KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 87


__ADS_3

selama pembicaraan berlangsung antara Rico Hasben dan Fiona, entah mengapa dari menit ke menit yang berlalu Rico Hasben merasakan ada sesuatu yang aneh di dada nya, setiap kali ia menatap ke arah Fiona maka semakin pula ia menangkap ada nya daya tarik yang unik dari aura seorang Fiona dan aura itu tidak lah biasa, keindahan itu seperti terpancar keluar dan membuat Rico Hasben seperti tersedot ke dalam nya.


Fiona memang lah cantik dan memiliki wajah yang sempurna, baik tampak depan mau pun profil samping . namun banyak juga wanita di muka bumi ini bahkan di kota Resque atau pun kota Wanna ini sendiri yang juga memiliki paras secantik diri Fiona, bahkan sangat-sangat banyak yang lebih cantik dari Fiona juga. namun bagi Rico Hasben saat ini Fiona memiliki sisi yang tidak di miliki oleh wanita-wanita yang pernah di temui nya. malah sampai-sampai saat ini Rico Hasben seperti tidak merasa bahwa di dekat mereka sekarang masing-masing ada Asisten Robby dan Asisten Deva yang menemani...


Shittt! bathin Rico Hasben, ia benar-benar merasa sangat sangat terjebak sekarang...! Rico Hasben yang awal nya hanya mencoba bermain berharap kalau-kalau setelah pertemuan dengan nya ini Fiona bisa terpesona atau menyukai diri nya, meninggalkan kesan...bukan kah hal mustahil wanita tak terjerat pesona diri Rico Hasben. jika Fiona sudah terpesona pada nya jatuh dalam pelukan nya maka bukan kah akan membuat seorang Wilson Wijaya Santoso merasa sangat murka?


namun apa ini? Rico Hasben yang awal nya mencoba sekedar bermain agar permainan nya bisa menyakiti Wilson Wijaya Santoso tapi kenyataan nya malah ia sendiri yang langsung sangat jatuh hati pada sosok Fiona. sangat tidak sesuai apa yang dia harapkan


"gila! mengapa aku yang malah jadi naksir begini?" Rico Hasben menggerutu dalam hati nya dengan perasaan yang teramat sangat kesal..!


hingga pembicaraan berakhir pun RicoHasben tak bisa mengalihkan diri nya untuk tak mengawasi gerak gerik Fiona, sampai akhir nya keputusan persetujuan pun di sepakati dengan baik...


***


Sementara itu Indah Kusuma, dia selalu tak henti meminta agar Wilson memaafkan nya dan menerima nya kembali seperti dulu, ia tak pantang menyerah meskipun Wilson selalu mengabaikan nya


seperti hal nya hari ini ia sengaja menunggu Wilson di kediaman utama Wijaya Santoso, namun seperti biasa pula Wilson tak berminat menggubris nya. bagi Wilson hubungan antara diri nya dan Indah Kusuma adalah murni sebuah kesalahan dan sudah berakhir !


"Wilson..." panggil Indah Kusuma hari ini saat Wilson baru memasuki kediaman utama Wijaya Santoso, Indah Kusuma sudah duduk menunggu di salah satu sofa set ukuran super besar di ruangan depan tersebut

__ADS_1


Wilson lagi-lagi memaling kan wajah nya dengan malas seolah Indah Kusuma adalah makhluk tak kasat mata bagi nya...


"Wilson, kau harus nya memaafkan ku!" pekik nya kuat hingga membuat beberapa pelayan yang bertugas kaget dan saling tatap satu sama lain


Wilson tak bergeming tetap melangkah lurus tanpa menoleh ke arah Indah Kusuma sedikit pun! melihat respon Wilson yang seperti itu Indah merasa sangat geram hingga ia berteriak seperti kesetanan...


