KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 101


__ADS_3

Setelah keluar dari toko pakaian, Nyonya Diane dan Indah Kusuma berniat membeli beberapa sepatu dan perhiasan yang senada dengan pakaian yang barusan tadi di beli.


saat sedang melangkah beriringan dan bergandengan tiba-tiba Indah melihat sosok Marcell Lyno tak jauh dari sana sedang bercakap dan berbincang dengan dua orang teman. sebelum Marcell Lyno melihat ke arah nya dia sudah duluan mengajak Nyonya Diane berbalik


"Tan-tante, sebaik nya kita cari makan dulu?" kata Indah tiba-tiba merubah rencana


"ada apa? bukan kah tadi kau bilang kita ke toko sepatu dulu baru kita makan siang? lagi pula ini baru sekitar pukul sepuluh, mungkin juga belum sampai..." Nyonya Diane seraya berkata melirik jam tangan nya sendiri yang ber-ornamen hiasan emas dan berlian itu pada keseluruhan nya.


"a..itu aku merasa sedikit lapar" kata Indah Kusuma lagi, Nyonya Diane mengingat tadi Indah sempat bilang ia pusing kepala saat pakaian yang di pegang nya terlepas secara tiba-tiba.


Nyonya Diane berfikir mungkin gadis keluarga Kusuma ini memang kurang sehat, apa lagi ia baru habis bermain di villa bersama teman-teman tentulah pasti para anak muda ini tidak tidur hingga malam hari


"baik lah, tante rasa kau kurang sehat, apakah kita langsung ke klinik saja?" tawar Nyonya Diane


"ti-tidak perlu Tante" sahut Indah kusuma cepat, bagi nya hanya perlu menghindar dari pria bernama Marcell Lyno itu, itu sudah sangat cukup


setelah sampai di sebuah resto, Indah Kusuma berkata pada Nyonya Diane


"Tante, tunggu sebentar aku harus ke toilet mencuci wajah ku agar lebih segar. Tante pesan lah dulu makanan" kata Indah Kusuma seraya beranjak


"ya, hati-hati lah... apa perlu tante temani?" lagi-lagi Nyonya Diane manawar kan.

__ADS_1


"tidak,Tante..aku sendiri saja" tolak Indah Kusuma dengan sopan dan lembut.


setelah Indah pergi, Nyonya Diane tidak merespon kan kecurigaan apa-apa, bagi nya Indah kusuma saat ini memang sedikit kurang fit, padahal Nyonya Diane tak tau Indah Kusuma sedang berusaha menghindari sesuatu sekarang.


Indah Kusuma bergerak menuju toilet wanita, tapi dia cukup was-was, siapa tahu saja tiba-tiba Marcell Lyno itu muncul seperti hantu di hadapan nya.


setelah sampai pintu toilet, Indah buru-buru masuk, di dalam toilet ada dua wanita lain nya yang sedang membetulkan make up. Indah segera menuju salah satu wastafel dan membasuh sedikit wajah nya dengan air dan setelah merapikan make up nya kembali seperti sedia kala.


Indah Kusuma merasa setelah melihat Marcell Lyno tadi keadaan nya menjadi merasa tidak sehat. setelah menarik nafas dalam-dalam menghembuskan perlahan ia pun segera keluar dari toilet khusus wanita tersebut.


melangkah keluar dengan gaya berkelas nya yang seperti biasa, dia Indah Kusuma memang cantik, ketika melewati koridor menuju ke ruangan utama resto ia di perhatikan oleh seorang pria berpakaian bagus mencolok yang pasti nya anak orang kaya


"waw...cewek kece.." gumam pria itu pada teman di sebelah nya yang juga berpakaian keren pula, di lihat dari gaya nya teman di sebelah ini walau pun bukan anak orang kaya paling tidak pria ini memiliki uang yang banyak karena pekerjaan yang mapan. inti nya dua orang yang berada di kasta tinggi. pria yang mendengar teman nya mengatakan cewek kece segera ikut menoleh


