KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 56


__ADS_3


ini Sudah terhitung tiga minggu Fiona kembali ke kediaman Elvano, hidup kembali sebagai nona Muda Elvano, Victoria Elvano. selama tiga minggu itu pula Wilson benar-benar tidak melihat Fiona secara langsung. untung lah pekerjaan dan tanggung jawab nya di Santoso Group sangat banyak jadi ia bisa mengalihkan kesedihan nya sekali-kali dengan pekerjaan yang padat ini.


karena juga melakukan beberapa liburan dan perjalanan penting,mengurus Segala Id dan data milik nya yang dahulu kembali membuat Fiona pun belum sempat untuk mengunjungi kediaman Wijaya Santoso lagi atau pun untuk sekedar mengunjungi Ziviliya. apalagi Ziviliya juga padat pekerjaan...saat perjalanan dinas membuat nya membutuh kan waktu yang lama untuk kembali ke kediaman utama Wijaya Santoso, jadi skejul antara diri Ziviliya dan Fiona benar-benar sulit untuk bertemu di titik yang sama.


namun setelah tiga minggu ini ternyata jadwal bisa di atur dengan cukup baik, mereka memiliki waktu yang sangat bagus. jadi kesempatan ini tidak Ziviliya sia-siakan lagi, ia pun secara resmi mengadakan perjamuan di gedung khusus milik Santoso group dengan secara khusus menjamu keluarga Elvano, ibarat kata adalah Pesta untuk Fiona yang telah kembali berkumpul bersama keluarga asal nya lagi yaitu Elvano group..,


pesta di adakan saat malam. Fiona terlihat cantik dengan dress Asimetris biru muda metalic yang membalut tubuh nya, gaun itu tampak depan nya pendek di atas lutut namun di belakang nya tampak panjang jatuh menyentuh lantai dengan anggun...


tiga minggu tidak melihat nya, Fiona tampak aura nya ada banyak perbedaan, seperti nya aura Nona Muda Elvano dan aditama di masa lalu nya kembali melekat erat lagi, ia sangat cantik dan elegant..


jika Wijaya Santoso yang menyelenggarakan acara, pastilah George group pun tetap hadir di sana, Fiona bertemu krishna seperti biasa dua orang ini tidak canggung lagi


"hai Fiona...hmmm maksud ku Victoria. kau sangat cantik malam ini" Krishna menggoda nya


Fiona hanya tersenyum nyengir dengan manis "terimakasih atas pujian nya, tapi kau boleh memanggil ku apa saja, Fiona? Victoria? apa yang membuat mu nyaman di antara kedua nya" kata Fiona


"aku akan memanggil honey boleh kah" ini adalah godaan Krishna seakan candaan tapi sebetul nya jika bisa sungguhan kenapa tidak?


"hentikan, krish" Fiona melotot, mereka berdua berbincang dengan luwes dan tanpa henti tersenyum senang "simpan panggilan itu untuk kekasih mu nanti, bukan pada ku" kata Fiona kemudian


"tapi aku tak punya kekasih, bagaimana dong?" Krisna pura-pura menunjukkan raut wajah yang sedih


"kau yang terlalu pemilih" sahut Fiona, ya memang benar, tidak mungkin tak ada kaum hawa yang menginginkan seorang krishna George, yang nyata nya wanita yang menginginkan seorang krishna bahkan tak mudah terhitung jumlah nya.

__ADS_1


"bagaimana kalau aku memilih mu" kata Krishna lagi


"hentikan kris" Fiona mulai akan melototi Krishna lagi, pria berwajah malaikat ini terkekeh...


"baik lah aku tak akan menggoda mu lagi..." Krishna menyerah, cukup melihat senyuman Fiona saja dia sudah suka, apa lagi kalau seandai nya Fiona membalas perasaan nya..., Krishna terhitung juga sudah sekitar dua minggu tak melihat Fiona, semenjak Fiona bercerai dengan Wilson, Krishna hanya pernah bertemu sekali saja saat survey produk terbaru di cabang KangSadan luar kota. saat itu juga Fiona hanya sebentar karena banyak yang harus diri nya urus. jadi nya survey selanjut nya saat itu di teruskan Krishna bersama Ditta saja.


