
bagi Fiona setelah palu di ketukkan itu berarti antara dia dan Wilson sudah selesai. sudah tamat ! lalu mengapa pria bernama Wilson ini malah kembali mengungkit nya? memang nya sejak awal siapa yang ingin mengakhiri nya? bukan kah si Wilson ini sendiri. jika sudah berakhir, maka berakhir lah. ingin apa lagi?
gila ! ini benar-benar Gila, Wilson Wijaya Santoso benar-benar sangat pandai mempermainkan perasaan orang lain, begitu dengen enteng mempermainkan hidup orang tanpa canggung dan tanpa menoleh sedikit pun. dia sungguh sosok yang luar biasa tidak tahu malu. sangat arogan dan begitu sangat sombong.
Fiona mulai menerka-nerka apakah Wilson ini memakan makanan yang bukan sama dengan yang di makan manusia? apakah dia makan paku? apakah dia makan kulit kayu sebagai cemilan? apakah dia alien dari alam yang berbeda? oh Tuhan mengapa pria ini sangat tak masuk akal?
Fiona ingin sekali mengumpat, tapi ia meredam amarah nya sendiri dengan satu tarikan nafas...lalu berkata "kembali untuk apa? aku tak mengerti" jawab Fiona, seharus nya diri nya bukan orang bodoh yang tidak mengerti tapi ia memang tak ingin memahami nya lagi. walau pun sedikit saja.
"maafkan aku Fiona, dulu aku tak pernah menjadi sosok suami yang baik untuk mu. aku terlambat menyadari kalau kau sangat penting untuk ku" lirih Wilson, ia tahu mungkin saja segala kata nya saat ini tak akan ada lagi guna nya untuk seorang wanita yang sudah berada di ambang muak seperti yang Fiona rasakan pada nya
"semua sudah berlalu aku tak ingin mengungkit nya" kata Fiona 'bahkan mendengar nya aku tak sudi lagi' Fiona membathin...separuh nya.
"tolong..."Wilson mencoba membalikkan keadaan dengan harapan nya yang tersisa yang mungkin saja saat ini sama sekali sudah tak ada yang tersisa
__ADS_1
"Wilson kita sudah selesai..." kata Fiona lagi kali ini nada nya sedikit meninggi, ia tak ingin mengungkit masalah dia dan Wilson lagi. diri nya sudah cukup lega saat palu di ketuk kan, tapi mengapa malah sekarang Wilson seakan tak mau tahu?
"izinkan aku memperbaiki nya, beri aku kesempatan sekali saja Fiona...mari kita perbaiki hubungan kita" seumur hidup baru kali ini Wilson memohon, bahkan di dunia bisnis yang keras dia tak pernah memohon sekali pun juga. selalu bersikap arogan dan begitu sangat kuat.
"Wilson..." Fiona merasa tak ada habis nya, percakapan mereka tak ada bagus nya dan benar-benar tidak penting sama sekali "apa ini hal penting dan mendesak yang kau maksud kan?" Fiona menatap sinis
Wilson balas menatap Fiona dengan alis anggun nya yang kuat,saat ini di hadapan Fiona ia begitu rapuh "ya..." kata nya singkat dan terdengar pasrah
Fiona merasa begitu malas dan tidak tertarik dengan topik yang ada "kalau begitu aku tidak ada waktu membicarakan nya, aku harus pergi. dan kau keluarlah" Fiona mengusir tanpa rasa kasihan, ia muak dengan alur pembicaraan hari ini, kembali lagi apa nya?
"apa mau mu?" Fiona sangat kesal, Wilson benar-benar membuang waktu nya dengan hal yang tidak penting seperti sekarang ini
"Aku hanya ingin kau memberi ku kesempatan Fiona, ke depan nya aku..akan berlaku baik pada mu, aku janji..." mata Wilson mulai menyorotkan rasa tertekan dengan sikap Fiona pada nya, mata yang biasa nya tajam itu sekarang begitu lemah...