"WILSON !!! BERHENTI KATA KU !! BERHENTI !!! AKU MINTA MAAF, APA KAU TIDAK MENDENGAR NYA HAH ??!!?? " Indah benar-benar melupakan karakter yang diri nya sandang selama ini, karakter Yang lembut dan manis. itu lah Indah Kusuma selama ini saat berprilaku di kediaman Wijaya Santoso, sangat lah teramat lembut dan juga teramat sangat manis. siapa yang tidak hapal, jadi saat diri nya bertingkah bar-bar seperti ini tentu saja para pelayan merasa sangat kaget. untung lah saat ini Nyonya Diane tidak ada di tempat, Wanita paruh baya itu sedang asik bersosialita dengan beberapa teman nya di luar kota.., jika tidak mungkin saja diri nya juga akan Shock melihat dan menyaksikan karakter Indah Kusuma seperti yang sekarang ini.


Wilson mendengar teriakan itu segera menghentikan langkah nya dengan perlahan dan menoleh dengan raut yang sulit di artikan, Indah Kusuma merasa lega Wilson menghentikan langkah nya walau ia pun tak tau bagaimana respon Wilson pada nya selanjut nya.


"jangan membuat keributan di kediaman Wijaya Santoso, jika tidak aku akan menyuruh penjaga menyeret mu keluar dari sini" Wilson berkata dengan tajam setajam sorot mata nya saat ini


"tidak ada hal yang perlu kita bicarakan..." sahut Wilson datar dan acuh tak acuh


"ku mohon... sebentar saja, ini sangat penting..." Indah memasang tampang yang sangat memelas


"5 detik..." Kata Wilson memberi kan sedikit waktu jika Indah Kusuma memang sangat ingin berbicara pada nya dengan terlihat begitu sangat penting


"Wilson..."Indah masih mencoba tawar menawar

__ADS_1


"aku hitung dari sekarang" kata Wilson tegas seraya mengangkat pergelangan nya yang memakai arloji, Wilson menatap arloji nya sendiri dengan sangat teramat anggun...menghitung waktu


"baik, aku hanya ingin kita kembali seperti dulu..." kata Indah cepat, mau tidak kau dia setuju dengan waktu terbatas yang Wilson berikan pada nya ini


"sudah selesai, waktu habis" Wilson kembali menurun kan tangan nya yang memakai arloji tersebut, lalu memasuk kan tangan itu ke saku celana nya. tanpa membahas apa yang baru saja Indah Katakan ia melangkah kan kaki nya kembali meninggalkan sosok Indah Kusuma begitu saja, tapi Indah karena merasa sedikit linglung dan kecewa dengan sikap Wilson, ia pun kembali memanggil Wilson


"Wilson...!!" panggil Indah Kusuma dengan nada yang terkesan penuh rasa Frustasi


"dengar..." kata Wilson yang tiba-tiba menghentikan langkah seraya menoleh dengan raut yang sangat sinis


"selama kau masih datang kemari aku tidak mengusir mu bukan berarti kau boleh bertindak semau mu, aku membiarkan mu karena kau masih merupakan tamu kehormatan dan kesukaan ibunda ku, tapi jika kau masih tetap saja berlaku yang mengganggu ketentraman Kediaman Wijaya Santoso, maka aku tak akan segan mengusir mu dengan secara tidak hormat..., sekalipun keluarga Kusuma dan Wijaya Santoso berhubungan baik.." kata Wilson dengan begitu sangat pedas !


"Wilson aku tak bemaksud..." Indah masih menjawab, tapi kemudian Wilson berkata dengan tenang


"panggil security kemari dan seret perempuan itu keluar " kata Wilson pada pelayan yang sedang bertugas di depan...


namun belum sempat pelayan bergerak, Indah Kusuma sudah berbalik dan mengambil tas mahal milik nya yang tadi ia letakkan di meja depan, dengan raut muram dan sangat kesal bersiap meninggalkan Kediaman Wijaya Santoso


"Wilson..., akan ku adukan kau pada Ibunda mu perihal kelakuan mu yang mengusir ku hari ini" Indah mengancam dengan marah lalu melangkah keluar melewati pintu utama dengan sangat geram, tapi Wilson sama sekali tidak peduli...

__ADS_1


__ADS_2