KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 114


__ADS_3

saat di ruangan masih tinggal mereka berdua..., beberapa menit suasana hening. Indah Kusuma perlahan bangkit menuju kearah Nyonya Diane


"kau...benar-benar ibu ku?" tanya Indah dengan sedikit tersendat dan penuh kekecewaan dan penasaran yang bersatu padu. mengapa sang ibu membuang nya?


Nyonya Diane masih diam..., tidak menoleh, Indah Kusuma melangkah mendekat


"kau..ibu ku?" tanya Indah kusuma lagi, kali ini tangan nya memegang lengan Nyonya Diane, menyentuh nya tapi malah respon Nyonya Diane mengejut kan nya


"tidak kau bukan puteri ku...!" pekik Nyonya Diane seraya bangkit menjauh dari sosok Indah Kusuma


"sampai kapan pun anak ku hanya satu, putera ku hanya Wilson Wijaya Santoso" tegas Nyonya Diane tajam, ia tak akan menerima anak yang di lahirkan dan di kandung nya secara diam-diam ini. bermacam cara telah ia coba untuk melenyapkan di awal kehamilan tapi janin ini terus membandel tidak lenyap juga, malah makin tumbuh dari hari ke hari dengan begitu sangat kuat dan sehat, mengerikan sekali.


sejak Indah di dalam kandungan, Nyonya Diane sudah membenci nya. gara-gara kandungan yang tidak mau lenyap ini Nyonya Diane di tinggal kan pacar nya, karena sang pacar menganggap Nyonya Diane membohongi nya, sudah sepakat menggugurkan tapi malah bayi itu terus tumbuh dengan baik. pacar Nyonya Diane menganggap kalau Nyonya Diane sengaja menjebak dan menyeret nya untuk bermasalah dengan keluarga Santoso, hingga berakhir mereka putus hubungan karena sang pacar kabur ke luar negara.


Nyonya Diane semakin yakin kejadian buruk yang menimpa karena janin ini lah akar permasalahan nya. janin yang tidak tau malu ini terus hidup di dalam kandungan nya walau sama sekali tidak di ingin kan.


gara-gara Janin ini pula lah, ia yang hidup sebagai Nyonya Diane karakter mulia nya yang tanpa cela harus cacat dan ternoda gara-gara janin ini. istilah nya karena nila setitik rusa susu sebelanga.


dan janin yang tidak di ingin kan itu malah sekarang muncul di hadapan nya sebagai sosok seorang gadis bernama Indah kusuma, di mana saat ini si Indah kusuma ini bagi Nyonya Diane sudah sangat menjijikkan.


Nyonya Diane tak akan membiarkan karakter beharga nya buruk gara-gara janin yang telah tumbuh jadi seorang gadis tak berguna ini. tidak akan !!!


"kau membuang ku ketika bayi dan kini kau juga masih tak ingin mengakui ku? Nyonya apakah anda benar seorang Ibu?" pekik Indah Kusuma emosi


"kau juga dulu tak mengakui status ibu mu yang seorang pela-cur kan? sekarang kau mengakui karena aku seorang Nyonya yang Mulia. lantas apa beda nya dengan mu" balas Nyonya Diane

__ADS_1


"dan ku peringat kan sampai mati pun kau bukan lah anak ku, aku tak pernah menginginkan kau hidup, menjauh laaaah" pekik Nyonya Diane seraya melangkah keluar dari ruangan menuju koridor


"ibu! aku anak mu, mengapa kau begitu tega tak mengakui ku? sampai sekarang pun kau malah lebih mengakui Wilson si anak pela-cur itu..?" teriak Indah kusuma Frustasi


PLAAAK !!!


satu tamparan mendarat di wajah cantik Indah Kusuma, Nyonya Diane begitu kalap dan marah hingga menghadiahi nya sebuah tamparan keras


"jangan hina putera ku! Wilson adalah putera ku !!! dia putera ku!!" pekik Nyonya Diane histeries


Indah Kusuma memegang pipi nya dengan kekecewaan yang mendalam, bertemu kembali dengan Ibu Kandung yang melahir kan nya malah bukan pelukan atau ci-uumann yang ia dapat namun sebuah tamparan keras di pipi seperti ini?


tidak di akui? di tampar??? kejam sekali seorang Ibu Kandung di hadapan nya ini, sebegitu tidak mengharapkan diri nya kah?


saat kejadian ini terjadi, Wilson kebetulan masuk kediaman Wijaya Santoso, melewati koridor melihat pintu terbuka dan melihat keributan ini membuat nya tak mengerti...


