KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 28


__ADS_3

Indah tau hari ini Wilson ada rapat, jadi ia sengaja datang ke kantor sengaja menunggu sendirian di dalam ruangan Wilson. jika biasa nya Indah akan kesal di tinggalkan terlalu lama maka sekarang Indah malah merasa Wilson memang harus meninggalkan nya cukup lama di dalam ruangan ini, agar diri nya bisa melalukan hal yang di ingin kan nya dengan lebih leluasa.


Jika soal bermain trik Indah pastilah pandai. kita juga tau gadis cantik yang nampak lembut dan menawan ini sangat lah licik di dalam nya, untuk otak pastilah sejak kecil tumbuh di keluarga kaya mendapat asupan gizi yang sangat cukup, hidup kaya berfasilitas bisa menempuh pendidikan khusus, pendidikan dengan bayaran yang mahal kesana kemari, pendidikan yang bergengsi. jadi diri nya pastilah gadis yang memiliki otak encer, jika tidak mana mungkin nona muda Kusuma di juluki cantik dan terpelajar. jadi perihal surat cerai ini sudah pasti ia dengan cepat menangkap gelagat nya, Wilson tak akan menyimpan dokumen surat cerai di rumah pribadi yang mana adalah rumah bersama Fiona, Wanita yang note bone nya sangat pria itu benci walau status nya adalah suami istri.


Wilson pasti akan menyimpan dokumen itu di tempat yang tidak pernah di lalui oleh Fiona. Indah yang berprilaku bisa dengan mudah membuat diri nya terlihat bagus dan orang lain terlihat jahat pastilah memiliki kemampuan dalam membaca trik yang di rasa sangat di level biasa-biasa saja ini.


Kesalahan Wilson adalah selama ini membebas kan Indah hingga gadis ini bisa keluar masuk dengan aman ke ruangan nya ,lalu bawahan di sekitar pun nampak sudah terbiasa dengan kebebasan gadis bernama Indah Kusuma itu di ruangan kerja Atasan mereka. Wilson yang selama ini selalu terbuka dengan Indah, ia lupa kalau sekarang diri nya sedang memiliki rahasia sendiri.., menyembunyikan sebuah dokumen perceraian di dalam ruangan itu, ruangan yang sering di masuki oleh Indah Kusuma dengan bebas nya.


tidak sulit laci itu sama sekali tidak terkunci, Indah menarik nya dengan tenang lalu mengambil berkas dalam map khusus itu, ada di lapisan ke tiga... lalu dengan perlahan membuka nya, melihat lalu tersenyum saat mata cantik berbulu mata lentik itu menangkap objek sebuah tanda tangan di sudut berkas, tanda tangan Fiona...itu adalah sentuhan akhir yang paling penting. menutup kembali dokumen, tersenyum meninggalkan ruangan itu dengan cepat dan raut riang di wajah nya.


sekitar dua jam kemudian rapat selesai, Wilson masuk ke ruangan kerja nya tanpa kecurigaan. dan tidak lagi memeriksa laci, Wilson membuka ponsel yang sejak tadi ia silent melihat pesan dari Indah


📩 sayang, tadi aku menunggu mu di ruangan kerja, teman ku ada sedikit pesta makan hotpot siang ini tapi kelihatan nya kau masih lama...jadi aku pergi duluan. love you


Wilson hanya membaca pesan tanpa membalas nya, mengurut alis dengan kecapekan, tadi malam ia bahkan kekurangan tidur karena mengurus beberapa proyek terbaru yang berada di tengah-tengah masa kerja nya. Malam ini ia bahkan masih harus menghadiri pesta pertemuan para investor, sudah ada janji di awal dan sudah biasa kalau Indah yang akan menemani nya ,tapi mengapa justru otak nya ingat pada Fiona, mengetik di layar ponsel, menelepon kepada Kontak Fiona dengan cepat menyambung kan...kelihatan nya Wanita ini tak terlalu sibuk hari ini

__ADS_1


📞


"apa malam ini kau luang?" tanya Wilson langsung


"entah lah.." Fiona agak malas, saat ini ia sedang sibuk memakaikan beberapa pakaian terbaru pada patung pajangan, jadi dia merasa kerepotan harus berbicara via telepon untuk sekarang, apalagi lawan bicara nya adalah Wilson wijaya Santoso.


