
"kau bahkan bukan siapa-siapa nya" cibir Dirly, walau dalam amarah dan rasa cemburu, Wilson tidak bisa memungkiri apa yang Dirly katakan, benar....diri nya bukan lah siapa-siapa lagi di kehidupan Fiona. mereka berdua adalah masing-masing orang asing
"aku sudah menunggu saat ini terlalu lama, saat dia menjadi milik mu, aku bisa apa? di mana dia Selalu menolak ku. tapi sekarang kau tidak punya hak kuasa lagi untuk melarang, jadi minggir lah jangan mengganggu" Dirly berkata dengan nada sinis dan tidak suka
"tidak akan..." balas Wilson tajam "ada tidak nya hak ku sekarang tapi aku tidak suka jika orang lain yang memaksa nya..." lanjut Wilson lagi
"oh, apa kau merasa selama ini kau sudah baik pada nya, kau juga bukan suami yang baik,kau selalu bertindak kasar, memaksa dan berselingkuh. semua orang tau itu..." sahut Dirly sengit
Fiona merasa kata-kata Dirly ada benar nya, namun...Wilson dengan santai menjawab "karena di dunia ini, orang yang boleh berbuat kasar pada Fiona, mau pun memaksa nya adalah hanya aku seorang yang boleh, orang lain tidak aku izinkan" jawaban yang sangat mengerikan, Dirly yang mendengar nya pun merasa Wilson ini orang gila
"oh,ya...siapa yang bilang begitu?" cibir Dirly
"aku lah yang memutuskan nya..." jawab Wilson tenang tanpa beban.
"jangan terlalu percaya diri, aku bahkan masih punya peluang bersama Fiona, kau tidak...kau harus menyadari bahwa kau adalah masalalu Fiona yang tak pernah ingin Fiona ulangi" ejek Dirly, saat mendengar nya sebetul nya Wilson merasa sangat sedih... tapi karena sifat arogan yang ia miliki sangat tinggi, dia pun menjawab dengan enteng...
"di dunia ini yang boleh memiliki Fiona...hanya aku" jawab Wilson sedingin es...
Fiona yang ada di antara meraka merasa orang-orang ini sangat tidak waras, jadi merasa diri nya longgar Fiona buru-buru kabur dari situasi ini, sangat mengesalkan lagi-lagi gaun dan heels yang membuat nya makin terlihat sangat mempesona malam ini malah sekarang menyusahkan nya, gerakan nya sangat-sangat terbatas.
Dirly seperti tak rela Fiona pergi jadi dia ingin menyusul nya tapi Wilson dengan cepat mendorong dada Dirly dengan tangan nya, gerakan nya sangat arogan...
__ADS_1
Fiona berjalan cepat di koridor dan belokan berusaha mengimbangi gaun dan heels nya tapi tiba-tiba pergelangan tangan nya di cegat seseorang, tangan yang kokoh dan rasa ini sangat familiar sekali, benar-benar tidak asing...
benar saja sosok Wilson sudah berada di samping nya memegang erat pergelangan tangan nya "ikut aku..." kata Wilson, wajah dingin nya menatap Fiona dengan sangat dalam...Fiona kaget tangan nya di tarik-tarik, tadi oleh Dirly, sekarang oleh Wilson
"Wilson lepaskan" Fiona meronta Wilson menarik nya
"Fiona...kita butuh bicara..." Wilson memaksa nya dan terus mencekal tangan nya
"lepaskan aku sekarang!" Fiona menatap Wilson dengan sangat berang..., mereka ini semua sudah gila, itulah yang ada di otak Fiona sekarang...
ternyata Dirly menyusul dan langsung menarik tangan Fiona yang sebelah nya lagi, Wilson merasa tidak senang dengan tindakan Dirly jadi dia tetap menahan tangan Fiona dan menarik Fiona kearah nya, Dirly balas menahan Fiona, hingga mereka saling rebutan...Fiona merasa kepala nya pusing, dan kedua tangan nya mulai terasa sakit dan pegal...
dua sepupu ini Wilson dan Dirly seumur hidup nya sejak kecil belum pernah rebutan barang atau pun mainan. baru kali ini mereka rebutan satu wanita dengan begitu sangat dramatis.
"jika kalian gentle,biarkan dia sendiri yang memilih untuk ikut siapa..." kata AL ghazaly datar
entah ada hipnotis apa pegangan tangan Wilson dan Dirly mengendur, entah lah seperti masing-masing berharap di pilih Fiona, tapi saat pegangan mengendur Fiona malah berlari kearah AL ghazaly...
senyuman samar dan dingin milik AL ghazaly terlihat,dia merasa bangga bahwa menunjukkan diri nya lah sang pemenang nya...
"jangan pernah ganggu calon istri ku lagi" kata AL ghazaly tajam dan segera merangkul bahu Fiona membawa wanita kesayangan nya itu pergi dari sana...