"Fiona...aku tak menyangka, saat ini malah harus bertemu dengan mu lagi yang bermarga Elvano" kata Krishna mengalihkan topik pembicaraan mereka "kakak mu...AL ghazaly adalah orang yang hebat" lanjut Krishna mengakui apa yang ia ketahui


"ya...dan kau juga Krishna George sama hebat nya" balas Fiona tulus


"oh, ya? terimakasih...aku tersanjung" ujar Krishna


Fiona mengangguk mantap, pujian nya benar-benar tak ada maksud. yang ia katakan adalah murni pencapaian Krishna yang membanggakan, sama sekali tidak ada dari pujian nya yang berlebihan atau pun di buat-buat.


"maksud ku menyukai pencapaian ku..." Krishna lagi-lagi berkilah terus membuat Fiona sebal, Fiona menatap tajam pura-pura kesal


"ya...sangat, kau orang hebat, pencapaian mu itu sangat mahal dan tak ternilai harga nya" puji Fiona apa ada nya...


"waaah....rasa nya hati ku berdebar..." kata Krishna dengan raut jahil dan senyuman lesung pipi nya yang begitu menawan hati


tiba-tiba sosok Mecca hadir di antara mereka "Fiona...aku rindu pada mu" gadis bernama Mecca Wijaya Santoso ini dengan erat memeluk Fiona begitu saja, hingga Fiona kaget di buat nya


"Mecca! aaah kenapa kau tidak berubah, masih tetap genit" Fiona berusaha lepas dari pelukan Mecca yang over dosis


"kau sangat jahat,paling tidak balas lah memeluk ku" protes Mecca

__ADS_1


"bagaimana bisa? aku bahkan kesulitan bernafas karena mu" Fiona merasa sesak karena Mecca memeluk nye erat seluruh tubuh hingga tangan Fiona pun seperti terikat oleh pelukan Mecca


melihat dua makhluk cantik yang mulai berisik ini, Krishna langsung berkata "baik lah, aku tak akan mengganggu kalian..., aku permisi, see you Fiona" Krishna mulai beranjak melangkah


"ok, krish..see you,too" balas Fiona sembari menahan pelukan dari Mecca yang terus merapat


"apa kau tidak kangen pada ku" kata Mecca seraya melepas pelukan nya, kini hanya mereka berdua


"tentu saja..., saudari ku..." Fiona memeluk Mecca pelan...dan menepuk-nepuk punggung nya


lalu setelah melerai pelukan kedua nya mulai berjalan perlahan kearah meja minuman sembari berbincang ringan... "kau tau, Fiona? aku benar-benar kesepian tak ada kau, sering-sering lah berkunjung" kata Mecca


" wah gombalan macam apa ini? kesepian apa nya? bahkan saat aku masih di kediaman Wijaya Santoso kau bahkan jarang di rumah, terus pergi bermain,terkadang Liburan bersama teman-teman mu" cibir Fiona pura-pura merajuk


"ahh apa yang kau persoal kan? pokok nya kau tidak boleh protes. kau harus sering-sering berkunjung" Mecca pura-pura balik memarahi Fiona


"baik lah..." Fiona memutar bola mata nya


"tapi jika aku tidak sempat dan belum punya waktu,kau juga bisa langsung datang ke kediaman Elvano mengunjungi ku" lanjut Fiona lagi..


"oke, kalau begitu aku akan datang berkunjung sewaktu-waktu" Mecca setuju...,kedua nya terkekeh dan mengambil gelas minuman yang meja nya sudah ada di hadapan mereka...


pesta perjamuan berlangsung dengan elegant seperti biasa, semua lancar dan terlihat sangat berkelas, di tengah pesta Fiona pamit undur diri pada AL ghazaly karena sedari tadi ponsel nya berdering...


Fiona pun keluar dari ruang pesta, melangkah menuju area koridor yang menghubungkan dengan beberapa ruangan kamar istirahat dan kamar kecil.., Fiona berhenti di tempat yang lumayan sepi dan menerima panggilan telepon ternyata tentang kerja sama KangSadan Cabang yang pernah di katakan Ditta untuk peresmian lapangan kerja baru.

__ADS_1


__ADS_2