
Nyonya Diane kembali memohon,, hingga Tante Ziviliya dan AL ghazaly yang baru beranjak maju hendak mendekat ke arah dua orang pun mendengar semua nya. saat ini baik Nyonya Diane mau pun Fiona tak menyadari keberadaan orang-orang ini.
Fiona sudah tidak tahan lagi dengan apa yang Nyonya Diane katakan, posisi nya sangat sulit...
Fiona segera mulai melangkah meninggalkan Nyonya Diane tanpa mempedulikan posisi bersimpuh nya, Fiona bingung !
saat baru beberapa langkah ia berpas-pasan dengan Tante Zivilya, Fiona pun perlahan menghentikan langkah nya menatap dalam ke arah Tante Ziviliya dengan sorot mata yang rumit, sama...Tante Ziviliya juga, jika di turutkan hati dan ego diri maka ia juga saat ini ingin memohon agar Fiona menolong Wilson sang keponakan, tapi ia juga tidak ada kekuatan untuk itu karena setelah apa yang sudah Wilson lakukan pada pernikahan nya sendiri maka Tante Ziviliya sudah tak bisa berbuat banyak.
bagaimana mungkin Tante Ziviliya meminta pertolongan pada seorang mantan istri yang telah tersakiti untuk seorang mantan suami yang telah menyakiti..., Tante Ziviliya juga merasa ia di ambang serba salah yang parah.
beberapa detik antara Fiona dan Tante Zivilya berdiri tanpa ada yang berbicara. walau tanpa pembicaraan namun Fiona bisa mengerti kalau Tante Ziviliya juga mengharapkan pertolongan tulus dari nya.
Fiona menarik nafas dalam-dalam, lalu berkata pada Tante Ziviliya dengan Nada yang putus asa
"maaf Tante..." ujar Fiona seraya hendak berlalu
tapi belum sempat melangkah lagi, Sebuah tangan besar dan kokoh menahan dan mencekal tangan Fiona..
Fiona menoleh, sesosok pria tinggi dan menawan itu sudah berada di samping nya...
"koko..." lirih Fiona dengan tatapan kosong ke arah AL ghazaly yang sedang menatap nya dalam...
beberapa saat antara AL ghazaly dan Fiona berpandangan satu sama lain dengan raut yang sulit di artikan.
detik berikut nya raut datar dan menawan milik AL ghazaly seakan menyirat kan sesuatu, pria ini mengangguk satu kali seakan menyuruh Fiona untuk menyetujui apa yang saat ini menjadi problem.
anggukan itu adalah isarat bahwa AL ghazaly menyetujui untuk memberikan pertolongan pada Wilson. bagaimana pun saat ini antara Elvano dan Santoso hubungan nya baik, dan dulu Fiona pernah berhutang budi pada keluarga ini,walau pun Tante Zivilya sama sekali tidak mengungkit atau mempermasalahkan nya, mengenyamping kan sikap Wilson saat menjadi suami Fiona kala itu.
__ADS_1
walau pun Tante Ziviliya tak berkata ia butuh pertolongan namun saat ini mau bagaimana pun juga Tante Ziviliya memang butuh pertolongan.., hanya saja ia takut mengutarakan jika hanya untuk menyinggung perasaan Fiona.
"koko, aku tidak..." Fiona menolak halus
"ini demi hubungan mu dengan Tante Ziviliya..., bukan demi Wilson" kata AL ghazaly
Fiona menelan kepahitan dalam kebisuan nya..
AL ghazaly kembali melanjutkan kalimat nya
"jika ini hanya karena Wilson maka aku juga tidak begitu dermawan untuk merelakan sesuatu yang paling aku sayangi terlibat dalam urusan ini meskipun hanya meminjam sebentar saja..." kata AL ghazaly
"jadi kau boleh berpura-pura sebentar, namun...jangan sampai melewati batasan nya..aku tidak suka" lanjut AL ghazaly dengan tegas...
