
"anda salah faham, Tuan Wilson..." sahut Rico Hasben setenang air
"aku sama sekali tidak mengganggu nya, sejak awal jumpa hubungan kami memang sudah sangat baik...dan itu terjadi secara alami, tidak ada pemaksaan.." kata Rico Hasben lagi, jelas sekali kalimat yang di lontarkan ini ingin membuat panas dan marah seorang Wilson Wijaya Santoso, mengganggu barang berharga milik Wilson adalah sebuah maha karya besar bagi seorang Rico Hasben sejak dulu.
"jangan senang dulu, Fiona ku tidak suka tipe pria seperti mu" kata Wilson dingin
"really? tapi...aku suka Fiona mu..." balas Rico Hasben tak kalah dingin, lalu ia melanjutkan
"hanya saja perlu ku ingat kan sekarang dia bukan Fiona mu lagi, jadi siapa pun berhak mendapatkan nya termasuk aku" kali ini di sertai seringai cibiran.
Wilson menatap Rico Hasben dengan tajam,dia bahkan bisa dengan kejam membunuh pria bernama Rico Hasben ini jika pria ini bersikukuh tetap mengganggu Fiona nya.
"di dunia ini tak ada seorang pun yang berhak mendapatkan Fiona kecuali aku, aku lah yang membuat keputusan nya" kata Wilson dengan arogan, menekan kan hak kepemilikan nya
"sayang sekali, tapi kelihatan nya Fiona juga mulai menyukai ku..jadi aku sudah putuskan kalau aku akan mengejar nya" Rico Hasben melancarkan serangan lagi
"tidak akan ku biar kan" kata Wilson
"bahkan jika aku mati sekalipun Fiona tetap lah punya ku, aku tak akan melepaskan nya...apalagi untuk orang seperti mu" lanjut Wilson dengan tatapan mengerikan, seraya menahan emosi lalu dengan elegan berbalik melangkah meninggalkan sosok Rico Hasben begitu saja tanpa menoleh lagi
sepeninggalan Wilson, seraya menatap punggung Wilson yang makin menjauh Rico Hasben bergumam..
"menarik sekali, kita lihat saja nanti" senyum nya sinis.
🌵🌵🌵
sore hari yang lumayan dengan cuaca baik itu, teman-teman Fiona datang secara khusus ke kota Wanna. Lila, ditta dan era juga Krishna menyempatkan diri bersama Aryo Lim asisten nya. karena setelah Fiona kembali ke negara tanah air dan menjabat sebagai presiden direktur Emilio Mulya group di kota Wanna, mereka sama sekali belum merayakan nya bersama secara versi mereka.
__ADS_1
mereka berlima datang ke apartemen Fiona dan bersenang-senang bersama di sana. membawa beberapa minuman mahal dan memesan makanan-makanan dan cemilan yang enak
"berikan selamat untuk Nona Muda Victoria Elvano kita..." goda Ditta pada teman-teman di depan nya seraya mengacung kan gelas minuman tanda bersulang penuh kebanggaan dan kebahagiaan.
"terimakasih..." tawa Fiona saat melihat semua orang di sana bersulang untuk khusus untuk nya
"kalian rela jauh-jauh datang kemari.." kata Fiona
"kami rela melakukan nya untuk mu.." balas Lila
"aku bahkan tidak sempat tidur, untung lah ada Aryo Lim yang menyetir..." kata Krishna seraya memijat pangkal hidung nya sendiri, semua orang tau selain sibuk terlibat dalam kelangsungan George Group, brondong ganteng berparas malaikat satu ini juga masih harus sibuk melakukan study nya sebagai seorang Mahasiswa.
"ahhh aku jadi tidak enak" kata Fiona dengan raut pura pura menangis
"tidak apa-apa, ini bahkan bukan apa-apa...Kalau di banding kan dengam Aryo Lim yang bahkan membatal kan kencan nya demi harus pergi bersama ku kesini menemui mu" ujar Krishna dengan di sertai godaan pada asisten nya ini...
