu.
David tersenyum seraya mengulurkan tangannya pada sekretaris adiknya tersebut. "Selamat atas pernikahan kalian!" ucap David. Lalu bergantian dengan Freya di belakangnya.
"Selamat!" ucap Freya seraya mengatupkan kedua tangannya pada Roy. Lalu, tersenyum tipis saat ia berdiri di depan adik angkatnya tersebut.
"Selamat adikku!" Freya memeluk Putri seraya tersenyum tipis. "Terima kasih, Kak!" jawab Putri membalas pelukan wanita itu.
"Oh iya, Kak Raya mana Kak?" tanya Putri mengerutkan kening.
"Kak Raya ngapain pakai masker? Aneh banget!" gerutu Putri.
"Mungkin karena bayi kita dia jadi aneh begitu!" ucap Adrian tersenyum.
Raya balik badan, lalu menatap suaminya tajam. "Apa kamu bilang? Aku aneh? Kamu tuh yang aneh! Malam ini kamu tidur di luar!" ucap Raya. Lalu wanita itu pergi terlebih dahulu meninggalkan Adrian di pelaminan Roy dan Putri.
Adrian pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya melangkah mengejar istrinya tersebut.
"Selamat ya, Put!" ucap Keyla yang datang dengan Brata. Gadis itu pun memeluk sahabatnya erat.
"Sebentar lagi kau juga akan menyusulnya!" jawab Putri menatap sahabatnya lekat.
__ADS_1
"Tatapanmu aneh padaku!" ucap Keyla tersenyum. Putri pun membalas senyuman sahabatnya. "Kamu yang aneh! Aku merindukanmu yang dulu!" ucap Putri hingga senyuman wanita itu surut seketika. Lalu disusul Brata yang mengucapkan selamat pada keduanya.
"Selamat ya!" Devan menepuk bahu sekretarisnya. Catherine pun menyusul di belakang pria itu. "Selamat ya, Put!" ucap Catherine tersenyum.
"Terima kasih, ya Kak!" ucap Putri seraya memeluk tubuh wanita itu.
"Eh, Kak! Kak Brata beneran saudara Kakak 'kan?" tanya Putri dengan wajah penasaran.
"Iya, Kak Brata itu kakakku, memangnya kenapa?" tanya Catherine seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak apa-apa, Kak! Cuma kepo saja!" ucap Putri tersenyum.
"Sayang ... ayo!" Devan menarik tangan istrinya yang menurutnya lama. "Apaan sih, Dev!" ucap Catherine kesal.
Setelah itu dilanjutkan dengan Keluarga Galaxy, Cassilas dan keluarga lainnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Terima kasih atas dukungan kalian
Menurut kalian Othor kasih malam pertama nggak buat Roy dan Putri?
Jika iya insya Allah Othor akan update Setelah episode ini, jika tidak, langsung ke Season dua aja. Masih tetap di novel ini!
Thank you untuk kalian ❤️
__ADS_1
Muachhh ...