Wilson tak mengerti, Indah Kusuma melangkah ke arah nya dan berkata,,,


"Wilson mari kita bicara...mengenai hal ini" pinta Indah kusuma seraya memegang pergelangan Wilson


namun Wilson yang sudah makin muak pada Indah Kusuma menepis tangan gadis ini hingga jatuh terduduk di lantai begitu saja


"Wilson kau..." Indah berteriak marah


"pergi lah aku tak ingin bicara dengan mu" usir Wilson.

__ADS_1


"sudah ku katakan jangan membuat keributan di sini" tekan Wilson lagi dengan geram


Indah bangkit dan segera beranjak pergi dengan kekecewaan dan kebencian. ia awal nya ingin bernegosiasi cara licik dengan Wilson,


istilah nya kalau Wilson mau kembali bersama nya maka ia biarkan hal ini seperti biasa, Wilson tetap lah putera Nyonya Diane dan diri nya tetap lah puteri dari pela--cur yang ia akui sebagai artis kepada orang-orang. biar lah semua berjalan seperti biasa nya dan hubungan nya dan Wilson juga tetap seperti biasa nya, mereka berhubungan dan rencana pernikahan tetap berjalan seperti rencana di awal. dia bisa begitu asal kan Wilson kembali lagi pada nya


kata-kata Tante Zivilya sama sekali tidak di fikirkan nya, siapa pun ibu kandung Wilson, pria ini tetap lah pewaris Santoso yang berharga. jadi Indah kusuma sudah terlanjur cinta dan menginginkan nya hingga sampai ke ubun-ubun.


namun saat Wilson mengibas kan pegangan nya hingga jatuh sedemikian rupa, Indah begitu kecewa. apalagi Nyonya Diane Ibu kandung nya sendiri pun lebih menginginkan Wilson ketimbang diri nya yang jelas-jelas puteri kandung.


Indah kusuma keluar dari kediaman Utama Wijaya Santoso dengan membawa rasa dendam, dia masuk ke mobil mewah milik nya dan melajukan nya meninggalkan kawasan Kediaman Wijaya Santoso Saat itu juga dengan segudang amarah.


"kalian lihat lah apa yang akan aku lakukan sekarang" seringai Indah kusuma, wajah cantik nya saat ini terlihat sangat lah mengerikan


sementara itu kembali ke kediaman Wijaya Santoso, wilson masih merasa bingung dengan kalimat-kalimat perdebatan antara ibunda nya ini dengan Indah kusuma barusan, itu mirip seperti dua orang ini pasangan ibu dan anak ? apa kah ia salah dengar?


saat sedang menenangkan Nyonya Diane, sosok Tante Zivilya muncul di tempat mereka berada.


"Wilson..." panggil Tante Ziviliya


kemudian mereka masuk ke ruangan dan Tante Zivilya menyerahkan sebuah buku harian kepada Wilson. buku harian ayah Wilson yaitu Virgha Wijaya Santoso, yang tadi di baca oleh Nyonya Diane.


setelah nya Tante Ziviliya pun menceritakan semua nya pada Wilson dengan hati-hati. ia takut keponakan beharga nya ini akan shock dan terluka...


menerima kenyataan ini,Wilson terdiam dan meraup pelan wajah nya sendiri...lalu kembali membaca nya berulang-ulang seraya memijat pangkal hidung nya,

__ADS_1


dari buku harian ini Wilson mulai tau mengapa nama nya Wilson...ini adalah bukti cinta sang ayah pada ibu nya,,, Wilson memiliki arti putera Willonya.


sekarang entah apa yang sedang di fikirkan pria bernama Wilson ini...apakah ia sedih? apakah ia kecewa..? dia Wilson sama sekali tidak menunjukkan respon apa-apa kecuali terdiam...dan itu terlihat sangat lah mengkhawatirkan...


__ADS_2