
saat mendorong pintu dan masuk ke ruangan, Fiona sangat menyesal kenapa ia tidak mengetuk dulu. pemandangan yang di lihat nya sangat lah tidak sedap di pandang mata, juga tidak baik untuk kelangsungan dalam kesehatan hati dan jantung. tapi mungkin karena sudah terbiasa dan berada di fase muak dan mati rasa, Fiona merasa ini tidak mengganggu perasaan nya, malah kepada rasa mencemooh dan jijik pada kedua orang ini.
Wilson dan Indah juga terkejut dengan kedatangan Fiona yang tiba-tiba, semua orang tau Fiona adalah sosok istri yang jarang menampakkan diri di Santoso Group ini. yah,bisa di bilang saat ini juga demi melakukan titah dari Tante Ziviliya yang sangat Fiona hormati. pose dua orang di depan nya sangat lah tidak mengenak kan, Wilson tampak merapikan kancing kemeja formal nya sementara jas nya berada di sandaran kursi kebesaran nya, lalu ia malah sedang berdiri berhadapan dengan Indah yang sedang duduk menggoda di meja kerja nya, Indah Kusuma itu terburu-buru merapikan pakaian depan nya yang belahan da-da putih nya sudah hampir kelihatan separuh. apa yang sedang dua orang pasangan terkutukk ini lakukan?
"ups, Sorry apa aku mengganggu?" tanya Fiona, namun tak ada jawaban dari kedua nya
"Lain kali bisa kah kau mengetuk pintu dulu" Wilson memulihkan kegugupan nya sendiri, memprotes Fiona dengan sedikit emosi. sebetul nya bukan emosi pada Fiona yang tidak mengetuk pintu, entah mengapa dia malah bahagia Fiona melihat kelakuan nya pada Indah. tapi bukan respon itu yang Wilson ingin kan dari Fiona, bukan kah normal nya istri yang memergoki suami nya bermesraan dengan selingkuhan nya adalah marah, mengamuk,meledak ! begitu kan. namun mengapa wanita berstatus istri nya ini malah terlihat tenang? itulah yang membuat Wilson tidak senang, di mata Fiona seolah Wilson itu tidak ada harga nya. dan itu sangat membuat Wilson emosi, karena itu barusan ia berkata protes dengan nada sengit
"maaf kan aku, aku hanya tak menyangka kalau kalian akan melakukan nya di tempat umum begini, kalian benar-benar dangkal" komentar Fiona sinis
"kak Fiona, ini tak seperti yang kakak fikirkan" ujar Indah lembut setelah turun dari meja dan pakaian nya selesai di benar kan kembali. gadis ini memang selalu begitu sok baik padahal di mana letak baik nya? panggilan kakak itu memang sejak awal ketika Fiona masuk ke keluarga Wijaya Santoso memang selalu Indah sematkan untuk Fiona tapi kenapa makin kesini panggilan yang harus nya sopan itu saat keluar dari mulut Indah malah terdengar seperti ejekan oleh Fiona.
"memang nya apa yang aku fikirkan?" balas Fiona tenang pada Indah seraya sudut bibir nya tersenyum miring.., Indah menoleh dengan mata seperti anak kucing yang memelas pada Wilson seolah ia mengadu bahwa diri nya sedang di tindas oleh si Fiona ini.
"bisa kah kau berbicara lebih sopan pada Indah?" kata Wilson tegas, Fiona hanya menaikkan alis nya cuek. memang nya di mana letak tidak sopan nya? dasar pria idiot, batin Fiona
__ADS_1
"aku tidak akan berlama-lama, Tante Ziviliya menyuruh ku mengantarkan ini" ujar Fiona seraya melemparkan pelan berkas-berkas di dalam map ke atas meja sofa yang tak jauh dari nya. "aku permisi..." lanjut Fiona lalu berbalik dan segera keluar dari ruangan neraka itu. bisa zonk dia berlama-lama di sana, bisa ketularan idiot nya dengan orang-orang di dalam sana.
Wilson menatap kepergian Fiona dengan sorot mata yang tidak puas, bukan ini hasil yang ia ingin kan. mengapa wanita itu tidak mengejar nya seperti gadis-gadis di luaran sana. Wilson ingin Wanita bernama Fiona itu bertekuk lutut dan tergila-gila pada nya seperti normal nya perempuan yang berhadapan dengan pria sesempurna diri nya, Wilson Wijaya Santoso. siapa yang tidak takluk? Perempuan mana?