__ADS_1
tak tau dari mana asal nya, hati Wilson seperti di serang ribuan tawon, sakit sekali...ia tak suka Fiona lari kearah pria lain...dalam kehidupan ini bahkan kehidupan selanjut nya mereka berdua hanya harus memiliki satu sama lain, begitulah skenario nya.
perpisahan ini bagi Wilson hanya lah sementara, hanya sebuah kesalahan..., dia sangat yakin bisa membawa Fiona kembali walau pun dalam hati kecil nya keyakinan itu sudah sangat patah dan hancur bila mengingat perlakuan nya pada Fiona selama ini.
saat sosok AL ghazaly dan Fiona berlalu, Wilson menatap Dirly dengan tatapan membunuh dan sebelum pergi dari sana ke arah yang berlawanan, Wilson mengacung dan mengarahkan telunjuk nya ke arah Dirly dengan ekspresi ancaman...namun Dirly dengan cuek nya hanya menaikkan kedua bahu nya dengan cengengesan..
tadi AL ghazaly menyusul Fiona karena ia merasa adik angkat nya ini belum juga kembali ke ruangan pesta, dan ia merasa ada yang tidak beres. ternyata memang benar, situasi tadi benar-benar tidak beres. bagaimana bisa dua keturunan generasi Santoso yang agung itu malah memperebutkan seorang wanita seperti barang? mempertahan kan ego masing-masing dengan begitu sangat kuat.
Saat langkah Fiona dan AL ghazaly belum begitu jauh, tiba-tiba terdengar suara pria yang sangat menawan dan memikat..."wow...aku tak menyangka, orang yang aku kira akan menjadi abang ipar ku ternyata juga adalah saingan ku" kata suara dari sosok itu...sosok bertubuh tinggi yang sejak tadi berdiri di sudut koridor melihat adegan kejadian tarik menarik Fiona antara Wilson dan Dirly dan lalu selanjut nya datang AL ghazaly. ia mendengar dan melihat semua nya, diri nya datang kemari karena merasa mengantuk dan ingin mencuci sedikit wajah nya tapi tak menyangka kantuk nya mendadak hilang hanya dengan melihat adegan tak terduga ini...sosok ini adalah pria dengan wajah seindah malaikat bagaikan tokoh angel di film-film...siapa lagi kalau bukan putera ketiga keluarga George yang terkenal...
"Krishna hentikan..." kata Fiona cepat saat mendengar penuturan krishna barusan yang terdengar tak masuk akal, abang ipar apa nya? Krishna ini bagi Fiona sangat suka bermain-main...
ya,benar Fiona tak pernah ingin melukai pria satu ini...pria bernama krishna George ini. bahkan sampai sekarang diri nya mengira apa yang Krishna katakan barusan adalah sedang bermain-main atau sekedar bercanda, seperti biasa....tidak serius.
"hh,, apa kau kira aku punya waktu untuk bersaing dengan anak kecil?" balas AL ghazaly tajam sesuai karakter nya yang mengerikan tanpa basa basi, bagaimanapun bagi nya Krishna George adalah brondong kecil. jarak umur mereka pun berkisar sekitar enam tujuh tahunan, AL ghazaly 25 tahun dan Krishna George 19 tahun...
walau karakter AL ghazaly sangat tajam seperti senjata tajam yang baru di asah tapi bukan Krishna George nama nya kalau harus mundur...
"ho...ayo lah abang..., aku bahkan lebih menarik dari dua pria dewasa barusan" kata Krishna, maksud nya dua pria tadi adalah Wilson dan Dirly.., "aku...bahkan lebih menantang..." nada bicara tetap seperti orang yang bercanda, walau sebetul nya ini adalah kalimat serangan, tapi ini lah gaya seorang krisha George.
lalu Krishna seraya memperlihat kan senyuman manis nya yang berlesung pipi menawan, ia beralih berkata pada Fiona "Fiona jangan lupa besok" tanpa mempedulikan tatapan tajam AL ghazaly pada nya, Fiona hanya mengangguk menjawab ujaran Krishna...lalu Krishna berlalu dari sana dengan santai tanpa beban...
__ADS_1
jika di dengar seolah kata-kata nya ada janji khusus dengan Fiona..."Fiona jangan lupa besok" padahal besok yang di maksud adalah peresmian cabang butik baru mereka yang di investasikan Krishna, ya hanya itu tidak ada janji yang lebih...
tentu saja Fiona ingat, bahkan sejak sore Ditta sudah mengingatkan nya untuk besok agar jangan lupa dan terlambat...,tapi Krishna tidak harus mengingatkan nya dengan semesra itu seakan menujukkan diri nya punya hubungan yang manis dan khusus dengan sosok Krishna George itu, membuat orang lain salah faham saja...