
perjamuan berlangsung dengan suasana yang cukup menyenangkan, sepuluh orang itu duduk mengelilingi meja kokoh dan besar. tidak begitu banyak pembicaraan tentang pekerjaan..acara ini di adakan sekedar hanya untuk bersantai sama-sama saja jadi tidak terlalu kaku, karena itu Tuan Johny Prem memilih kan nya di sebuah club besar berkelas ini.
kalau di perhatikan lebih detil, Elvano Group adalah sejak dulu merupakan organisasi yang tidak pernah melakukan pesta, baik tetua akbar maupun AL ghazaly memang golongan orang yang tak suka berpesta. tapi saat orang lain melakukan dan mengundang mereka, maka mereka menghargai dengan mendatangi langsung atau perwakilan dari orang-orang khusus dari Elvano Group sendiri. jika pun ada pesta atau perjamuan yang akan di adakan oleh Elvano Group itu menjadi urusan orang-orang kepercayaan mereka untuk melaksanakan nya,baik di luar atau pun dalam negara. mereka sejak dulu dua orang ayah dan anak, Tetua Akbar dan Elvano Group sangat jarang menampakkan diri. jadi jika melihat di antara mereka ayah dan anak ini muncul artinya mereka punya alasan khusus dan pribadi.
ini lah perbedaan besar antara Elvano Group dan Wijaya Santoso. sejak dulu Santoso Group selalu senang berpesta, di mulai dari Nyonya Besar Santoso lalu kemudian Ziviliya Wijaya Santoso adalah generasi penguasa yang senang dengan jalan nya pesta.
di sela perjamuan Tuan Johny Prem Salah seorang Relasi pria nampak baru masuk kembali dari luar, entah toilet atau kemana, yang jelas saat ini pria itu kembali duduk di tempat nya di awal.., dan mulai berbincang ringan lagi dengan orang di samping nya.
Fiona melihat seorang relasi wanita nampak berpamitan pada orang-orang di dalam ruangan, ia akan keluar juga, Dian Rahayu seorang Ceo dari perusahaan Kosmetik ternama. dia lebih dewasa dari Fiona dan sudah bersuami dan memiliki tiga orang puteri. saat Wanita yang bernama Dian Rahayu mulai bangkit, Fiona yang merasa kalau ia juga butuh ke toilet pun ikut bangkit dan permisi juga...
"Nona Fiona...kau akan ke toilet?" tanya asisten Kartika
"..ya" jawab Fiona
"biarkan aku ikut dengan mu" kata asisten Kartika
"oke" Fiona menyetujui saja
Kartika sebetul nya tidak ada niatan untuk ke toilet, hanya saja Krishna berpesan harus memperhatikan Fiona, terutama saat ke toilet kartika di amanat kan harus menemani nya.
kartika juga tidak mengerti, ia hanya ikut suruhan atasan saja tadi sebelum ia berangkat ke perjamuan Tuan Johny prem ini. Krishna George atasan nya itu juga tidak mengatakan alasan pada kartika
mungkin Krishna mulai jaga-jaga karena mengkhawatirkan Fiona. terakhir kali di perjamuan keluarga Santoso bukan kah Krishna melihat sendiri ada aksi yang Dramatis, apa lagi di perjamuan Tuan Johny Prem ini ada Dirly Bintara Santoso itu yang selalu mengintai Fiona dan mencari celah yang baik untuk mengusik sang wanita pujaan nya itu.
sebetul nya dari pihak keluarga Elvano, Fiona ini selalu di jaga oleh para Bodyguard dengan ketat. namun Fiona sendiri lah yang tidak menginginkan nya. AL ghazaly hanya mengingin kan keselamatan dan keamanan yang terbaik untuk Victoria nya namun AL ghazaly juga tidak bisa apa-apa, ia tak ingin memaksa hingga membuat Victoria nya menjadi tidak leluasa dan akhir nya tak tahan dan tertekan.
kekhawatiran Krishna itu ternyata benar, tadi saat melihat Fiona permisi keluar, Dirly sebetul nya ada niat ingin mengikuti, walau ada Ceo Dian Rahayu keluar bersamaan namun pasti dua wanita punya kepentingan masing-masing dan tak akan selalu berbarengan dan Dirly merasa ia pasti punya celah untuk berdua dengan Fiona, tapi melihat asisten Kartika tiba-tiba bangkit dan langsung mepet di samping Fiona, sepintas langsung dapat Dirly membaca nya kalau ia tak akan punya kesempatan. Asisten Kartika pasti akan terus mengekori Fiona kemana pun... gadis berwajah bule bernama Kartika itu jelas-jelas adalah asisten khusus perwakilan dari George group, Dirly bisa menebak nya kalau Asisten Kartika punya tugas khusus dari Krishna untuk menjaga Fiona dari orang yang mencari kesempatan dengan Fiona contoh nya Dirly...
