
AL ghazaly yang sedari tadi memperhatikan mereka dari depan pintu besar ruang tengah, perlahan melangkah ke tempat Wilson dan Fiona berada...
AL ghazaly menunduk sedikit dan mengelus perut Fiona...
"koko pulang dulu..." kata nya pada Fiona
Fiona mengangguk dan tersenyum
"hati-hati koko, terimakasih atas kunjungan nya" kata Fiona
AL ghazaly berdiri tegak dan melirik ke arah Wilson yang berada di samping nya, dan berkata
"jika kau nanti nya masih seperti ini menghilang tanpa kabar, atau menyakiti Victoria-ku... maka aku pastikan aku yang akan menjadi ayah bagi anak dalam kandungan nya" kata AL ghazaly datar namun tertanam ancaman dalam kalimat nya.
wajah Wilson langsung berubah tak senang
"itu tidak akan terjadi" balas Wilson sinis
"satu lagi, dia bukan Victoria-mu tapi dia Fiona-ku" lanjut Wilson lagi dengan kesal
AL ghazaly tersenyum miring, lalu berhadapan dengan Wilson, saat ini kedua pria tampan dengan karisma mematikan ini berdiri saling berhadapan satu sama lain ,sangat memukau
AL ghazaly membalas perkataan Wilson
"oke, dia memang Fiona-mu tapi dia tetap Victoria-ku selama nya" kata AL ghazaly
dua orang saling berkata dengan datar namun saling menekan kan satu sama lain
"tidak, dia Fiona-ku,dan dia juga Victoria-ku !!" Wilson berisi keras
Fiona sedikit bingung melihat dua pria yang hampir mirip ini saling berebutan tak mau mengalah, mereka berdua nampak seperti anak kembar yang sedang memperebut kan sesuatu.
AL ghazaly malas memperpanjang jadi ia memilih melangkah keluar, di ikuti para bodyguard dan pelayan wanita dan juga Asisten pribadi nya.
"ah, aku malas berdebat" gumam AL ghazaly.
melihat AL ghazaly yang langsung melangkah pergi bersama orang-orang khusus nya, Wilson merasa kekesalan nya belum habis ia tumpahkan
"hei, AL mau kemana kau..? kita belum selesai" panggil Wilson lantang
Fiona menahan tangan Wilson dan memelototi nya, suami nya ini seperti anak kecil saja...
AL ghazaly dan orang-orang nya terus melangkah keluar menuju parkiran Evenil Garden
sementara itu hari ini LiLyan kebetulan di tugaskan oleh Tante Ziviliya untuk mengantar makanan dan vitamin khusus ibu hamil dan calon bayi.
Lilyan pergi bersama penjaga dan beberapa pelayan khusus dari rumah Wijaya Santoso yang bertugas membawa barang-barang dari Tante Ziviliya tersebut.
Lilyan menenteng sebuah botol berukuran sedang yang berisi wewangian Lavender untuk aromatherapi. ia sengaja memesan dan mengantri benda tersebut demi Fiona.
saat para orang-orang yang membawa sudah masuk ke Evenil Garden, Lilyan yang bertugas mengkoordinasi berjalan di belakang dengan jarak beberapa meter dari orang-orang tersebut.
saat melangkah ke belokan kebetulan AL ghazay dan orang-orang nya yang akan menuju ke parkiran bergerak melangkah di belokan bangunan tersebut juga. Awal nya tadi AL ghazaly dan orang-orang nya sempat melihat gerombolan orang-orang dari Wijaya Santoso masuk dan membawa barang-barang...
namun AL ghazaly tidak menyangka saat di belokan bangunan ia malah harus bertabrakan dengan seseorang...
"bruuuk..."
LiLyan kaget, botol Lavender di tangan nya sontak terlepas...
"tidaaaak....." pekik Lilyan, kemarin ia telah lelah mengantri selama berhari-hari untuk mendapatkan therapi ini...
swiiiing...botol mengudara dan...
untung lah AL ghazaly masih keburu menangkap botol bunga Lavender tersebut dan menyerahkan nya pada Lilyan
"sukur lah, sukur lah..." pekik LiLyan seraya menggosok-gosok botol Lavender tersebut
AL ghazaly melihat ke arah sepatu mahal nya yang sedikit kotor karena di injak gadis ini barusan.., saat mereka spontan saling berpandangan barulah kedua nya menyadari siapa yang sudah mereka tabrak satu sama lain.
"anda??" kata LiLyan melotot
"kamu lagi...?" kata AL ghazaly, kedua nya berkata hampir bersamaan...
merasa gadis bernama Lilyan ini lagi-lagi merusak sepatu mahal nya, AL ghazaly langsung refleks memarahi nya
"hei nona pelayan, apa kamu buta hah..!!??" marah AL ghazaly dengan raut tidak suka
__ADS_1
"helo Tuan arogan, kamu sendiri lah yang tidak memperhatikan jalan mu, meyebal kan" balas Lilyan..
