
di waktu yang sama di kota Resque, AL ghazaly Elvano baru saja pulang dari sebuah perjamuan salah satu klien, jadi saat ini di perjalanan sudah menunjukkan pukul sepuluh ke atas, saat ini ia AL ghazaly hanya di temani seorang pengawal dan juga supir pribadi nya yang sedang menyetir.
jalanan sudah lumayan sepi jadi kelihatan aman-aman saja saat supir pribadi sedikit mempercepat rata-rata laju mobil yang sedang di kemudi kan membawa AL ghazaly tersebut.
namun saat di perapatan jalan yang tikungan nya lumayan tajam, sesuatu hal yang tak terduga terjadi..sekelebat bayangan tiba-tiba muncul di tikungan tersebut hingga...
Ckiiieeet...!!! dengan cepat supir pribadi yang kaget menginjak rem menciptakan decitan yang cukup memekakkan telinga, AL ghazaly dan Sang pengawal juga kaget bukan kepalang.
bayangan itu ternyata adalah sesosok wanita,beruntung nya tidak tertabrak
"Nona kau tidak apa-apa?" pengawal segera turun memeriksa
namun yang di tanya malah merespon begitu marah
"kenapa kalian berkendara begitu cepat di tikungan ini?" marah nya seraya menetralkan rasa keterkejutan di dada nya
sedangkan dari dalam mobil supir pribadi AL ghazaly ini merasa seakan mengenal sang nona yang hampir saja di tabrak nya itu..
"Ketua..."panggil nya pada AL ghazaly di kursi belakang
"seperti nya itu Nona yang waktu itu..." supir pribadi menunjuk ke arah pengawal dan Nona yang hampir di tabrak, ia tentu ingat itu Nona yang datang ke kediaman Elvano mengaku sebagai teman Fiona dan ternyata di luar dugaan hal itu benar.
AL ghazaly menyipit kan mata nya, menelaah...dan benar itu adalah si nona pelayan dari keluarga Wijaya Santoso yang waktu itu, LiLyan...
terlihat Si gadis berdebat dan marah-marah kepada pengawal pribadi AL ghazaly tersebut..
setelah diam beberapa saat dan mengamati..AL ghazaly pun turun, keluar dari mobil mewah tersebut berjalan dengan anggun ke arah dua orang yang sedang berdebat..., lebih tepat nya sang pengawal yang di marahi oleh gadis bernama LiLyan ini. ya, pengawal sudah meminta maaf tapi gadis tersebut terlihat masih tak terima dan mengomel.
"masalah nya apa Nona pelayan?" suara AL ghazaly hadir di antara dua orang ini, sontak LiLyan menoleh sedang kan pengawal pribadi tersebut menundukkan sedikit kepala nya kepada sang ketua..,AL ghazaly Elvano..
__ADS_1
"pengawal ku sudah turun dan minta maaf...bahkan kau pun tidak apa-apa" kata AL ghazaly dingin
LiLyan kaget baru mengetahui siapa sang tuan nya mobil, ia tadi mengira hanya supir dan pengawal ini lah yang jadi penumpang mobil hampir menabrak nya itu ternyata....pria ini? pria arogan si kakak tiri Nona Fiona.
belum sempat LiLyan bersuara, AL ghazaly kembali menyerang nya dengan kata...
"kau masih marah-marah pada pengawal ku padahal kau di posisi bersalah mengambil jalan di tempat yang bukan khusus pejalan kaki" ujar AL ghazaly santai
LiLyan terdiam sesaat, tapi kemudian dia menyahut
"tapi kan kendaraan anda juga terlalu laju dan berbahaya" kata LiLyan
"tetap saja, kau berjalan bukan di tempat khusus" AL ghazaly tetap tak mau kalah
"tidak apa kan karena ini sudah malam dan sepi..." kilah LiLyan
LiLyan membuka mata nya lebar, pria di depan nya ini tak bisa mengalah. awal nya memang LiLyan yang lewat di jalan ini berfikir suasana sudah sepi dan tak menyangka ada mobil yang lewat secara tiba-tiba begini, dan malah hampir menabrak nya
"bagaimana? apakah kau masih berisi keras menuntut kami, sedang kan posisi mu juga bersalah?" tanya AL ghazaly tanpa penekanan dan ekspresi, di malam sunyi ini sosok tampan dan dingin nya di bawah lampu jalan terlihat seperti tokoh jahat pencabut nyawa.
LiLyan terdiam mengerjap-ngerjap kan mata nya beberapa kali, sejak awal dia sama sekali tak ada niatan menuntut, sejak tadi ia hanya kaget dan kesal saja, di saat terburu-buru malah ada mobil datang dan hampir saja...LiLyan benar-benar tak bisa membayangkan nya lagi jika tabrakan tadi itu benar-benar terjadi.
