KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 93


__ADS_3

Fiona beralih menatap ke orang di dalam mobil yang tak jauh dari tempat nya berdiri, sosok pria yang sangat memikat dan mempesona...AL ghazaly


sosok itu juga balas menatap nya lembut, tatapan selembut ini hanya untuk Fiona saja...hanya khusus untuk sosok Victoria nya saja.


Fiona tersenyum pada AL ghazaly yang berada di dalam mobil, menatap pria itu lewat jendela mobil yang terbuka tetap lah sangat terasa menyenangkan


"kenapa kau mendadak pulang?" tanya AL ghazaly dengan lembut...


mendengar suara AL ghazaly yang lembut dan terkhusus, Marcell yang mendengar menghadap kan muka nya ke arah lain dengan muak seraya mengerak-gerak kan mulut nya seperti orang mengoceh...,lalu membatin


"hish dia sendiri kalau sama orang yang di sukai begitu sok lembut, penuh rayuan dan mendayu. apa beda nya dengan ku yang selalu ia katai buaya. beda nya kan cuma karena wanita yang ku sukai bukan hanya satu, ada banyak.., apa salah nya aku bertingkah manis pada wanita yang ku suka. dia juga kalau suka wanita Sok sweet begitu" umpat Marcell yang rasa nya ingin mencekik AL ghazaly kalau saja tidak sedang ramai ini


Fiona tersenyum mendengar pertanyaan AL ghazaly, lalu melangkah ke arah mobil AL ghazaly,setelah dekat


"apa aku sudah di larang pulang kemari semau ku? " tanya Fiona pura-pura merajuk


"tidak, bukan kah awal nya kau bilang akan pulang setelah weekend..." kata AL ghazaly lagi merespon rajukan Fiona dengan tetap tenang seperti gaya khas nya tapi interaksi mereka tetap terlihat begitu sangat romantis.


"uhm.." Fiona seolah mengiyakan dan tidak membantah pernyataan AL ghazaly yang memang awal nya Fiona sendiri mengatakan kalau dalam pekan ini ia akan pulang ketika weekend tepat nya hari libur.


setelah nya Fiona pun melanjutkan kalimat berikut nya


"aku hanya berfikir ingin bertemu Tante Ziviliya, kebetulan dia berada di dalam negeri...aku sudah sangat lama tidak berbincang dengan nya dari hati ke hati seperti dulu " imbuh Fiona perlahan

__ADS_1


AL ghazaly menatap Fiona, masih tetap lembut seperti tadi...kadang pria akan bersikap sangat kaku dan dingin pada orang lain, namun akan sangat hangat pada wanita yang di pilih nya.


"apa Tante Ziviliya lebih penting dari ku? kau bahkan tak menyempatkan diri untuk pulang menemui aku, koko mu.." protes AL ghazaly pelan dan datar, selalu dengan gaya khas nya walau pun sebetul nya itu adalah sebuah canda..


"Koko..." Fiona balas protes


"kapan-kapan sempat kan waktu pulang untuk ku juga, kita pilih cincin,bagaimana?" usul AL ghazaly setengah berbisik dengan senyuman maut nya


"oke..." balas Fiona setuju


"koko hari ini juga kenapa pulang cepat?" tanya Fiona


AL ghazaly melirik kan mata ke arah Marcell Lyno yang berdiri di sana, seraya menjawab pertanyaan Fiona


"aku tak mau kediaman Elvano menjadi sarang muci-kari" kata AL ghazaly, Fiona dapat menangkap dengan jelas arti nya Koko AL pulang cepat karena Marcell si sahabat nya datang bertamu.., namun bukan AL ghazaly nama nya jika tidak memiliki kalimat pedas,datar dan semau nya... apalagi pada Sosok Marcell Lyno yang juga selalu bertindak semena-mena pada AL ghazaly sendiri.


"Nona..a-aku akan masuk tapi aku akan jalan sendiri saja" LiLyan tidak enak, masa' mesti naik mobil segala hanya masuk ke kediaman yang ada di balik pagar? lagi pula sejak dulu hubungan nya dan Fiona tetap lah Nona dan pelayan jadi rasa nya lancang bila ia ikut masuk mobil Nona nya...