"benarkah?" Fiona dan Ditta hampir bersamaan
krishna terkekeh, dan dia berkata dengan percaya diri
"aku bos yang baik, wanita kencan nya itu bukan lah wanita yang baik, dia hanya mau uang nya Aryo Lim..." kata Krishna lalu tergelak
"ayo lah Krish,semua wanita ingin uang" balas Ditta seraya terkekeh
"setidak nya pria memberikan uang dan wanita memberikan cinta..." kata Krishna mantap
"maksud mu wanita itu tidak menyukai Aryo Lim? dari mana kau tahu, Aryo cukup tampan dan baik" Era tak mau kalah ikut menimpali
__ADS_1
"sudah ada beberapa yang menjadi korban, tapi Aryo Lim begitu menyukai nya..." kata Krishna lagi
"Bos,hentikan..aku mana pernah menyukai nya" kata Aryo Lim malas, karena pada dasar nya saat ini Krishna hanya bercanda, wanita yang di maksud memang adalah cewek matrealistis yang selalu menggerogoti harta pria tanpa memberikan cinta. beberapa pegawai, asisten teman Krishna juga ada yang menjadi korban, jadi kali ini wanita itu mencoba mendekati Aryo Lim dan mengajak kencan tepat nya hari ini tapi Aryo Lim menolak nya. karena hari nya sama bertepatan dengan hari ini maka nya Krishna George ini menggoda asisten nya tersebut
"hei...Aryo..bagaimana kalau berkencan dengan ku saja?" senggol Lila ke bahu Aryo Lim yang berada tepat di samping nya
"hentikan Lila, kalau aku berkencan dengan mu..." Aryo Lim menggantungkan kata-kata....
"maka Aryo Lim yang akan hamil" celutuk era, di ikuti gelak tawa yang lain nya..
semua teman nya tau Lila tipe wanita dewasa yang hangat dan agresif, mendengar candaan teman-teman nya Lila hanya bisa pasrah seraya ikut tertawa...
mereka terus berbincang berkelakar, makan,minum bersenang-senang beberapa jam ke depan, sejak sore mereka di sana hingga hari mulai berangsur menggelap...
💚💚💚
sekitar pukul sembilan malam satu persatu dari mereka beranjak pergi dari aparteman Fiona, pertama-tama yang pergi adalah Krishna dan Aryo Lim lalu barulah Ditta,Era dan Lila.
tidak tau entah langsung kembali ke kota mereka atau masih menginap di beberapa hotel terdekat. Fiona yang awal nya meminta tiga sahabat nya ini menginap saja, tapi Ditta, Era dan Lila menolak nya, karena saat ini mereka pergi bertiga dan arti nya jumlah yang lumayan ramai jadi tak ada yang perlu di kuatir kan.. mereka pun lebih memilih langsung pulang saja.
sekitar pukul Sembilan Empat puluh menit setelah suasana apartemen nya sepi, Fiona memilih mandi karena badan nya terasa lengket...
setelah membasuh sebentar badan nya dengan air hangat, Fiona mengganti pakaian nya dengan piyama tidur pendek rumahan. Fiona mengemasi beberapa bekas kemasan makanan dan minuman yang masih tersisa di ruang depan tempat ia dan teman-teman nya berpesta kecil barusan...
di apartemen nya di kota Wanna ini, Fiona memang sengaja tidak memakai pembantu, ia hanya memakai orang gaji untuk membersihkan apartemen nya beberapa hari sekali, untuk urusan pakaian nya sudah di urus oleh laundry khusus.
setelah selesai mengemasi nya, Fiona menenteng dua plastik sampahan itu keluar dari apartemen nya dan segera melangkah ke samping tempat kotak sampah besar berada. biasa nya keesokan hari pagi-pagi sekali akan ada orang yang bertugas mengambil sampah-sampah tersebut di setiap unit apartemen ini.
__ADS_1
setelah membuang sampah itu ke tempat nya, Fiona berbalik pergi dan akan kembali masuk ke dalam unit apartemen nya, tapi baru saja akan masuk tiba-tiba satu bayangan besar dengan aroma familiar yang sangat Fiona kenali, sosok itu menyerobot masuk mendahului ke dalam apatemen Fiona, sontak saat itu juga Fiona membelalakkan mata nya menatap sosok pria yang tak asing itu sudah duduk begitu saja di sofa apartemen nya dengan raut datar yang khas milik pria itu sendiri...
"Wil-son?" kata Fiona hampir tak bersuara pada sosok di depan nya yang dengan begitu tenang sudah duduk di sofa apartemen nya saat ini...