
ini adalah empat hari menuju persidangan Final, entah mengapa Fiona merasa perubahan Wilson terlalu mengerikan, membuat orang makin tak faham.
dalam hari-hari terakhir ini Wilson selalu bersikap baik pada Fiona. tidak ada perkelahian dan umpatan kasar seperti biasa nya.
khusus untuk Fiona di pagi hari ia akan menyiapkan Huevos Rotos sebagai sarapan,dan membuat kan Bruschetta dan Teramisu sebagai makan siang. Lalu jika malam ia akan memanggang daging.
Malam ini street steak sudah tersaji di meja makan dengan dessert sebagai menu pendamping nya. semua Wilson lakukan sendiri tanpa bantuan koki pribadi mereka di evenil Garden.
dalam Lingkaran ini, mereka yang berada di posisi Tuan Muda bergengsi di tingkat atas kota Resque, bukan hanya keterampilan dalam berbisnis dan menghadapi pasang surut dunia Industri, namun mereka juga di bekali tubuh yang kuat dalam penjagaan diri dan ketelatenan dalam bidang kuliner pula. jago masak harus ada dalam point penting seorang Tuan Muda di level atas seperti diri nya.
tak jauh berbeda dengan AL ghazaly Elvano atau pun putera-putera keluarga George juga, mereka harus tau cita rasa setiap masakan dan mem praktek kan nya, dalam hal ini siapa yang tidak faham Tuan Muda dengan level seratus di kota Resque benar-benar adalah sosok sempurna bagaikan dewa.
"hari ini berangkat lah bekerja bersama ku, aku akan mengantar mu" tawar Wilson, awal nya Fiona ingin menolak tapi sorot mata Wilson terlihat tulus tanpa paksaan. Fiona bukan terpesona tapi hanya merasa tidak ada yang perlu di buat pertikaian lagi, Lagi pun biasa nya Wilson lah pemicu perang namun jika sekarang pria ini bersikap baik maka Fiona juga tidak mungkin malah mengajak berperang. dalam hubungan antara mereka selama menjadi pasangan Fiona adalah yang menjadi peran cinta damai dan Wilson adalah peran cinta perang nya, seakan ia akan mati kalau harus berdamai sekali saja dengan Fiona.
sudah beberapa hari ini Wilson Wijaya Santoso ini lebih cinta damai. jadi Fiona juga hanya ikut mau orang ini, Lagi pula ini tidak akan lama, sebentar lagi mereka akan menjadi orang asing dalam kehidupan diri masing-masing. Fiona juga bukan lah tipikal orang yang suka membiarkan seseorang menjadi musuh nya jika itu tidak di perlukan
sepanjang perjalanan tidak ada cerita antara kedua nya, hanya suara deru halus mesin yang sesekali berhembus bersama angin lalu
"apa rencana mu?" tanya Wilson tiba-tiba
__ADS_1
"he..." Fiona sedikit kaget, di saat diri nya sedang asik dengan pemandangan di luar jendela
"aku bertanya apa rencana mu" tanya Wilson lagi, tutur nya beberapa hari ini nampak seperti Wilson sesungguh nya, Wilson yang terhormat. tak seperti dulu-dulu saat berhadapan dengan Fiona diri nya sangat seperti manusia yang tak punya ahlak.
"kau bicara pada ku?" Fiona jujur tidak tau
"ya..." jawab Wilson halus "aku ingin tau apa rencana mu setelah kita berpisah...?" tanya Wilson lagi, sebetul nya saat pertanyaan ini jatuh ada ketidakrelaan pada diri nya sendiri, entah lah...
untuk sekian detik Fiona diam tak tau harus menjawab apa..."hm, entahlah aku tidak punya rencana. cukup jalani hidup yang ada di depan ku,itu saja" jawab Fiona dengan senyuman netral yang singkat
"oh.." Wilson merespon singkat..., ia pun tidak tau harus berbicara topik apa lagi sedang kan Fiona pun tidak bertanya balik, seolah telah mengakhiri percakapan dialog antara mereka berdua.
Lusa adalah persidangan mereka, Wilson melirik wanita cantik di samping nya, makhluk ini sebentar lagi akan terbang jauh dari genggaman nya... apakah dia bisa???
