
saat hari ke empat keadaan Wilson mengalami kemajuan..., namun di titik ini sama sekali belum bisa berharap lebih jika pria ini akan sadar kembali.
kemajuan yang terjadi pada kondisi Wilson hanyalah tentang daya tubuh nya yang mulai merespon...dan itu pun hanya terlihat di tekanan tampilan layar monitor saja.
jika di fikir-fikir Wilson memang hanya terkena satu peluru saja namun yang jadi permasalahan nya kondisi tubuh saat ini adalah pasca benturan kecelakaan di luar negeri yang cukup fatal dan serius kala itu, jadi Wilson ini seperti sedang menerima pukulan yang bertubi-tubi...
setiap hari satu persatu keluarga dan orang terdekat nya datang dan berbicara pada Wilson yang belum juga bangun, mereka seperti berharap Wilson mendengarkan apa yang mereka katakan dan jika bisa harapan mereka adalah Wilson langsung merespon nya, namun sama sekali selalu tak ada jawaban, setiap kali yang terdengar hanyalah bunyi dari perangkat medis saja yang menemani kesunyian di dalam ruangan perawatan Wilson tersebut.
Fiona hari ini datang mengunjungi Wilson dan seperti biasa ia juga berbicara lagi pada Wilson, ini entah yang keberapa kali nya Fiona datang dan mencoba membangun kan Wilson dengan lembut dan perlahan, tapi pria itu sama sekali tak bergeming seperti biasa nya pula...
Fiona seringkali bercerita tentang hari nya, lalu tentang hal-hal lain nya seakan Wilson ini sedang mendengar kan nya padahal kenyataan nya Fiona sadar kalau ia hanya seperti orang bodoh yang sedang berbicara pada orang koma.
Fiona setelah menyiap kan handuk kecil yang di basahi dengan air hangat segera meng-aplikasikan nya ke tangan dan jemari Wilson dengan lembut.
"Wilson...kau harus bangun..," kata Fiona halus sambil tetap fokus dengan handuk basah di tangan nya seraya terus mengepel jemari Wilson dengan lembut seperti di awal
"aku terus berfikir, kau pernah bilang...setelah kita bercerai kemarin kau selalu mendatangi ku dan bilang kalau ada banyak hal yang ingin dan harus kita bahas..tapi aku selalu bilang tak ada hal yang perlu kita bahas karena kita telah selesai..benar kan?" kata Fiona perlahan..
menatap Wilson yang tak bergeming..., Fiona menarik nafas dengan berat dan sesak
"kau tau Wilson, setelah kau terbaring begini aku mulai sadar apa yang kau katakan itu benar. antara kita berdua memang masih banyak yang harus di bahas dan belum terselesai kan...meski pun aku juga tak tau itu apa.." Lanjut Fiona dengan senyuman nya yang samar dan perih...
"kau juga pasti sama kan, sama sekali tak tau apa yang harus kita bahas tapi seakan memang kita perlu membahas nya, kalau di fikir-fikir urusan kita berdua sangat memusing kan sekali ya..." kata Fiona lagi
__ADS_1
ia benar-benar seperti orang gila yang sedang berbicara sendiri..
"Wilson..." panggil Fiona pelan, saat ini seperti ada yang menyesakkan di dada nya setiap menyebut kan nama Wilson...
"apa kau mendengar ku? jika kau mendengar nya kau harus bangun..." Fiona menunduk dalam dan menghentikan aktivitas mengepel tangan Wilson, seperti ada bongkahan batu besar di dalam dada nya. beberapa hari ini sudah seringkali ia berbicara seperti orang sinting begini berharap Wilson mendengar kan nya tapi apa? pria ini seperti mengabaikan nya dalam diam..
entah kenapa tiba-tiba Fiona merasa sangat sedih dan kesal, ia melempar kan handuk basah di tengan nya ke lantai dengan rasa sebak di dada nya yang mulai terasa memuncak
"bangun brengseek..." Fiona tertunduk dan terisak di kursi samping ranjang Wilson, ia mulai menangis dengan rasa emosi,kesal,sedih,sakit,perih yang bercampur jadi satu
"bangun lah brengsekk !!!" Fiona menggertakkan gigi nya..
"kenapa kau terus-terusan tidur,kau tak mau berkelahi dengan ku lagi hah?" tak tau entah sejak kapan air mata Fiona tau-tau sudah membanjir begitu saja, ia menelungkup kan kepala nya di atas kedua tangan nya yang sedang bertumpu di ranjang Wilson.
Fiona menangis sejadi-jadi nya...
"bukan kah kau sangat suka berkelahi dengan ku, ayo bangun..aku akan meladeni mu, asal kan kau bangun..." Fiona terus meracau dalam tangis nya
"Wil-son...." tangis dan panggil Fiona terbata
dan tanpa Fiona sadari, jemari Wilson tampak seperti ada gerakan sedikit..
💘💘💘
__ADS_1
hari berikut nya AL ghazaly datang menjenguk dan duduk sendiri di dalam ruangan perawatan Wilson. menatap Wilson yang tak bergeming dalam ketidak sadaran nya.
AL ghazaly melihat Wilson begitu memprihatin kan, ia juga tak tahan melihat Fiona yang selalu pulang ke kediaman Elvano dengan mata yang membengkak.., apakah pria ini benar-benar berarti bagi Victoria nya itu?
"kenapa kau tidak juga bangun...?" lirih AL ghazaly datar tanpa ekspresi sesuai karakter khas nya
"Wilson..kau tau selama kau masih begini, itu artinya kau menyiksa Victoria-ku, bangun lah...jika memang kau hebat dan mampu merebut nya dari ku, jangan hanya berbaring dan jadi pengecut seperti ini" kata AL ghazaly pelan, kali ini ia juga akhir nya berbicara sendiri seperti orang gila. tapi mau bagaimana lagi si orang yang di ajak bericara itu sama sekali belum sadar, entah kapan akan sadar bahkan tak di ketahui juga akan sadar atau tidak nya..
"harus kah aku memberikan Fiona itu pada mu dulu baru kau akan sadar..?" AL ghazaly tersenyum sinis
"kau sangat licik,Wilson..." tuding AL ghazaly pelan
"kau tau, Fiona yang kau ingin kan itu adalah Victoria-ku. kami lebih dulu bertemu dan kau yang mengacaukan hati nya.." AL ghazaly menautkan alis nya samar...
"jika memang kau hebat, kau telah mampu mengacau kan hati nya bukan? jadi bangun lah dan tuntas kan!! jangan malah kabur seperti ini" ledek AL ghazaly
"aku ingin lihat sampai di mana kehebatan mu, agar bisa di pertimbangkan, apa kau layak bersama Victoria-ku atau malah tetap aku yang lebih layak membahagiakan nya, bangun dan tunjukkan seberapa hebat kemampuan mu itu, aku tunggu" kata AL ghazaly kemudian...
sekitar lima belas detik suasana diam, hening..hanya bunyi peralatan medis yang samar seperti di awal, tak ada sahutan...hanya sunyi...
AL ghazaly melirik arloji mahal di pergelangan tangan nya yang menawan itu, ia kemudian bangkit dari duduk nya
"oke, aku harus pergi.." ujar AL ghazaly
__ADS_1
"aku tunggu kabar dari mu.." kata nya lagi
lalu tubuh tinggi jangkung menawan AL ghazaly itu pun segera berbalik pergi keluar dari ruangan perawatan medis Wilson yang suasana nya masih tetap sunyi seperti biasa tersebut...