"apa kau sengaja mengulur waktu untuk uang?" cibir AL ghazaly dengan arogan
mendengar itu LiLyan merasa tersinggung, semiskin apa pun diri nya tak akan berlaku se rendah itu. mempermainkan keselamatan dan nyawa hanya demi uang? asal pemikiran bodoh dari mana itu?
"maaf Tuan..." LiLyan tak terima
"ayo tuntutlah..." tantang AL ghazaly pada gadis di depan nya "apa perlu ku antar ke pihak yang berwenang?" kata AL ghazaly lagi
__ADS_1
mendengar itu LiLyan menenggak ludah nya, berurusan dengan orang kelas atas seperti ini, sama saja memberikan diri dengan suka rela masuk ke tahanan, lagi pula sejak awal LiLyan memang tak ada niat untuk menuntut, dia hanya lah merasa terkejut dan shock maka nya jadi marah-marah dan kesal bercampur sebal seperti barusan.
"aku harus cepat, maaf menyinggung anda..." LiLyan buru-buru pamit dan berniat beranjak.
dia sebetul nya keluar malam-malam begini ingin mentransfer uang kepada ibu nya untuk kebutuhan adik nya bersekolah. LiLyan,ibu dan adik nya tinggal di kota yang berbeda karena memang LiLyan berada di Resque memang hanya untuk bekerja,LiLyan tempat tinggal asli nya berada di pinggiran kota Wanna, ia tinggal bersama ibu dan Adik nya. sekarang mereka tinggal terpisah, untuk keperluan ibu dan Adik nya akan ia kirim lewat mesin seperti biasa nya,seperti sekarang ini. tapi hari ini ia bahkan tak punya waktu di siang hari karena pekerjaan lumayan banyak. LiLyan tak punya pengiriman instan seperti orang-orang. jadi hanya lah di waktu malam begini tepat nya dan itu sangat mendesak. besok adalah hari terakhir adik nya harus melunasi beberapa biaya yang sempat terhambat,jika tidak maka hari berikut nya sang adik tidak bisa bersekolah lagi. suasana malam dan sepi karena terburu-buru bercampur takut jadi nya LiLyan tak sempat menghiraukan jalan mana yang di pilih. akhir nya berakhir seperti ini
"buru-buru sekali nona pelayan, bukan kah urusan kita belum selesai" kata AL ghazaly membuat langkah LiLyan tertahan
"baik lah Tuan, cukup sampai disini. ada hal penting yang harus ku lakukan" kata LiLyan berusaha berdamai
bagi nya menjelas kan apa yang ingin di lakukan pada pria arogan ini tidak ada guna nya
"hh, Nona maka nya jika ingin menipu maka kau bertemu orang yang salah..." kata AL ghazaly dengan meremehkan
tentu saja LiLyan merasa AL ghazaly ini teramat sombong, memandang nya begitu rendahan. mentang-mentang seorang bos besar maka nya menganggap remeh temeh seorang pelayan.
"aku tidak..." LiLyan baru akan menjawab tapi kata-kata nya terhenti, tidak jadi dia katakan...malah kata-kata yang keluar berganti menjadi...
"hei Tuan arogan mengapa anda selalu memandang rendah orang lain?" kali ini LiLyan benar-benar sakit hati, ia tak suka orang kaya ini merendahkan diri nya, walau miskin ia masih punya harga diri. ini adalah pertemuan kedua nya dengan Tuan kaya ini tapi kedua kali nya pula si Tuan kaya ini meremeh kan nya
"entah kenapa Nona Fiona harus punya kakak seperti anda? kau bahkan tidak cocok menjadi suami Nona Fiona..." entah mengapa LiLyan tak sadar marah nya membuat mulut nya begitu lancar hingga kata-kata nya membuat AL ghazaly mendelik dan Pengawal pun terkejut di buat nya,berani sekali kan?
belum sempat AL ghazaly menjawab tapi LiLyan sudah lebih dulu berkata
"saya permisi" dan detik itu juga LiLyan langsung pergi dan berlari kecil meninggalkan sosok AL ghazaly dan orang-orang nya.
AL ghazaly hanya menatap sosok yang berlari di kegelapan malam itu semakin mejauh, menautkan alis nya dengan kesal, berani sekali gadis pelayan itu mengina nya?
andai saja LiLyan tau, AL ghazaly tidak se arogan yang LiLyan kira. hanya saja dia tak suka kalau gadis pelayan ini menyita waktu nya yang beharga dengan perdebatan yang tak penting dengan pengawal pribadi nya tadi.
__ADS_1