__ADS_1
"aku tidak butuh lagi apa pun itu yang berhubungan dengan mu!" Fiona memekik tertahan "Wilson jika kau ingin bersikap baik, maka lakukan itu pada istri mu yang baru, lakukan pada wanita masa depan mu" dengan tatapan tajam sorot yang kesal Fiona berkata tepat di depan muka Wilson, ia tak ingin membuat keributan dan di dengar pengurus rumah lalu mengadukan hal ini pada AL ghazaly. Fiona tak ingin antara diri nya dan AL ghazaly ada kesalahpahaman. namun entah kenapa pria bermarga Wijaya Santoso ini, pria bernama Wilson ini selalu bisa membuat Fiona merasa tidak tenang. diri nya seorang Fiona selalu bisa tenang dalam berbagai situasi yang memborbardir hati nya, tapi sedikit saja orang bernama Wilson ini menyentuh hati nya mencolek secuil saja, Fiona tidak tahan dan menjadi sangat tak terkendali seperti sebuah genderang peperangan yang di talukan dengan sangat kencang ! orang ini Wilson Wijaya Santoso selalu bisa membuat nya emosi dan sangat marah. mau arogan atau rendah diri seperti ini,orang bernama Wilson ini selalu saja bertingkah seakan memaksa nya.
"berapa kali harus aku katakan? kau pun sudah tau. kita berdua tak ada yang harus di ulangi, silahkan mula-i semua yang kau ingin kan dengan wanita yang kau cintai dan kau ingin kan, buat dia jadi istri mu, bukan malah kau mengajak ku mengulang hal bodoh itu, kembali apa nya" Fiona berkata dengan lugas walau tidak lantang, bagi nya pernah menjadi istri seorang Wilson Wijaya Santoso adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan di dunia ini...
"pernikahan kita bukan hal bodoh" Wilson berkata tapi tanpa tekanan kemarahan, hanya sebuah protes "dan lagi pula aku tak ada wanita yang ingin ku jadikan istri ku, satu-satu nya wanita yang akan menjadi istri ku adalah kau Fiona" kata Wilson dengan mata yang mulai memerah, pria ini sangat kacau hati nya
"wah, pernyataan bodoh apa itu? siapa yang tidak tau sejak dulu orang yang di cintai dan ingin di nikahi seorang Wilson Wijaya Santoso itu adalah siapa? kau berusaha tak mengingat Nona Kusuma mu dalam hal ini? kau sangat mengerikan,Wilson" Fiona tak habis fikir dengan sikap Wilson
"aku...tak akan menikahi nya,nona Kusuma atau siapa pun itu ! satu-satu nya wanita yang Ku cintai adalah istri ku Fiona. jangan bawa nama orang lain. aku tak pernah menginginkan wanita lain selain istri ku sendiri...istri ku Fiona wijaya Santoso" kata Wilson penuh penekanan
"Fiona itu sudah mati, dia sudah tidak ada..." kata Fiona dengan seringai sinis...
"apa? kau mengutuk diri mu sendiri?" Wilson sangat tidak suka...
__ADS_1
"aku, nama Ku Victoria...Victoria Aditama...! Victoria Elvano. marga ku sekarang elvano, sejak lahir nama ku Victoria..! apakah kita lupa berkenalan sebelum nya" Fiona berkata dengan mantap walau perlahan tapi penuh emosi, ia benar-benar sudah di ambang batas rasa..., ia tak ingin lagi membicarakan apa itu Fiona, apa itu Wilson. menjadi Fiona benar-benar menyisakan cerita tentang diri nya yang pernah menjadi sosok Istri yang sangat menyedihkan..., Wilson memejam kan mata sesaat lalu membuka nya perlahan dan berkata dalam satu kalimat...
"siapa pun kau...Fiona atau pun Victoria, apakah aku Wilson Wijaya Santoso benar-benar tak punya tempat lagi di dalam hati mu....?" tanya Wilson lirih...