
"tapi cctv itu tidak begitu jelas menangkap area ini, ada tiang besar yang menghalangi di sana" kata Mecca menunjuk arah cctv dan tiang yang di maksud, beberapa tiang itu berdiri dengan anggun,megah dan kokoh di beberapa titik ruangan gedung...
ya, benar Indah Kusuma sengaja mengambil tempat ini, menunggu Sosok Fiona melewati nya dan membuat drama di area ini. diri nya Indah Kusuma yang sudah lama berkiprah di keluarga Santoso tentu sangat tau letak cctv dan situasi,kondisi hampir kesemua menyangkut tata letak juga hal seperti ini di keluarga Santoso Group ini, sayang nya Krishna walau pun keluarga George juga sudah sejak dulu berada di sekitar keluarga Santoso namun diri nya tak terlalu memusing kan hal ini, tapi Indah Kusuma tentu saja harus update hal ini, karena kadang kala diri nya yang memiliki Affair dengan salah satu generasi Santoso Group seperti Dirly dan juga kedekatan dengam beberapa tuan muda lain nya di saat pertemuan berlangsung di Santoso Group, diri nya Indah pasti melakukan permainan perselingkuhan tipis-tipis di beberapa tempat yang tak begitu terjangkau cctv. jadi tentu lah bukan hal yang mengheran kan jika Indah kusuma sangat update dalam hal seperti ini.
"Tante tidak menyangka kamu tega menjelekkan Nona Kusuma hanya gara-gara dia..." Diane menatap kesal pada sosok Krishna, di jarak beberapa meter Nyonya Intana Tobing dan Tuan besar George orang tua Krishna hanya menatap saja, Nyonya Intana Tobing hanya bisa mengelus dada nya sendiri, ia tahu putera nya krishna bukan lah tipikal orang yang suka berbohong. bukan nya Nyonya Intana Tobing sok membela Fiona namun bagi nya sejauh yang ia kenal jika orang-orang mengatakan Indah Kusuma adalah gadis yang baik maka sama,,Fiona juga sosok yang baik pula. tidak ada kesalahan di mata nya pada wanita-wanita muda tersebut, apa yang terjadi ini pemikiran Nyonya Intana Tobing mungkin saja hanya kesalahpahaman antar anak muda yang sama sekali tidak kita mengerti. iya kan?
Krishna menautkan alis tampan nya lebih dalam memandang ke arah Nyonya Diane dan Indah Kusuma, lalu beralih ke jajaran Fiona yang di apit oleh Tante Ziviliya dan AL ghazaly Elvano dan terakhir melirik ke arah Mecca di sebelah nya yang juga sedang melirik ke arah nya penuh arti, Mecca juga sama ia juga tak tau harus bagaimana lagi membela Fiona yang dalam situasi ini pasti nya tidak mungkin bersalah...
di antara orang-orang dengan jarak beberapa meter Dirly Bintara Santoso hanya diam, diri nya sebetul nya melihat kejadian itu sejak awal karena jujur saja pandangan nya sejak awal tiba di perjamuan ini sama sekali tidak bisa lepas dari Fiona. jadi kejadian asli nya Dirly juga tau dan melihat nya dengan begitu nyata...
hanya saja Dirly memilih diam karena kalau dia tiba-tiba bersuara maka entah apa jadi nya, ia juga tidak berani karena memiliki citra buruk bersama Indah Kusuma yang tidak di ketahui orang-orang. Dirly sudah sangat hapal siapa itu Indah, ia akan dengan mudah membuat seolah Dirly jelek di mata orang-orang dan malah dia yang kasihan. Indah Kusuma sangat pintar memainkan peran, bertingkah drama. jadi dalam hal ini Dirly lebih memilih diam ketimbang ambil resiko. toh, Fiona di posisi saat ini ada Tante Ziviliya dan AL ghazaly di sekitar nya jadi tentu saja segala masalah nanti nya tetap bisa teratasi dengan baik..,tak akan ada masalah yang tersisa. dia bisa saja menjadi pahlawan dan membuat Fiona terpesona dan akhir nya merasa punya hutang budi dan akhir nya membiar kan mereka tidur bersama, shiiiitttt ! Dirly tidak bisa mengenyah kan fikiran me-sum nya jika itu sudah menyangkut Fiona...ya, ya Dirly akui diri nya memang sudah gila. namun saat ini diri nya malah memilih diam, diri nya bukan lah tipikal orang yang mau ambil resiko.
