
Wilson mengurut alis dengan frustasi, ada banyak pertanyaan dalam kepala nya saat ini. di tambah lagi urusan nya dengan Fiona sama sekali belum selesai padahal ia sudah lelah menunggu sosok itu kembali ke evenil Garden, namun saat baru akan menyelesaikan urusan mereka malah datang masalah baru lagi.
"kau kembali lah dulu, aku harus ke Santoso Group mengecek sesuatu" titah Wilson pada Hendry
"baik presiden" sahut Hendry
"pergi juga ke pusat, cari tahu lebih detail siapa yang mengantar berkas perceraian itu" kata Wilson lagi, Hendry pun mengangguk dan segera berbalik pergi...
***
sesampai di Santoso Group, Wilson segera ke ruangan nya,rasa kantuk nya akibat tidak terlalu tidur semalaman menghilang begitu saja.
Wilson mencari surat itu dengan panik, menggeledah berulang kali di tempat dokumen itu tersimpan namun yang di cari benar-benar tidak ada.
tebakan nya hanya pada satu orang yang bisa bebas keluar masuk ruangan nya, yaitu Indah Kusuma pacar nya sendiri. sosok gadis yang sangat menginginkan perceraian ia dan Fiona segera di berlangsung kan
benar saja saat ia baru akan menanyakan hal ini pada sekretaris nya tiba-tiba ponsel berbunyi dan tertera nama Hendry di sana
saat panggilan tersambung ekspresi Wilson nampak semakin dingin, tebakan nya tidak salah. menurut Hendry laporan yang ia dapat bahwa Indah Kusuma lah yang sudah mengantarkan dokumen perceraian itu ke bagian pusat. bukan hal yang sulit untuk mempercepat proses, karena tanda tangan yang di butuhkan sudah ada di sana... tinggal tergantung kekuasaan dan uang yang kamu punya saja.
Wilson merasa kesal setengah mati, mengapa prilaku manja Indah Kusuma kali ini malah membuat nya tidak suka. ia merasa kecolongan ! gara-gara ini ia telah mendapat panggilan perceraian yang tidak di sangka saat hal ini terjadi Wilson merasa dunia di hadapan nya seakan menggelap pekat!
__ADS_1
Wilson mendial nomor Indah, panggilan pertama terdengar sibuk dan tersambung di panggilan kedua
📞
"iya sayang ada apa?" suara manja Indah terdengar di seberang telepon
"benar kau yang mengambil dokumen perceraian di laci kerja ku, dan menyerahkan nya ke bagian pusat?" tanya Wilson tanpa basa-basi
Indah sudah tau Wilson akan menanyai ini jika dokumen panggilan sudah sampai ke Evenil Garden, namun ia tak menyangka kalau suara Wilson se dingin ini saat bertanya hal yang bekaitan.,seperti ada ketidaksukaan dan ketidaksetujuan di nada bicara pria tersebut.
saat ini Indah baru saja selesai berenang, dia menyugar-nyugar rambut nya dengan tenang sedang ekspresi nya bola mata yang tampak memutar malas menanggapi topik perceraian yang dimaksud.
untuk beberapa detik suasana hening, Wilson menahan amarah meremas ponsel di tangan nya, saat pertanyaan keluar dari mulut nya terdengar intonasi wilson yang tajam
"siapa yang mengizinkan mu menyentuh barang ku?" seraya bertanya Wilson menahan gertakan gigi nya sendiri yang menggeram
sebetul nya Indah sedikit ciut juga,namun dia menyahut dengan angkuh "apa maksud mu? kau memarahi ku?" tantang Indah
Wilson menghela nafas, ia juga kaget dengan respon nya pada sikap Indah kali ini, biasa nya ia tak pernah sekasar ini pada Indah dalam berdialog jadi ia buru-buru berkata "tidak bukan begitu" Wilson berkata datar tanpa tekanan
di seberang sana Indah tau kalau Wilson tak pernah berani dan tega memarahi nya jadi wajah gadis cantik itu menyeringai dengan licik
__ADS_1
"Wilson sayang..., jika Bunda mu tau dia pasti akan sangat kecewa pada mu" saat kata-kata Indah Kusuma ini jatuh Wilson faham Indah seolah mengatakan diri nya sudah tau kalau Wilson sengaja menyimpan berkas itu untuk menunda perceraian, jadi kalau saja Diane Bunda nya tau maka apa yang akan terjadi? pastilah Diane akan kecewa pada putera kesayangan nya ini.
kalimat yang Indah luncurkan barusan juga adalah seolah seperti nya mengatakan pada Wislon, bukan hal yang sulit jika Indah ingin menceritakan perihal ini pada Diane, jadi jika dokumen sudah di serahkan sebagai wilson hanya cukup diam saja menunggu bagaimana selanjut nya. tak perlu banyak protes ! Indah seakan ingin mengklaim bahwa di sini keputusan nya lebih harus di junjung tinggi ketimbang keputusan Wilson sendiri.
sambungan telepon segera terputus, Wilson meraup wajah nya sendiri, memegang kening menawan nya sendiri dengan kesal bertumpu di meja kerja.
ia tak menyangka, Indah kusuma yang paling ia percaya sekarang malah menjadi wabah pada keputusan hidup nya, tapi mau bagaimana lagi semua sudah terlambat, berkas itu sudah berpindah tangan ke yang seharus nya. sekarang yang tersisa hanya lah surat panggilan ke persidangan akhir hubungan nya dan Fiona. ya benar dokumen perceraian itu telah berubah wujud menjadi dokumen panggilan final.
***
hampir tiga hari berlalu, pekerjaan menyita waktu Wilson begitu saja. ia harus mengurus beberapa proyek di luar kota, Wilson tidak pulang ke Evenil Garden adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi Fiona. Wanita cantik mempesona ini hanya cukup menunggu saja hari di mana persidangan akhir diri nya dan Wilson Wijaya Santoso yang sudah di tentukan tanggal nya.
Saat ia kembali Ke Evenil Garden istri yang sebentar lagi bukan lah milik nya itu tidak berada di kediaman pribadi mereka. bagaimana pun diri nya sibuk, Fiona juga sama sibuk nya..., hhh memang nya siapa yang peduli? bukan kah dari awal pernikahan mereka, style nya nya adalah ini...? Lantas apa nya yang aneh? tidak ada bukan?
"apakah Nyonya tidak kembali?" tanya Wilson pada pengurus rumah
"Nyonya selalu kembali sekitar pukul lima sore, dan selalu tidur di rumah lalu berangkat kerja di pagi hari nya, Tuan." jawab sang pengurus, entah lah sang pengurus merasa kalau kedua majikan nya ada di rumah maka akan selalu ada perang, namun saat Nyonya tidak ada dan hanya ada Tuan, setiap kali Tuan nya itu akan kelabakan seperti anak itik kehilangan induk nya..., namun jika kebalikan nya jika Tuan nya yang tidak ada dan Nyonya yang dirumah maka suasana rumah ini sangat adem seperti surga,, Nyonya terlihat tenang dan hidup santai tentram seperti biasa.
pulang kerja di sore hari dengan wajah lelah lalu melakukan rutinitas di rumah, dan pergi tidur lalu besok nya bangun dengan semangat baru. sama sekali tidak ada yang salah...begitu sangat tenang dan sangat adem...
tapi bukan kah hal yang tidak mungkin jika Sebagai pengurus Rumah diri nya harus mengklaim kalau si majikan lelaki nya adalah sang pemicu pembuat keonaran ! tidak lucu
__ADS_1