"kau tidak lihat, lagi-lagi sepatu ku rusak oleh mu" geram AL ghazaly
"hadiah yang aku siapkan untuk Nona Fiona juga hampir pecah gara-gara anda" sahut LiLyan seraya mengacung kan botol Lavender yang di pegang nya sedari tadi
melihat LiLyan yang bersisikukuh, asisten AL ghazaly bergerak maju
"Nona, jaga bicara anda pada ketua" kata sang Asisten tegas
"sudah, tidak apa-apa..." kata AL ghazaly menahan asisten nya dan segera memerintah kan orang-orang nya untuk pergi saja
para orang-orang Elvano itu pun segera mengikuti langkah AL ghazaly...
Lilyan bersungut kesal dan juga melangkah meninggalkan tempat tersebut untuk menuju ke pintu masuk Evenil Garden.
AL ghazaly dan orang-orang nya melangkah keluar dari kawasan Evenil Garden menuju parkiran sedangkan Lilyan melangkah masuk menuju pintu utama Evenil Garden.., antara AL ghazaly dan Lilyan masing-masing pergi ke arah yang berlawanan...
setelah berjarak sekitar beberapa meter dan sudah jauh melangkah, tiba-tiba AL ghazaly berhenti sejenak dan menoleh lagi ke punggung LiLyan yang makin menjauh..
gadis berpenampilan sederhana dengan skinny jeans dan atasan kaos biasa dengan outher seada nya, rambut hitam yang di ikat asal-asalan..., tapi mau bagaimana pun sejak awal bertemu bagi AL ghazaly, Lilyan itu sangat cantik...!
AL ghazaly memutar kembali kepala nya menoleh ke depan dan diam-diam tersenyum simpul lalu kembali melanjutkan langkah nya...
❣️❣️❣️
🌵🌵🌵
❤️❤️❤️❤️
ini sudah berjalan lebih dari satu tahun...
rumah tangga Wilson dan Fiona tampak baik-baik saja walau pasti ada saja perdebatan tak karuan di antara kedua nya.
yah nama nya juga Fiona dan Wilson, mau gimana lagi memang begitu karakter kedua nya...
dua orang yang sangat saling mencintai satu sama lain namun sama-sama keras juga...ya, mau gimana???
saat ini bayi mereka berusia sekitar sepuluh bulan, bayi itu sangat tampan..putera mereka menjadi kesayangan di dua kubu keluarga besar yaitu Elvano dan Wijaya Santoso...
Hari ini seperti biasa Wilson dan Fiona sedang sarapan di meja makan, dan pagi ini nampak nya mereka sedang berkelahi,berdebat dan berujung jadi pertengkaran... perang..!
dulu dua orang bertengkar, seperti tak ada arah...dua hati yang sebetul nya saling mencintai itu belum terbuka belum terungkapkan...
mereka kalut bertarung dalam cinta dan benci
namun pertengkaran sekarang sangat lah berbeda, ini adalah pertengkaran dua orang saling mencintai,ini hanyalah bunga, ini hanyalah bumbu...bagi Barda pertengkaran ini tidak ada yang perlu di pusing kan. karena dua orang ini...pasangan majikan nya ini tak akan pernah saling melepaskan lagi satu sama lain walau apa pun itu masalah nya..
Barda mundur dari meja makan tempat dua orang saling bertengkar... memberikan ruang untuk pasangan majikan nya ini.
Wilson menatap Fiona dengan kesal
"aku tak mengerti, mengapa sejak dulu kita selalu bertengkar dan bertengkar, selalu tak sefaham" Wislon menghela nafas nya perlahan
Fiona hanya cemberut tak menjawab, wajah cantik itu menunjukkan ketidak setujuan, wajah peperangan...
"mengapa kau menatap ku begitu?" tanya Wilson
"kau sedang mengutuk ku ya?" tebak Wilson lagi
Fiona melengos malas,lalu bangkit
"kalau iya kenapa?" sahut Fiona seraya segera ngeloyor pergi meninggalkan Wilson
"hei,kau mau kemana?" lantang Wilson
Fiona tak menjawab dan malah berjalan ke arah tangga...kelihatan nya akan naik ke lantai atas
"sayang...kau mau kemana...?" akhir nya Wilson pun ikut bangkit dan menyusul langkah Fiona
"aku mau ambil barang ku yang ketinggalan di kamar..." jawab Fiona seraya terus melangkah menaiki anak tangga
Wilson mengikuti di belakang
sesampai di kamar, Fiona mengambil beberapa berkas pekerjaan milik nya di atas nakas dan memeriksa nya sekali lagi, namun saat Fiona akan melangkah pergi keluar kamar, Wilson yang berada di depan pintu malah menahan nya
"kau belum boleh pergi, urusan kita belum selesai" kata Wilson santai
__ADS_1
"aku sudah selesai, aku harus ke kangsadan" kata Fiona seraya melirik arloji diamond di pergelangan tangan mulus nya
Fiona kemudian mendongak menatap ke wajah tampan suami nya
"aku tidak mau lagi bertengkar dengan mu, melelahkan. egois tak mau mengalah" tambah Fiona dengan nada kesal.
