KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 21


__ADS_3

sepanjang perjalanan Fiona hanya diam menatap pemandangan di luar jendela dari dalam kaca mobil di sebelah nya, fikiran nya melanglangbuana. Wilson melirik nya berkali-kali seraya fokus menyetir, kesal sekali wanita ini menganggap nya seperti patung mati


Berulang kali Wilson mencoba mencari gara-gara namun Fiona hanya diam dan menjawab seada nya, seakan tidak ada perlawanan dalam hal ini. Wilson penasaran apa yang Fiona fikirkan sampai larut begitu dalam? semenjak bertemu Fiona pertama kali hingga kini, baru hari ini Wilson melihat ekspresi dan raut Fiona terlihat berbeda, Wilson merasa sangat penasaran...! memang nya apa dan siapa yang membuat sosok berharga diri seperti seorang Fiona menjadi begitu aneh dan berbeda...?


Wilson yang biasa nya begitu bersemangat mengajak Fiona bertengkar sekarang jadi mengurung kan niat nya, Wanita itu terlihat berbeda dan tak di kenali. akhir nya Wilson juga memilih diam sepanjang perjalanan.


Otak Fiona terus memikirkan si penelepon, ia yakin itu koko AL nya, tapi mengapa Nerra ibu tiri nya bilang kalau koko sudah meninggal, Fiona awal nya percaya saja apalagi semenjak Mister Akbar tiada kecelakaan itu juga melibat kan ALghazaly Elvano.


upacara pemakaman waktu itu di lakukan secara tertutup, di luar negara tanpa ada orang biasa yang bisa menembus informasi untuk masuk, di media juga berita seperti di batasi dengan ketat. siapa lagi yang punya andil jika bukan orang-orang besar dan terpercaya di Elvano group, bagaimana pun Elvano group pengaruh besar nya sama kuat dengan Santoso group yang agung.


***


Mereka sampai di Evenil Garden, saat memasuki kediaman pribadi tersebut pengurus rumah dengan cepat menyambut sopan...


Tekad Fiona sudah bulat, ia segera melangkah cepat menuju kamar dan mengambil dokumen perceraian di rak lemari pakaian, melangkah kembali keluar menuju ke arah Wilson yang baru akan sampai ke area kamar, Wilson sedari tadi melangkah santai, tidak terburu-buru seperti hal nya Fiona.


saat map berkas perceraian tiba di depan mata nya, Wilson secara naluriah menerima, membuka dan melihat tanda tangan Fiona tersemat di sana, padahal ini adalah moment yang Wilson tunggu, tapi ada kesakitan di relung jiwa nya...ia tak mengerti mengapa mengapa hingga detik ini Fiona tidak menahan dan menginginkan nya secara berlebih seperti normal nya wanita saat berhadapan pada sosok nya. lalu memang nya apa yang Wilson harapkan jika impian nya saja adalah hidup bahagia bersama nona muda Kusuma, wilson benar-benar tak mengerti.

__ADS_1


"masalah kita selesai, aku tunggu panggilan mu di pengadilan" ujar Fiona tegas, bulu mata bagus Wilson bergetar sesaat..


"mau kemana kau?" pertanyaan Wilson ini jatuh tepat saat Fiona hendak melangkah pergi ke arah lantai dasar, yang arti nya wanita ini akan keluar rumah lagi


"aku masih ada urusan" jawab Fiona malas


"Fiona..." panggilan Wilson ini tepat nya seperti menahan Fiona, melarang Fiona untuk pergi lagi..., tanpa berbalik Fiona berkata dengan datar tanpa tekanan..."kau tidak punya alasan lagi untuk menahan ku..." Fiona melanjutkan langkah, Wilson terdiam...namun..


"pulang lah sebelum malam" kali ini suara berat Wilson terdengar lebih sopan dan enak di dengar dari biasa nya saat berdialog dengan Fiona.


Mendengar itu Fiona hanya tersenyum getir...'apa peduli mu?' bathin Fiona seraya mempercepat langkah nya. Fiona keluar dari evenil Garden dengan berjalan kaki, mobil milik nya masih berada di kota F, sedangkan ia sama sekali tidak mau menggunakan mobil yang berjajar di evenil Garden, itu adalah harta Wilson Wijaya Santoso, walau sebagai istri ia berhak sepenuh nya tapi Fiona lebih nyaman memakai mobil yang ia beli dengan kerja keras nya sendiri, dan mobil yang hanya satu-satu nya itu di tinggalkan di kota F.