"ikut lah ke acara pertemuan investor dengan ku malam ini" ajak Wilson


"tidak bisa..." sahut Fiona cepat


"mengapa?" Wilson ingin tau alasan nya


"tidak bisa begitu, apa tidak bisa kah kau tunda dulu acara mu?" Wilson memang egois


"tidak akan..." balas Fiona

__ADS_1


"...Fiona,ini adalah pertemuan penting, sebagai salah satu Investor utama...,Keluarga kita Wijaya Santoso harus hadir dengan baik di sana" ujar Wilson menjelaskan detil nya


"...oh" Fiona ber oh tidak tertarik, sebetul nya lebih kepada rasa heran. sejak kapan pria ini bisa mengatakan ulasan dengan begitu manis? hhh..keluarga kita Wijaya Santoso? bukan kah sejak awal dia sendiri yang menganggap Fiona adalah hama pengganggu di dalam Wijaya Santoso yang Agung. bisa-bisa nya sekarang mulut itu mengatakan hal yang berbeda? amazing sekali bukan?


Wilson menghela nafas nya... "aku tak mungkin datang sendirian tanpa pendamping, Fiona..." Wilson berusaha membujuk dan memelankan nada bicara nya, Fiona merasa akan kehabisan kata-kata menghadapi pria ini, sejak kapan ia mulai merasa Fiona adalah pendamping nya ? "Wilson..." kata Fiona "bukan kah selama ini Nona Kusuma selalu menjadi pendamping mu? sejak awal aku tidak pernah bertugas menjadi pendamping mu.." sebetul nya Fiona hanya mengutarakan kejadian yang sudah-sudah semua yang terjadi dengan apa ada nya, namun bagi Wilson tentu saja sangat nyata terdengar seperti sebuah sindiran...


"tapi Fiona, yang istri ku itu adalah kau, bukan Indah" kata Wilson cepat, dan ketika kata-kata ini jatuh Fiona di sana membulat kan mata cantik nya,,, owh bravo sejak kapan Tuan Wilson Wijaya Santoso sadar bahwa Fiona adalah istri sah nya? tapi bukan kah sudah sangat terlambat?


"Maaf...tapi aku akan menjadi mantan istri mu..., yang akan menjadi istri mu adalah Indah Kusuma, tolong biasakan itu. tolong ke depan nya jangan terbalik lagi" Fiona menekan kan itu agar Wilson bisa mengerti. masa iya saat Fiona yang menjadi istri nya ia malah menganggap Indah sebagai pendamping resmi, lalu di saat Indah yang menjadi istri, diri nya malah menginginkan Fiona sebagai pendamping, bukan kah itu adalah prilaku absurd dan tidak Waras, apa lagi hal itu sampai di lakukan oleh pria terhormat seperti Wilson Wijaya Santoso ini.


Wilson merasa makin kehabisan kata-kata, ya ia tahu diri nya akan segera bercerai dengan wanita bernama Fiona ini, tapi saat ini kan sama sekali belum terjadi? Wilson melirik laci di depan meja kerja nya, di dalam nya ada dokumen yang berperan penting untuk kelangsungan hubungan dia dan Fiona ke depan nya. mungkin Wilson mulai merasa kalau dia tak akan menyerahkan dokumen itu ke pusat, hingga akhir !!!


"baik Tuan Wilson, aku harus menyambut pelanggan. jika tidak ada lagi maka aku tutup dulu..." selesai berkata begitu Fiona menutup panggilan dengan sepihak, Wilson tak sempat menghentikan tapi panggilan itu sudah terputus begitu saja. Wilson hanya memandangi layar ponsel dengan tatapan kosong, lalu meraup wajah nya sendiri...rasa lelah nya semakin terasa menyerang nya sekarang.


Wilson merenung sejenak..,saat tangan nya akan meraih laci yang menyimpan dokumen perceraian diri nya dan Fiona tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk dari luar...

__ADS_1


"masuk..." kata Wilson seraya menghentikan aktivitas nya untuk membuka laci


sosok asisten nya masuk "Presdir, sebentar lagi akan ada jamuan dengan presiden dari Atmajaya, mobil sudah siap" lapor nya seraya membacakan jadwal yang sudah tertulis di atas layar tablet. Wilson hanya mengangguk melirik arloji nya sendiri, lalu bangkit dan melangkah keluar dengan anggun di ikuti oleh sang asisten di belakang nya.


__ADS_2