💛💛
setelah keputusan itu akhir nya Fiona mendatangi Wilson di rumah sakit, pria itu lega karena akhir nya istri yang di tunggu nya datang juga.
dalam ingatan Wilson saat ini Fiona memang sudah menemukan keluarga asli nya...tapi dalam ingatan itu tidak ada hubungan lebih antara AL ghazaly dan Fiona selain hubungan saudara angkat...
ternyata memang apa pun yang menyedih kan menyangkut Fiona yang ingin ia hapus dari kehidupan benar-benar terhapus di ingatan Wilson saat ini.
selain perceraian nya dan Fiona, lalu rencana pernikahan Fiona dan AL ghazaly benar-benar ikut terhapus juga..., bagi Wilson rencana pernikahan Fiona dan AL ghazaly memang lah suatu hal yang menyedih kan dan benar-benar tak bisa Wilson terima.
Fiona merasa canggung, memang nya ia harus berbuat apa? melihat Wilson yang duduk di ranjang khusus pasien dengan posisi bersandar di kepala ranjang tersebut. pria itu walau mengenakan setelan pasien namun sama sekali tidak terlihat menyedih kan, aura nya masih menawan dan ia tetap ganteng...
setelah saling bertatapan cukup lama dengan jarak sekitar tiga meter, Wilson mengulurkan satu tangan nya ke arah Fiona yang sejak tadi hanya diam...
__ADS_1
"kemari lah" panggil Wilson dengan suara yang agak serak dan menawan
Fiona tidak berkata dan tidak pula mendekat, ia tetap terpaku di tempat. Fiona bisa saja berlaku ramah pada Wilson sebagai teman di saat posisi diri nya menjenguk Wilson yang juga adalah sebagai teman yang sedang menjadi pasien di rumah sakit, tapi ini berbeda konsep nya..., ia saat ini harus menjadi istri Wilson lagi meskipun itu status nya berpura-pura, Wilson tetap tidak sedang pura-pura..Wilson akan menganggap Fiona istri secara nyata. bisa saja kan Wilson spontan memeluk dan men..ci...uum?
Fiona tidak bisa membayangkan nya, ia harus bisa siap siaga jika Wilson secara alami melakukan semua hal itu pada nya.
"kenapa? kau marah?" tanya Wilson sendu
Wilson tahu jika diri nya baru siuman dari sakit namun ia tak tau kapan tepat nya ia pergi dari negara ini lalu pingsan dan baru tersadar saat ini.
Wilson merasa seakan sudah lama berjauhan dengan sang istri pdahal dokter bilang ia koma selama sepuluh hari, tapi mengapa Wilson merasa sangat rindu pada Fiona seakan perpisahan nya dan istri sudah berjalan melewati kurang lebih tujuh bahkan delapan bulanan
Fiona menghela nafas sebentar, lalu melangkah maju kearah Wilson, saat jarak mereka agak dekat Wilson segera menarik tangan Fiona agar mendekat kepada nya, hingga...Wilson memeluk Fiona dengan posisi Fiona yang masih tetap berdiri dan Wilson masih tetap di posisi duduk nya.
Wilson menyandarkan kepala nya di dada Fiona, seperti ada rasa lega yang menyerang nya di sana. Fiona sebetul nya risih tapi ia tidak tega melihat Wilson yang seperti musafir di padang pasir yang baru menemukan sebuah pohon untuk berteduh..
"Fiona.., aku takut sekali" lirih nya dalam dada Fiona
"takut apa?" akhir nya Fiona buka suara
"aku takut jika kita tidak bersama lagi..." sahut Wilson pelan
"kau tahu..." Lanjut Wilson
Fiona hanya diam...tapi dia terus mendengar kan apa yang Wilson katakan...
"aku bermimpi buruk selama dalam tidur ku beberapa hari ini, aku menangis di dalam mimpi, di sana di dalam mimpi kau bukan lagi milik ku, Fiona. aku sakit...sekali. dalam mimpi ku kita sudah berpisah, kau marah pada ku, kau benci pada ku..." Kata Wilson dengan perlahan.., lalu Wilson melanjut kan..
__ADS_1
"rasa nya jika mengingat mimpi itu aku tidak mau kembali tidur..."
mendengar kata-kata Wilson, Fiona merasa tak masuk akal, apalagi mendengar nya langsung dari Wilson...seakan Fiona ini sosok yang begitu berarti dalam hidup Wilson..., apakah itu tidak terdengar konyol bila mengingat bagaimana keruh rumah tangga ia dan Wilson kala itu...