Wilson ingin wanita itu meraung-raung mengharap diri nya,namun ia tak akan menerima dan tak akan memberi cinta secuil pun. senang saja melihat airmata dan kesusahan dari seorang gadis rumah bordil yang tak tau diri sudah begitu berani masuk ke keluarga Wijaya Santoso lalu dengan percaya diri masuk di antara diri nya dan Indah Kusuma kekasih nya.
Fiona setelah keluar dari ruangan dan segera meninggalkan Santoso Group, dari tempat nya sekretaris Anya melihat sosok Fiona itu terlihat keluar dengan tenang, padahal di lubuk hati Anya ia ingin sekali melihat Nyonya Fiona itu mengadili pasangan suami dan selingkuhan itu. namun kelihatan nya Fiona itu terlalu mahal dan elegant, ia bahkan ber ekspresi dengan raut yang biasa. Anya merasa frustasi.., bukan nya menginginkan dunia ini tidak damai tapi sebagai sesama sosok istri, jika itu posisi diri nya maka Anya mungkin akan mengubur hidup-hidup suami dan selingkuhan nya di lubang yang sama biar terkesan lebih romantis.
sekarang Fiona sudah sampai di luar bagian depan gedung Santoso group.., saat akan menuju parkiran dan merogoh kontak mobil nya tiba-tiba pipi nya merasa di sentuh benda sedingin es, Fiona kaget melotot dan menoleh pada asal suara yang terkekeh ringan
"selamat siang Fiona" sapa Pria yang bernama Krishna George, pria ini berwajah malaikat sangat menawan. sejak awal saat Fiona datang ke keluarga Wijaya Santoso Krishna George ini selalu baik dan perhatian pada Fiona. siapa sangka kalau ternyata Krishna sudah jatuh cinta pada Fiona saat pandangan pertama, gadis ini tipe nya, kriteria nya. tapi ia harus kecewa karena tiba-tiba suatu hari keluarga Wijaya santoso mengumumkan pernikahan gadis pujaan nya ini dengan pewaris utama Wijaya Santoso, Wilson Wijaya Santoso.
ketika itu Krishna baru saja akan melanjutkan pendidikan nya tahap awal Universitas college, ia tak menyangka saja kalau pernikahan Wilson Wijaya santoso dan fiona tidak lah harmonis yang menyebab kan diri Krishna sekarang ingin merebut kembali cinta nya ini.
"untuk mu saja" Krishna menyerahkan kaleng minuman dingin milik nya yang barusan tadi ia tempel kan di pipi Fiona
__ADS_1
"terimakasih, kau paling tau kalau aku sangat haus sekarang" Fiona menerima dan menggenggam kaleng soft drink tersebut di tangan halus putih nya
"kenapa kau kemari, tak biasa nya?" tanya Krishna heran, karena sangat terhitung tidak pernah Fiona datang ke Santoso group.
"hanya mengantarkan pesanan Tante Ziviliya" jawab Fiona jujur dan apa ada nya. Krishna mengangguk langsung mengerti.
"baik lah, Fiona...aku harus masuk. sayang sekali, padahal aku ingin sekali mengajak mu makan siang, tapi aku masih ada urusan di dalam" kata Krishna dengan mimik menyesal.
"ah lupakan,lain waktu masih banyak" senyum Fiona
"oke see you" kata Krishna dengan ekspersi termanis nya, kalau sudah mangedipkan sebelah mata keindahan seluruh dunia seolah hampir terlihat, sangat menawan, menggoda dan menakjub kan, Fiona pun mengakui itu, Wajah bak malaikat milik Krishna siapa yang bisa mengalahkan betapa manis nya.
kedua nya berpisah berlawanan arah, Fiona ke parkiran dan Krishna masuk ke Santoso group. antara Santoso group dan George Group adalah dua kubu yang beketergantungan. kedekatan hubungan antara keluarga besar Santoso dan George yang terjalin sejak lama, siapa yang tidak tahu?
Krishna George ini walau masih berstatus Mahasiswa namun dia sangat jenius hingga bisa dalam tahap study nya juga sembari melibatkan diri dengan kepengurusan perusahaan George yang sangat hebat.
__ADS_1