
"Kak, sepertinya temanku nggak jadi dateng deh! Aku dah 20 menit nunggu di sini, bentar ya Kak! Aku hubungi lagi!"
"Putri ... " teriak seseorang dari pintu ruangan Catherine.
Baik Putri maupun Catherine menoleh menatap pada arah suara yang cempreng dari arah pintu masuk. Gadis itu pun lari menghampiri Putri lalu memeluknya erat.
"Key, kamu bisa nggak sih nggak ngagetin orang?" ucap Putri memutar bola matanya malas.
"Kayak kamu kalem aja, Put!" jawab Keyla memanyunkan bibirnya, lalu gadis itu duduk di samping Putri di seberang meja kerja Catherine.
"Ini Kak Catherine yang diceritain Putri ya?" tanya Keyla beralih menatap Caterine dengan senyum yang mengembang.
Catherine mengangguk. "Apakah Putri sudah bilang tentang tujuanku kesini, Kak?" tanya Keyla tersenyum.
"Iya, silakan kamu pilih desain yang paling kamu sukai," ucap Catherine seraya menyodorkan kertas-kertas hasil gambarannya. Keyla pun mengambil kertas-kertas itu, sambil mencari gambar yang cocok untuknya.
"Aku pilih yang ini aja Kak!" ucap Keyla setelah melihat hasil desain Catherine. Lalu menyerahkan kertas tersebut pada wanita itu.
"Baiklah, kami akan merancang gaun ini!" ucap Catherine tersenyum ramah.
"Terima kasih, Kak!" ucap Keyla.
Catherine mengangguk dengan senyum manisnya. Sementara Keyla menatap Catherine intens.
"Wajah Kak Catherine sangat mirip dengan calon tunanganku, Kak! Tapi nggak mungkin kalian saudara karena tunanganku dari London!" ucap Keyla dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Deg
Catherine langsung menatap Keyla dengan wajah terkejut. "Kalau boleh tau nama calon tunanganmu siapa Nona?" tanya Catherine tersenyum kaku.
"Wilson Brata Sunation?" jawab Keyla tersenyum.
Deg
"Brata?" tanya Catherine dengan wajah terkejut.
"Kok Kak Catherine tau sih nama panggilan calon tunanganku?" tanya Keyla bingung.
"Boleh aku melihat fotonya?" tanya Catherine tersenyum kaku.
"Kenapa sih, Kak?" tanya Putri yang melihat wajah Catherine tampak terkejut.
"Owh ... Habisnya raut wajah Kak Catherine berubah setelah mendengar nama tunangan Keyla," ucap Putri.
"Mungkin hanya perasaanmu saja Nona, aku biasa aja Kok!" ucap Catherine.
Putri hanya menyebikkan bibirnya sambil mengangguk-angguk pelan.
"Ini Nona," ucap Keyla sambil menyodorkan ponselnya pada Catherine.
Catherine pun mengambil ponsel itu, lalu melihat gambar yang tertera di ponsel Keyla.
Deg
__ADS_1
"Ternyata benar, Brata yang dimaksud Keyla adalah Brata Kakakku," batin Catherine.
Sekuat tenaga Catherine membendung air matanya. Ia seakan ingin kembali pada keluarga yang sangat dirindukan nya. Namun, ia malu untuk kembali lagi, karena Randa adalah pilihannya sendiri hingga dalam hidup sengsara pun ia malu untuk menghubungi keluarganya.
"Aku merindukanmu, Kak!" batin Catherine sambil mengusap-usap layar ponsel Keyla dengan senyum sendu.
"Kenapa, Nona?" tanya Keyla menatap Catherine intens. Ia dapat melihat raut wajah Catherine yang terpancar kesedihan.
"Tidak apa-apa, Nona! Aku hanya merindukan kakakku saja?" ucap Catherine memaksakan senyum. Lalu menyerahkan ponselnya kembali pada sang pemilik.
"Terima kasih, Nona!" ucap Keyla seraya mengambil ponselnya kembali.
"Kalau begitu, kita pamit dulu, Kak!" ucap Putri seraya tersenyum pada Catherine.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰
Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya! Aminnnn 🤲
Seperti biasa, Othor nyapa kalian hanya untuk minta dukungan kalian ❤️
Jangan lupa dukungannya ya guys, like & komen...
love you 😘
__ADS_1
Jangan pernah bosen sama karya Othor ya! Thank you Muachhh 😘