Wilson diam, wajah tampan itu menunjukkan ketidak setujuan..memang nya dia saja yang tak mau mengalah? Fiona juga kan?
tiba-tiba Wilson menutup pintu, Fiona yang sedang merapikan dokumen di tangan nya menoleh kaget
"kenapa tutup pintu?" tanya Fiona heran tapi Wilson malah mengunci nya...tentu saja Fiona semakin bertambah heran.
"kita belum selesai bertengkar" kata Wilson
"jika kau merasa selalu bisa melawan ku, ayo lawan aku di sini..." Wilson berkata seraya membuka jas nya sendiri
"Wilson...kau harus ke santoso group kan?" Fiona mulai menangkap gelagat aneh saat suami nya itu membuka jas dan menggulung lengan kemeja...
menit berikut nya Wilson maju dan menyingkirkan dokumen di tangan Fiona, dengan cepat tubuh Fiona di dorong Wilson ke atas ranjang..
"Wilson..ini sudah pagi..ini siang hari" Fiona berusaha bangkit tapi Wilson malah menindih nya
"kalau aku mau, apa peduliku?" balas Wilson seraya menatap Fiona dengan penuh intimidasi dan juga mendominasi...
wajah Fiona memerah, Wilson langsung mengeccupp mata Fiona hingga istri nya ini refleks terpejam...
"Yuza bilang...ia mau adik" bisik Wilson
Yuza adalah nama putera mereka
"dasar pembohong, anak sekecil itu mana bisa bicara" protes Fiona seraya membuka mata nya menatap sang suami...
Wilson tersenyum dan mengec--up bibir Fiona dengan durasi yang lama...lalu perlahan berganti dengan pagu- taan yang sangat lembut kemudian perlahan-lahan menjadi c!!uman yang sangat panas...lalu semakin panas dan semakin menuntut...
"Wil..." bisik Fiona saat merasa tangan Wilson mulai bergerilya kemana-mana, sejak dulu Fiona akui ia selalu tak bisa menerima godaan Wilson..
Wilson juga merasa sangat aneh, semenjak wanita bernama Fiona ini hadir di hidup nya, ia merasa sangat kacau sekali. Wilson tidak bisa memalingkan diri nya dari wanita bernama Fiona ini meski ia selalu berusaha melakukan nya.
dulu saat ia terikat bersama Indah Kusuma, Wilson lah yang selalu berusaha tidak berpaling,berusaha setia agar ia dan Indah Kusuma tetap langgeng, Wilson selalu berusaha agar tak tergoda dengan gadis dan wanita mana pun.
tapi dengan Fiona, meski sekalipun di awal Wilson berusaha untuk berpaling berkali-kali, berusaha untuk tergoda pada gadis lain selain Fiona, berusaha untuk membenci Fiona tapi hati nya tetap tertuju kepada Fiona...
dua orang yang saling mencintai saat ini sudah polos di atas peraduan...hanya derit ranjang yang terdengar...
suara-suara berikut nya terus mengisi kesunyian kamar besar dengan begitu menggai---rah kan,,
entah keberapa kali nya Wilson menyerang Fiona sampai ia benar-benar puas dan mereka kehabisan tenaga..
Wilson bangkit dari ranjang ukuran super besar tersebut dengan mengenakan kimono secara asal-asalan di tubuh bidang nya, lalu membuka jendela yang menghadap ke balkon, melihat hamparan taman evenil Garden yang di sinari matahari siang...
Fiona bangkit dengan selimut di tubuh nya lalu memeluk tubuh suami dari belakang...
Wilson menarik tangan sang istri dan memposisikan sang istri ke tengah-tengah tubuh nya, hingga saat ini posisi nya Mereka menghadap ke luar balkon menatap hamparan taman evenil Garden, Wilson memeluk Fiona dari belakang...
"sangat indah sekali bukan?" kata Fiona seraya menatap hamparan evenil Garden yang luas
"ya...memang sangat indah..." sahut Wilson
"Wilson..." panggil Fiona
"uhm.." sahut Wilson dengan suara berat nya yang magnetis...
"apa kah kau tau siapa makhluk paling mempesona?" tanya Fiona
"...siapa?" tanya Wilson seraya mengeratkan pelukan nya...seraya sedikit merunduk untuk menyamaratakan kepala nya dengan tinggi Fiona
"makhluk paling mempesona itu adalah suami..." jawab Fiona lalu tersenyum seraya menoleh kan kepala nya kearah Wilson yang sedang masuk ke ceruk leher nya.
"benar...." bisik Wilson
"dan makhluk paling menawan adalah istri..." tambah Wilson..
"aku mencintai mu...Wilson" bisik Fiona
"aku lebih mencintai mu...Fiona..." balas Wilson..
kedua nya tersenyum dan mereka pun saling mengeratkan pelukan nya satu sama lain..
__ADS_1
The end