Indah kusuma yang mendengar gumaman-gumaman itu sudah merasa biasa, di mana-mana sosok nya memang menjadi idaman.


satu teman nya lagi di antara dua pria itu menoleh pada wanira cantik sedang lewat yang di maksud kan itu, pria ini membetulkan sedikit kacamata hitam yang di pakai nya menelaah sang wanita


"wah bener-bener...kece badai ni" sahut sang pria tampan yang berkacamata hitam itu pada dua teman nya, tapi tiba-tiba pria berkacamata hitam itu membuka kacamata nya menelaah dengan pasti sosok si wanita cantik yang sedang di maksud


"wah,,,kayak nya aku kenal ni" kata nya pada dua pria tersebut

__ADS_1


"serius kamu.." kata teman nya tak percaya di ikuti tatapan teman yang satu nya, tanpa menjawab pria berkaca mata segera menyusul langkah Indah Kusuma dan menyalip nya...


"buru-buru sekali? apa kabar?" kata sosok berkacamata hitam mengejutkan Indah saat itu juga, mata Indah kusuma langsung melotot sebesar-besar nya..., ya karena pria berkacamata hitam adalah sosok yang sejak tadi di hindari nya dia adalah Marcell Lyno.


Indah Kusuma seketika seperti melihat hantu !! dia mundur dua langkah seraya mengekspresikan kekhawatiran dan kesiagaan


"hei kenapa dengan mu? kau lupa pada ku?" tanya Marcell Lyno lagi, Sebetul nya Marcell Lyno sudah tidak peduli ia kenal apa tidak pada sosok Indah Kusuma ini seperti wanita-wanita yang pernah di kencani nya dulu. hanya saja saat ini ia ingin berlagak di depan dua teman pria nya itu, karena barusan dua pria itu terpesona pada sosok Indah Kusuma, jadi ia yang sudah mengenal bahkan sudah berbagi kehangatan merasa berbangga sekedar ingin menunjukkan kalau dia dan wanita cantik ini saling mengenal, namun...


"siapa kamu?!" respon Indah tak terduga


"kau tak mengenal aku lagi?" Marcell Lyno membuka kacamata yang menutupi sebagian wajah nya tampan menawan nya itu...


tentu saja walau Marcell Lyno tak membuka kacamata pun Indah Kusuma sudah mengenal nya sejak melihat di kejauhan beberapa meter di awal tadi. tapi saat ini Indah Kusuma memang berlagak pura-pura tak mengenal...


"aku tak kenal kau, pergilah" Indah Kusuma begitu panik, memperlakukan Marcelk Lyno seakan ia orang jahat dan sejenis nya


"hei...tenang lah.. ini aku? masa kau lupa? aku Marcell..." belum sempat Marcell Lyno meneruskan kata-kata Indah Kusuma sudah buru-buru pergi, dua teman Marcell Lyno melihat dengan aneh. merasa tak ingin di anggap dua teman nya pembohong dan itu tidak keren jadi Marcell Lyno mencekal satu pergelangan tangan Indah Kusuma dengan cepat, menahan agar gadis itu tidak pergi namun respon Indah begitu lagi-lagi di luar dugaan, tau-tau dengan cepat ia menampar wajah Marcell Lyno dengan kuat


PLAAAKK!!!


Marcell Lyno kaget, begitu juga dua orang pria teman Marcell Lyno yang berdiri tak jauh dari sana. beberapa orang lewat juga menyaksikan nya. kejadian ini benar-benar mempermalukan seorang Marcell Lyno di tengah keramaian.

__ADS_1


meskipun ia bukan lagi publik Figur tapi walau kita adalah orang biasa tetap saja terasa memalukan jika di tampar di tempat umum apalagi kita tidak bersalah sama sekali...


__ADS_2