__ADS_1
"Ayo sayang, Tante akan meminta pelayan mengantar mu ke kamar ganti untuk memperbaiki riasan, ah..kasihan sekali kesayangan Tante" Nyonya Diane seraya berkata tangan nya menyeka wajah Indah Kusuma ini dengan sangat perlahan dan juga lembut...
Nyonya Diane mulai memberi isarat kepada pelayan pribadi Santoso untuk mengantar Indah Kusuma, sementara Itu sosok tampan Wilson Wijaya Santoso yang sejak tadi berada di tangga, memang memilih menyepi di sana setelah berbincang dengan beberapa petinggi, dia...Wilson juga melihat kejadian antara Fiona dan indah Kusuma secara nyata dari tempat yang lebih tinggi itu..., jadi melihat Ibunda nya yang terus memperparah keadaan ia bersiap menghampiri kerumunan guna membantu meng clear keadaan, ya dengan ikut mengatakan kejadian yang sebenar nya...
Namun belum sempat Wilson melangkah dan belum sempat pelayan membawa Indah Kusuma pergi dari tempat kejadian, AL ghazaly Elvano si tampan satu ini yang sejak tadi diam, membuka suara nya seraya mengatakan "tunggu, jangan pergi dulu..." kata nya pada sosok Indah Kusuma yang hendak berbalik "masalah ini kita selesaikan sampai tuntas baru kau boleh pergi" lanjut AL ghazaly yang membuat orang-orang penasaran terlebih lagi Indah Kusuma yang kaget dan tak mengerti apa maksud nya perkataan AL ghazaly ini
"Nico..." AL ghazaly memanggil salah seorang asisten nya yang masih muda "periksa Cctv...,"titah nya
"cctv?" Indah Kusuma tanpa sadar mengatakan hal ini dengan keterkejutan, cctv apa nya bukan kah di sini tidak tersorot...?
Nyonya Diane melihat situasi ini bereaksi dengan cepat, dia yang merasa tidak suka terakhir kali Tuan Muda Elvano ini di pekarangan pengadilan perceraian pusat pernah bertemu dengan diri nya yang lebih tua malah tidak sopan dan terlihat arogan jadi nya Nyonya Diane dengan malas berkata
__ADS_1
"Tuan Muda Elvano aku tau kau orang yang sangat berkuasa besar, tapi jangan memperpanjang lagi, masih untung Indah Yang baik hati ini tidak mempermasalahkan rasa malu nya karena di permalukan oleh adik angkat mu si Fiona itu malam ini, seharus nya anda sebagai orang terhormat harus merasa sukur dan berterimakasih kepada Nona muda kusuma yang tidak pendendam dan sangat terpuji ini., seharus nya kau harus terpesona pada gadis secantik dan sebaik ini" protes Nyonya Diane panjang lebar, dan entah kenapa terdengar seperti promosi seorang Indah Kusuma di tengah keramaian
"Nyonya tua, aku tak ada urusan dengan mu, urusan ku dengan Nona Kusuma ini..." sahut AL ghazaly enteng
mendengar AL ghazaly memanggil diri nya Nyonya Tua, Nyonya Diane merasa sangat tersinggung, seluruh dunia tau bahwa diri nya sangat awet muda, ketika melihat raut Nyonya Diane suram, Krishna George dan Mecca yang berdiri bersisian serempak menahan tawa, krishna mengulum bibir nya sendiri sementara Mecca spontan menutup mulut nya sendiri
dan di kerumunan orang-orang suara seseorang hampir terkekeh tapi buru-buru menahan diri, sebagian orang-orang menoleh pada si sosok terkekeh ternyata adalah Zikran Bintara Santoso, yang sedang buru-buru menutup mulut nya, sementara Akmil George, adik nya krishna yang berada di sebelah Zikran menyikut Zikran seolah memberi isarat agar Zikran menjaga sikap di tempat ramai ini, Akmil George bocah abege yang baru duduk di kelas 7 ini memang seringkali berada di sekitaran Krishna George dan Zikran Bintara Santoso.
Nyonya Diane mendengar kata-kata AL ghazaly barusan, Nyonya Diane pun dengan penuh percaya diri menjawab nya setengah kesal..
"Maaf sekali Tuan Muda Elvano, urusan apa? apakah kau menyukai Nona kusuma hingga harus secara khusus berurusan dengan nya ? Nona Kusuma tidak mau ada urusan dengan mu, Nona Kusuma yang sempurna ini sudah ada pemilik nya, dia adalah milik putera ku Wilson Wijaya Santoso. maaf...kau tidak ada kesempatan lagi..." kata Nyonya Diane...
__ADS_1