Saat keluar dari gerbang besi Fiona merapatkan outher yang ia kenakan, cuaca akhir-akhir ini cukup dingin saat siang menjelang sore hari, pagi cerah dan siang hari nya berangin seperti akan turun hujan, saat keluar dari Evenil Garden ia tak terfikirkan untuk mengambil baju tebal..., pengurus rumah sempat melihat Nyonya rumah itu berlari kecil ke arah gerbang sendirian, pengurus rumah tidak bisa terlalu ikut campur mengenai privasi majikan nya.


setelah menaiki taksi, Fiona turun di sebuah persimpangan di dekat mesium kuno. persimpangan ini tidak terlalu ramai kecuali di hari-hari tertentu, Fiona membuka ponsel membalas pesan yang masuk beberapa saat lalu...pesan itu


📩

__ADS_1


"ayo pulang, koko jemput..." deretan nomor cantik itu mengirim pesan dengan kata-kata yang tak kalah cantik pula...


Fiona mengajak bertemu di suatu tempat, di persimpangan ini..., AL ghazaly tentu menyanggupi. dalam hal ini AL sangat mengerti,Victoria nya punya alasan, bagaimana pun status Victoria Elvano nya bukan lah seperti dulu, sekarang victoria nya adalah Fiona Wijaya Santoso. jika ia mengambil adik nya begitu saja maka akan ada konflik mengingat Wijaya santoso adalah sama dengan Elvano, bukan orang sembarangan...bukan kah antara Elvano dan Santoso sejak dulu tidak pernah bersinggungan satu sama lain. jadi pertama-tama AL harus menemukan si nenek Lampir Nerra itu dulu, yang nahas nya semua data milik Victoria Elvano yang asli semua nya tidak bersisa, entah di bawa pergi oleh Nerra atau kah sudah di hancur dan di bumi hanguskan oleh Nerra yang sangat gila dan egois itu.


setelah beberapa saat menunggu, tiga mobil mewah berhenti tepat di persimpangan tempat Fiona menunggu, saat pintu mobil depan terbuka seorang pria rapih yang kelihatan nya orang terpercaya membuka pintu mobil tengah...mobil belakang keluar beberapa orang dengan pakaian rapi dan lengkap, dapat di tebak mereka adalah bodyguard khusus keluarga Elvano. saat pintu terbuka sebuah sepatu pantovel mahal keluar dari pintu, dan di susul sosok yang memukau dengan setelan warna gelap nya...dia ! AL ghazaly Elvano !!! Fiona menahan nafas nya...


AL yang baru keluar dari mobil menatap sosok cantik yang berdiri dengan pose merapatkan outher bewarna soft nya sendiri.sosok itu AL sangat rindu...


Fiona tak bisa berkata-kata ! sepersekian detik mereka berdua berpandangan dengan sangat lama, sebelum akhir nya suara berat dan memikat AL berkata...


"kemarilah...kamu, bidadari ku" AL mengulurkan tangan nya yang nampak sangat nyaman, tanpa dua kali perintah Fiona segera melangkah ke sosok yang ia rindukan, masuk ke dada pria yang harum itu membenamkan diri dengan begitu sesak...!! Fiona menangis..., Saat ini ia ia menangis, sudah lama Fiona tidak menangis se sesak ini, se meluap ini, Fiona bahkan lupa kapan terakhir kali ia menangis dengan penuh emosi seperti saat ini...


"rambut mu sudah panjang ya?" bisik AL, ia juga sama enggan melepaskan dekapan wanita ini lagi, ya dulu terakhir kali mereka bertemu rambut Fiona adalah sebahu, sekarang rambut Victoria nya sudah sepunggung hampir mendekati pinggang...


"jika koko tidak suka, maka aku akan merubah nya seperti yang koko suka" kata Fiona parau, AL tersenyum samar... "bagaimana pun diri mu...Tori adalah Tori...aku tetap akan menyukai nya" balas AL lagi. setelah Fiona mengangkat kepala dari dada AL, dengan cepat seorang pelayan senior mendekat dan meletakkan mantel tebal di tubuh Fiona...


"selamat datang kembali Nona Victoria..." sapa nya, Saat Fiona menoleh itu adalah Tuan Rioko, salah satu asisten Elvano, sejak kecelakaan itu, Fiona juga merasa Tuan Rioko menghilang...orang-orang kepercayaan Elvano seperti kasat mata bagi Seorang Fiona..., pengaruh yang sangat kuat sekali.

__ADS_1


"paman Rioko..." Fiona mengangguk sopan...


lalu tanpa melepas dekapan, AL merangkul Fiona membawa nya masuk ke mobil dengan hati-hati. setelah nya tiga mobil mewah itu pun secara beriringan satu persatu segera meninggalkan kawasan persimpangan mesium kuno tersebut...


__ADS_2