***
Besok merupakan hari persidangan, entah lah makin terasa dekat hari makin tidak nyaman yang Wilson rasa. hari ini ia memilih pergi ke perbatasan kota, di menyewa sebuah Bungalow. memang cukup jauh, ia mengendara hingga terasa sedikit kantuk.
ini adalah tempat yang nyaman dan damai, dulu sesekali Wilson akan pergi dengan rekan-rekan nya untuk refreshing. heran nya bertahun-tahun tumbuh bersama Indah Kusuma, mereka bahkan tidak pernah datang berduaan ke tempat ini.
__ADS_1
Hari ini Wilson datang kemari untuk menyegarkan fikiran nya , besok adalah di mana hari yang tidak dia ingin kan tiba. bahkan di surat kabar pun sudah banyak yang memberitakan besok hari perceraian final antara ia dan Fiona. seandai nya waktu bisa di putar ulang...
Wilson berencana menghabiskan waktu seharian di sini, karena di Evenil Garden menatap Fiona yang ceria seolah menusukkan ribuan pisau ke tengah-tengah dada nya, rasa nya sakit sekali...
dengan pakaian santai ia hanya ingin berjalan-jalan di area perbukitan saja, ini belum akhir minggu jadi suasana di sini lumayan sepi, karena itu Wilson memilih hari ini untuk merileks kan sedikit otak nya, jika bisa menawar hati sendiri, itu pun kalau bisa.
lumayan jauh berjalan menikmati desiran angin, ia seperti melihat muda mudi tak jauh di hadapan nya yang berbatas belokan panorama bukit. Wilson melihat pria tampan berwajah indo yang sangat Wilson kenali dengan pakaian santai nya terlihat kulit putih kemerahan di terpa cahaya matahari dari celah perbukitan. Adik sepupu nya Dirly Bintara Santoso, wajah tampan yang tak biasa itu yang terlihat mencolok mewarisi keluarga Bintara yang keturunan kerajaan Veteran dan keraton, keluarga dengan segala penghormatan apalagi sudah berbaur dengan Santoso yang Agung, pria itu memang terlihat sangat menarik. jadi tak mungkin Wilson tak mengenali si pemilik rambut dengan sedikit warna blonde itu.
Dirly memeluk seorang gadis rambut panjang dengan gaun putih, lebih tepat nya dengan model camisole dress. gadis cantik dengan kacamata hitam besar lebar membingkai indah di wajah cantik nya yang tampak mungil dengan dagu lancip menawan.
Wilson menyipitkan sedikit mata nya, walau di kejauhan sosok cantik rambut panjang spiral hitam pekat beserta gerak gerik nya tak mungkin Wilson salah...itu..., bukan nya Indah Kusuma? gadis yang selama bertahun-tahun ini menjadi pacar nya? gadis yang di kenal nya lembut, baik, dengan akhlak yang seratus persen sempurna.
semakin kedua sosok itu bergerak mendekat Wilson semakin yakin itu Indah,,, dan memang benar ada nya, itu adalah Indah Kusuma, mana mungkin Wilson buta?
sekarang kedua nya semakin mendekat, Wilson merapatkan diri di balik belokan dekat tulisan plang besar, baik Dirly mau pun Indah tidak menyadari keberadaan Wilson, mereka bergerak melangkah ke arah yang berbelok...berlawanan arah.
Wilson sama sekali tidak merasa heran jika Tuan Muda Bintara Santoso dan Nona Muda Kusuma ini berada di Bungalow perbatasan kota untuk sekedar refreshing sejenak seperti diri nya...,tapi yang jadi pertanyaan mengapa Indah Kusuma itu berpelukan dengan begitu mesra dengan Dirly Bintara Santoso? ada hubungan apa kedua orang ini???
Lebih mengejut kan lagi saat kedua sosok itu akan berpisah, Mereka berpelukan tanpa canggung lalu me--ma-gutt bibir masing-masing dengan penuh gai--rah. kedua nya berci umman mesra satu sama lain, lalu setelah kedua nya memisahkan diri mereka memilih arah masing-masing. terlihat Dirly berbalik arah menuju ke sebuah Bungalow di perbukitan... sedang kan Indah bergerak keluar dari sana menuju arah parkiran mobil...
__ADS_1
Wilson masih tak percaya dengan penglihatan nya sendiri, ia segera bergerak mengikuti Indah Kusuma yang tampak makin mendekat ke arah parkiran...