"kau akan lelah berjalan, ini masih lumayan jauh jika berjalan kaki LiLy..." balas Fiona seraya terus menarik LiLyan, akhir nya gadis bernama LiLyan itu manut juga


lalu Marcell Lyno pun masuk ke mobil nya sendiri...mengemudi perlahan mengekori di belakang mobil bewarna gelap yang membawa AL ghazaly di hadapan nya setelah penjaga membukakan gerbang. di ikuti Mobil Fiona di belakang nya...


Benar saja LiLyan sangat kaget karena yang di jumpai di awal membuka gerbang memang masih lumayan jauh ke arah bangunan kediaman Elvano tersebut.

__ADS_1


dia juga selama ini bekerja di kediaman Wijaya Santoso Group yang juga merupakan kediaman super duper mewah, namun jika di perhatikan dua kediaman mewah ini sangat lah berbeda tema ...


walau di kediaman Utama Wijaya Santoso juga ia harus berjalan capek dari pagar depan menuju rumah utama, namun kesan nya sangat lah berbeda.


Kediaman Utama Wijaya Santoso memang besar dan luas tapi saat masuk di awal bisa langsung melihat bangunan yang kokoh megah dan besar terpampang, dan air pancuran raksasa di depan nya. pepohonan nya juga tertata seperti hiasan. kita juga bisa melihat mobil yang masuk datang atau pun keluar pergi dari kediaman Wijaya Santosa karena mereka melewati jalanan yang di khusus kan di halaman super luas di depan kediaman itu sendiri yang akses nya adalah mengitari air pancuran raksasa di depan kediaman Wijaya Santoso tersebut.


Namun kediaman Elvano saat memasuki gerbang besi, bangunan kediaman nya masih terlihat jauh di ujung sana, akses jalan mobil lebih kepada melewati pepohonan yang alami di tanam seperti perkebunan besar dan juga di kiri kanan jalan yang di lewati adalah danau yang begitu sangat amat terawat pula. lebar jalan seperti jalan raya, bisa untuk dua kendaraan roda empat, karena itu tetap tidak ada hambatan untuk kendaraan yang masuk ke kediaman Elvano atau pun keluar dari kediaman Elvano. untuk ukuran kediaman benar-benar sama-sama mewah nya...


LiLyan sampai merasa takjub, saat ia memasuki gerbang besar tadi ia seperti di kirim ke dunia lain saja, memasuki kawasan ini seperti memasuki dunia yang benar-benar berbeda...


"LiLy,,, kenapa kau tidak menelepon ku lebih dulu kalau kau akan datang, bukan kah aku sudah berpesan untuk mengabari sebelum menemui ku, takut nya aku tidak ada di tempat..." kata Fiona memecah kan suasana


Fikiran dan rasa takjub LiLyan seketika berhenti, otak nya langsung beralih pada Fiona


"aku lupa...Nona, karena ini sangat mendadak. kebetulan aku cukup punya waktu untuk menemui mu jadi aku langsung pergi saja..." LiLyan nyengir menyesali kebodohan nya


"hhh, sekarang bahkan aku masih punya sedikit waktu gara-gara kebodohan ku yang tidak menghubungi mu terlebih dahulu.." lanjut LiLyan lagi seraya menghela nafas nya karena waktu senggang nya tersita begitu saja karena kejadian tadi


Fiona yang tanpa menyaksikan namun melihat gelagat saat ia datang tadi dapat di pastikan LiLyan di tahan di depan, di larang masuk..., Fiona sangat faham, AL ghazaly koko nya itu bukan lah orang yang cepat menerima orang luar yang di rasa nya tak ada kepentingan dengan nya.


"aku minta maaf atas nama koko ku" kata Fiona terus seraya fokus menyetir pelan


"bukan apa-apa..lupakan saja" LiLyan cepat-cepat tersenyum, dia jadi tak enak hati jika malah Fiona yang minta maaf pada nya...

__ADS_1


"nanti kembali ke kediaman Wijaya Santoso dengan ku saja, aku kebetulan mau bertemu Tante Ziviliya" ajak Fiona dengan sangat tulus


"...baik lah.." LiLyan tersenyum senang


__ADS_2