
Diane melihat wajah putera nya itu tertekuk dengan Mood yang memburuk, hari ini di rumah utama Wijaya Santoso
"ada apa?" tanya Diane pada Wilson "pasti karena wanita s*alan itu, siapa lagi yang bisa mengganggu mood putera kesayangan ku. dasar dia memang wanita tak tau diri" lanjut Diane lagi dengan geram, Wilson hanya diam,memang benar mood nya hari ini jelek karena Fiona tapi bukan murni kesalahan Fiona, kekesalan nya ia yang buat sendiri tidak ada sangkut paut apalagi kaitan nya dengan Fiona. Wilson frustasi karena Fiona berbeda dengan perempuan di luaran dalam menghadapi nya . Fiona itu selalu tak sesuai dengan harapan nya.
"bunda sudah tidak tahan lagi, sebaik nya kau ceraikan saja Si Fiona itu...makin hari sikap nya juga semakin kurang ajar pada ku" kata Diane lagi penuh kebencian
"ya aku akan menceraikan nya, tapi bisa apa kalau Tante ziviliya tidak mengizinkan?" balas Wilson dengan raut yang masih kesal, raut kesal nan tertekuk itu sama sekali tidak mengurangi betapa tampan dan anggun nya pewaris utama Wijaya Santoso ini.
"putera ku sayang, apa kau lupa? sebelum pernikahan waktu itu berlangsung, Tante Ziviliya mu pernah memberikan perjanjian. bahwa selama satu tahun pernikahan dan ternyata kalian belum cocok satu sama lain maka kalian boleh berpisah... ini sudah lewat dari satu tahun kan, maka kau boleh menggugat perempuan bernama Fiona itu" Diane mengingatkan Wilson tentang hari itu
Wilson tentu ingat, hanya saja sebetul nya ia belum siap menceraikan Fiona sekarang, Wilson tidak puas hati...jika perempuan itu ia ceraikan, ia lepaskan maka perempuan itu akan terbang bebas dengan bahagia. bagi Wilson, Fiona tidak berhak bahagia.
Ingin Wilson, Fiona mencintai nya dahulu, mencintai hingga sepenuh hidup, dan Wilson akan meninggalkan Fiona saat itu dalam kegilaan dan keterpurukan. Wilson tidak suka, bagi nya Sosok Fiona terlalu tinggi dan sombong di hadapan nya.
Tante Ziviliya memang pernah mengatakan perjanjian itu, hanya saja Wilson tak menyangka kalau Diane sang ibunda juga mengingat nya dengan jelas. yang sekarang perjanjian itu malah menjadi bumerang untuk Wilson, perjanjian itu malah di jadikan sang Ibunda sebagai senjata untuk mempercepat perceraian diri Wilson dengan Fiona...!!!
__ADS_1
Saat Zivilya membuat perjanjian itu, ia memang serius dengan kata-kata nya namun itu sebetul nya hanyalah cara nya mengulur waktu selama satu tahun penuh agar lambat laun Wilson dan Fiona bisa mencintai satu sama lain. namun ternyata harapan Zivilya tidak menjadi nyata. untuk Fiona tentu sudah lama menaruh perasaan pada Wilson Suami nya ,namun sekarang lebih kepada rasa muak dan mati rasa...sedang kan Wilson sebetul nya dalam satu tahun ini perasaan nya pada Fiona berangsur-angsur sudah mengalami kemajuan. ada cinta untuk Fiona di hati nya, malah dulu..Wilson bahkan sering melirik Fiona diam-diam saat gadis itu baru tiba di kediaman utama Wijaya Santoso, singkat kata Wilson ada ketertarikan sejak awal pada Fiona tapi ia terlalu sombong dan arogan untuk bisa mengakui nya. apalagi tekanan dari Indah kekasih nya dan Diane sang Bunda terus menyelubungi nya dengan erat sepanjang waktu.
"bunda tak sabar lagi menunggu mu bercerai dengan Fiona itu, cepatlah nikahi Indah...ibu sudah tidak sabar ingin menggendong cucu dari kalian berdua, kau dan Indah, dia adalah gadis terpantas untuk mu" ujar Diane berbinar
"baik bun.." angguk Wilson mantap tapi ada kerumitan dalam fikiran nya
"ya, bagus..., kasihan Indah. apa kau tega membiarkan nya terus menerus dalam situasi tak mengenakkan ini. jangan kan dia, Bunda juga sangat merasa tersiksa..." ujar Diane terus menguatkan keputusan Wilson
"ya..." Wilson menjawab singkat "aku tak akan membiarkan Bunda maupun Indah tersiksa karena aku. kalian adalah orang yang paling berarti di dunia ini bagi ku..." kata Wilson seraya menggengam dan mencium kedua tangan Diane dengan dalam...