__ADS_1
"Kurang ajar Krishna George itu" batin Dirly geram
"Tuan Muda Dirly ada apa?" tanya seorang relasi wanita di samping nya yang saat ini masih satu wanita diri nya saja di ruangan. wanita ini juga seumuran Fiona direktur sebuah perusahaan yang memproduksi barang dan perusahaan Tuan Johny prem sebagai Distributor nya sejak lama. sebut saja Direktur Nia
"ya Nona Nia..." Dirly lumayan kaget dengan teguran Direktur Nia
"kenapa kau memandang wanita-wanita yang akan keluar tadi dengan tatapan seperti itu?" Direktur Nia merasa tatapan Tuan Muda Bintara ini sedikit terkesan aneh dan tidak biasa.
"tidak..." balas Dirly
"hanya saja masih menjadi suatu misteri kenapa sejak dulu para Wanita kalau ke toilet selalu beramai-ramai, aku masih sangat penasaran sejak dulu" jawab Dirly santai, karena bukan Dirly nama nya jika tidak pandai berkilah
Direktur Nia yang mendengar kan jawaban Dirly terasa masuk akal jadi dia tertawa renyah...
"bukan kah begitu teman-teman?" kata Dirly pada rekan relasi pria yang lain yang kini menatap juga ke arah nya, Dirly sangat pandai membuat suasana jadi santai dan terkesan enak...
semua nya nampak mempertanyakan pada Direktur Nia karena dia juga seorang dari golongan kaum Wanita...
"aku juga tidak tau, Tuan-tuan..." tawa Nia
"tapi begitulah Wanita sangat unik. karena jika pria maka kesan nya akan terasa sedikit aneh bukan jika ke toilet beramai-ramai?" Direktur Nia menjawab dengan asal dan kocak...
semua orang di ruangan tertawa dengan jawaban nya, bukan karena jawaban nya tapi lebih kepada membayangkan jika mereka pria pergi ke toilet beramai-ramai dan bergandengan seperti yang Kartika lakukan pada Fiona beberapa saat tadi.
Sementara itu Dian Rahayu, Fiona dan Kartika sedang melangkah bersamaan. mereka dengan pakain kasual itu seperti kelompok anak muda yang sedang pergi bermain di club, sama sekali tidak mirip para pemegang perusahaan besar.
"apa kalian ingin cuci muka juga?"tanya Dian ramah pada Fiona dan Kartika
__ADS_1
"tidak Miss,aku hanya merapikan make up ku saja" jawab Fiona
"kalau aku hanya iseng mengikuti Nona Victoria saja" sambut Kartika dengan senyuman
"panggil aku cici saja, biar lebih akrab" pinta Dian Rahayu pada Fiona dan Kartika, kedua nya mengangguk dan tersenyum
"kau mengantuk cici?" tanya Kartika
"iya benar, tapi aku tidak bisa pulang begitu saja. perjamuan dengan suasana sesantai ini sangat jarang nona-nona, biasa nya pesta kita akan selalu formal dan megah dan itu lumayan membosan kan, jadi hari ini aku akan berpesta sampai puas" kata Dian Rahayu dengan bersemangat.
"ide bagus" sahut Kartika
saat tiga wanita ini sedang asik mengobrol sambil berjalan di koridor menuju toilet, mereka melewati beberapa ruangan vip yang lain. mereka tanpa sadar berpas-pasan dengan dua sosok pria di koridor tersebut, tapi karena terlalu asik mengobrol ketiga wanita itu terus maju tanpa menoleh pada dua orang pria, di mana yang satu di antara pria itu berhenti dan menoleh pada ketiga wanita yang lewat...
wajah tampan dan dingin si pria memperhatikan salah satu wanita di antara tiga wanita..., dan sosok wanita yang di perhatikan adalah Fiona..
si teman pria yang merasa teman nya berhenti melangkah pun memanggil nya
"Wilson, ayo..." panggil teman nya...
si pemilik nama yang ternyata adalah Wilson Wijaya Santoso tersadar dan segera menyusul teman yang memanggil nya.
ternyata malam ini Wilson berada di club yang sama.untuk menghilang kan kejenuhan ia pergi bersama beberapa rekan nya ke club,,,malam ini ia terlihat tampan dengan tampilan celana jeans hitam dan kemeja kasual nya, sangat ganteng...
tidak menyangka melihat Fiona di sini,apalagi mantan istri nya itu terlihat makin menawan dengan casual style nya.
seraya berjalan menyamai langkah rekan nya itu, Wilson senyum-senyum simpul sendiri. perasaan nya terasa aneh, mirip seperti remaja kasmaran yang tak sengaja berjumpa dengan gadis yang selama ini di sukai...seakan Wilson sedang di awal puber punya gebetan. padahal kenyataan nya Wilson dan Fiona adalah mantan suami istri
__ADS_1