Hari berikut nya krishna menghubungi Fiona untuk mengajak makan siang, kebetulan waktu diri nya sedang longgar. namun kebetulan pula Fiona akan makan siang bersama tim butik nya, Ditta dan dua gadis lain nya, butik mereka bergerak di bidang online dan offline jadi Ditta yang berada di luar kota bertugas disana. sekarang Ditta kebetulan berada disini, Fiona dan dua teman tim nya, Era dan Lila sengaja mengajak nya makan siang bersama.
jadi ketika Krishna menghubungi Fiona untuk makan siang, dengan jujur Fiona mengatakan perihal bahwa ia juga akan makan siang dengan ketiga teman nya, tentu saja Krishna inisiatif ingin ikut bergabung dan dengan senang hati mentraktir Fiona dan tiga teman butik nya itu. sekalian berkenalan dengan teman-teman Fiona. Mereka makan siang berlima di restoran china.
Setelah selesai makan siang, Ditta,Era dan Lila berpamitan mereka pulang bersama karena kebetulan satu arah. sedang kan Fiona memilih keluar dari restoran tersebut beriringan dengan Krishna. jika orang tidak tahu menahu, sepeninggalan ketiga teman Fiona,seakan-akan Fiona dan Krishna baru saja selesai makan siang berduaan saja.
__ADS_1
tepat di pekarangan depan saat akan menuju parkiran, tanpa sengaja Fiona dan Krishna berpas-pasan dengan Wilson dan Indah yang kebetulan akan masuk ke restoran ini juga. nampak ada ketidak sukaan dari sorot mata Wilson saat melihat Fiona dan Krishna keluar dari sana seraya bercengkrama dengan luwes dan akrab satu sama lain. namun tak ada yang menyadari, saat ini rasa kecut itu hanya Wilson yang merasakan nya sendiri. jika sudah dewasa pastilah tau Wilson itu bagaimana pun ada rasa jeles yang menjalar di sekujur tulang nya.
"kak Fiona.." Indah sengaja menyapa dengan lembut dan sopan ala gaya gadis kaya dan berkelas nya, Fiona malas menyahut hanya saja ia dan Krishna spontan menghentikan langkah, menatap ke arah Wilson dan Indah yang berdiri tak jauh dari mereka berada
"seorang wanita bersuami makan siang dengan pria lain" sindir Wilson, bagaimana pun sebagai sesama pria Wilson tau, brondong bernama krishna ini menyukai Fiona sejak awal, sejak Fiona masuk ke keluarga Wijaya Santoso kala itu.
"lalu bagaimana dengan mu yang sudah beristri, apakah ada pengecualian?" balas Fiona tenang namun sangat tajam. Mendengar itu Wilson seperti akan meledak tapi ia tahan dengan gaya elegant nya yang memang sudah mendarah daging. ia hanya melirik pada Fiona dengan tatapan mencemooh
"Tuan Wilson, apakah kau tidak suka melihat ku makan siang bersama istri mu, kau cemburu pada kami? ayolah bukan kah hanya makan siang, Wijaya Santoso dan George bukan lah orang lain. lagi pula kau juga punya teman lain untuk makan siang jadi dalam hal ini kami sama sekali tidak bersalah" kekeh Krishna dengan sedikit bumbu candaan,suasana ini bagi Wilson sudah sangat berasa masam
"tidak, tentu saja. kalian salah faham.Wilson tidak akan cemburu!! dia hanya bercanda" tukas Indah cepat, seperti nya Indah tidak akan mau jika hal itu benar terjadi walaupun hanya sebatas lelucon, apa-apaan? Wilson cemburu pada Fiona? hati Wilson hanya milik nya. siapa wanita itu berani merebut nya?
dalam hal pria, Indah memang sangat serakah. ia menginginkan semua pria melirik dan bertekuk lutut pada nya namun hanya Wilson pelabuhan terakhir nya.
"sayang ayo masuk" bisik Wilson dengan sengaja pada Indah, seraya menarik lembut tangan gadis itu guna masuk ke pintu utama Restoran china yang berada di hadapan mereka saat ini.
__ADS_1
sepeninggalan Wilson dan Indah dari sana, Fiona dan Krishna saling tatap satu sama lain, Fiona hanya menggedikkan bahu, dan Krishna pun hanya menarik sudut bibir nya hingga membentuk garis. lalu mereka berdua pun segera meninggalkan tempat tersebut.